- Polres Majalengka Bongkar 20 Kasus, 40 Tersangka Diciduk!
- Sinergi Tegakkan Keamanan, Babinsa Gandeng Komduk Patroli Malam.
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menteri Maman Ajak Mahasiswa Jadi Problem Solver, Bukan Sekadar Pencari Kerja
- Kartu Huma Betang Sejahtera Diserahkan, Pemprov dan Pemkab Perkuat Perlindungan Masyarakat
- Wagub Kalteng Serahkan Bantuan Pangan untuk Warga Terdampak Karhutla di Barito Utara
- Tak Hanya Beri Kepastian Hukum, Sertipikasi Rumah Ibadah Tegaskan Eksistensi Jemaat Gereja.
- Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Dapatkan Kepastian Waktu Ukur Tanah dengan Cepat.
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
KPK Cokok Bupati Sudewo, Diduga Terlibat Jual Beli Jabatan di Pemkab Pati

Keterangan Gambar : Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo
MEGAPOLITANPOS.COM, JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK-RI) menangkap Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo. Penangkapan tersebut dibenarkan oleh juru bicara (jubir) KPK-RI Budi Prasetyo.
"Benar, (salah satu) yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan (OTT) adalah saudara SDW (Bupati Pati)," kata Budi, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, pada Senin (19/1/2026).
Usai dicokok, kepala daerah yang sempat viral didemo terkait polemik kenaikan pajak daerah itu dibawa oleh penyidik KPK dari wilayah Kudus, Jawa Tengah ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026).
Baca Lainnya :
- Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat.
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Lahan Investor di Batam Dipersoalkan, Kuasa Hukum PT Jaya Putra Kundur: Kami Akan Laporkan ke KPK
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
Budi Prasetyo menjelaskan, dalam OTT tersebut KPK menjaring delapan orang termasuk Bupati Sudewo.
"Yang ada 8 orang (termasuk SDW)," sebut Budi Prasetyo.
Disinyalir, OTT yang menyasar Bupati Pati Sudewo terkait dugaan jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pati, Jawa Tengah. Namun, lembaga antirasuah belum mengungkap secara rinci konstruksi dan indentitas pihak-pihak yang diamankan dalam OTT.
KPK memiliki waktu 1x24 jam dalam menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut.(*/Anton)
















