- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
Atasi Inflasi Daerah dan Krisis Pangan Dunia, Walikota Blitar Pelopori KWT Maju Mapan Tanan Umbi - Umbian

MEGAPOLITANPOS.COM Blitar - Menghadapi krisis pangan dunia, Indonesia secara masiv harus menggerakan semua sektor penghasil pangan non padi, seperti palawija, jagung, kedelai serta umbi umbian, menangkap sinyalemen krisis pangan dunia setiap daerah melakukan upaya tersebut. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Mapan jalan Sumba Kelurahan Karangtengah, kelompok tersebut melakukan penanaman umbi - umbian pada Senin (21/11/22). Hadir dalam secara pribadi Walikota Blitar Drs. H.Santoso M.Pd didampingi kepala OPD terkait, Camat Sananwetan dan Kepala Kelurahan setempat, juga ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim.

Walikota Blitar Santoso kepada wartawan mengatakan, kota Blitar terdapat 98 Kelompok Wanita Tani, dari jumlah yang ada telah melakukan demplot proyek menanam cabai.
Baca Lainnya :
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-702 Pisowanan Agung Sejarah Budaya Para Raja
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
" Di kota Blitar ada 98 Kelompok Wanita Tani, semua kita berdayakan untuk mengatasi inflasi daerah, mereka sudah menanam cabai dan alhamdulillah hasilnya sangat bagus," ujar Santoso.

Dengan pemberdayaan masuarakat didukung oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kota Blitar, setiap kelompok KWT, masih ujar Santoso para kelompok ini diberikan modal berupa bibit untuk ditanam oleh warga KWT.
" Benihnya bermacam macam yang diberikan oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan, kalau di Jalan Sumba ini adalah jenis umbi - umbian, ini diharapkan nanti kita tidak kekurangan pangan, karena sudah ada persiapan,"tutur orang nomor satu di Pemkot Blitar ini
Kegiatan gertak penanaman bahan pangan non beras ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, dengan memanfaatkan sejengkal tanah, atau polyback, semua Kelompok KWT bisa saling berbagi benih kepada warga masyarakat lingkungan disekitarnya, sehingga tidak ada sejengkal tanahpun yang nganggur.
"Saya sangat mengapresiasi kepada kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, sehingga bisa menggerakan masyarakat bercocok tanam, kalau ini berhasil sangat luar biasa, masyarakat Kota Blitar siap menghadapi krisis pangan dunia,"pungkasnya. (adv/kmf/za/mp).
















