- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Ketua Komisi I Tekankan Kesiapan Program dalam KUA-PPAS APBD 2027
- Jaga Situasi Tetap Kondusif Babinsa Bersama Komduk Gelar Patroli Malam.
- PT Kedap Sayaaq Persoalkan Proses Kepailitan, Kuasa Hukum Soroti Penjualan Aset
- 14 Ribu Keluarga Penerima Manfaat Disiapkan Masuk Ekosistem Kewirausahaan Kementerian UMKM
- Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali .
- Dukungan Konvergensi Stunting, Desa Sodong Masuk 30 Besar Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Nasional.
- Lapas Kelas IIA Cibinong Diduga Kelola Fasilitas Mewah Villa untuk Napi
- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
Anton Gobay Berharap Polisi Tangkap Wartawan Penyebar Berita Hoax

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com, Jakarta - Anton Gobay (29), WNI yang ditahan Aparat Filipina, memberikan klarifikasinya perihal foto bersama Gubernur Papua Lukas Enembe yang beredar di dunia maya. Dirinya membantah pernah berfoto bersama dengan Lukas yang kini ditahan di rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Anton mengatakan rekaman video yang diunggah melalui kanal YouTube PGT RR, ada keterkaitan dirinya dengan Lukas Enembe merupakan berita bohong. bisa saja orang dalam foto tersebut berwajah mirip dengannya atau wajahnya sudah diedit dengan wajahnya.
Saya tidak pernah berfoto dengan Bapak Lukas Enembe Gubernur Papua. Saya memang pilot tapi saya tidak pernah berfoto dengan dia,” kata Anton, Senin (16/01)
Baca Lainnya :
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Lahan Investor di Batam Dipersoalkan, Kuasa Hukum PT Jaya Putra Kundur: Kami Akan Laporkan ke KPK
- Jalin Komitmen Bersama KPK dan Pemda se-Sultra, Staf Ahli Kementerian ATR/BPN: untuk Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
Anton menegaskan akan menempuh jalur hukum atas viralnya foto tersebut. Karena, merupakan pencemaran nama baik dan dapat merugikan dirinya.
" Saya meminta aparat menangkap wartawan penyebar berita hoaks karena telah melanggar kode etik jurnalistik,” ujar dia.
Sebelumnya, Polisi Filipina mengumumkan ada satu orang WNI yang ditangkap karena kepemilikan senjata api laras panjang. WNI atas nama Anton Gobay ditangkap bersama dua warga lokal di Provinsi Sarangani, Filipina pada 7 Januari 2023. Polisi Filipina berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya; 10 unit COLT AR-15, sebuah 9MM PARA Rifle, 20 buah magasin, dan sepuluh buah bagian senjata rifle.
Atas penangkapan tersebut, Anton bersama para tersangka lainnya kini diamankan oleh pihak yang berwajib. Mereka ditahan di Kiamba Municipal Police Station untuk diinterogasi dan dilakukan pengembangan perkara oleh kepolisian setempat.
Lukas diduga KPK menerima duit senilai Rp.1 miliar dari Rijantono agar perusahaan miliknya bisa dimenangkan tender dalam pengerjaan sejumlah proyek pembangunan jangka panjang. Dalam kesepakatannya, Lukas dan sejumlah pejabat di Provinsi Papua disebut-sebut akan menerima bagian proyek sebesar 14 persen keuntungan setelah dipotong pajak. PT Tabi Bangun Papua milik Rijantono Lakka mendapat tiga buah proyek jangka panjang senilai Rp 41 miliar.(AS)

.jpg)

.jpg)
.jpg)



.jpg)







