- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
- Pemkab Barito Utara Serahkan Bantuan Hewan Kurban pada Pawai Tanglong Idul Adha 1447 H
- Pemkab Barito Utara Ikuti Harmonisasi Rancangan Produk Hukum Daerah
- Disdik Barito Utara Perkuat Sinergi Pendidikan Bersama Korwil dan Pengawas Sekolah
- Bupati Barito Utara Sholat Idul Adha Bersama Masyarakat di Masjid Jami Muara Teweh
Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar Tokoh Perekat Bangsa.

Keterangan Gambar : Perhimpunan Aktivis 98
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-Dipasangkannya Anies Baswedan oleh Koalisi pendukung dengan Muhaimin Iskandar pada pilpres 2024 merupakan takdir sejarah dalam perpolitikan Indonesia yang akan membawa perubahan akan terwujudnya persatuan Indonesia yang berkeadilan sosial.
Bersatunya dua tokoh tersebut sangat positif karena akan menjadi simbol persatuan dua ormas besar Indonesia yakni Muhammadiyah dan NU.
Anies Baswedan adalah kader Muhammadiyah. Ia kini tercatat sebagai salah satu anggota penasihat Ranting Muhammadiyah Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Baca Lainnya :
- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
Sementara Muhaimin Iskandar adalah kader NU. Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut adalah keturunan pendiri dan ulama dari NU yakni KH Bisri Syansuri.
Seperti Muhammadiyah dan NU, Anies-Cak Imin adalah tokoh fokus pada persatuan bangsa dan menjunjung tinggi prularisme dan toleransi dalam menjaga persatuan bangsa.
Hal ini diungkapkan Ulung Rusman, koordinator Perhimpunan Aktivis 98 dalam acara Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan oleh Perhimpunan Aktivis 98 dengan tema "Anies Cak Imin Simbol Persatuan Bangsa", hari ini (5/9) di Saharjo, Jaksel.
“Menurut kami, inilah saatnya rakyat Indonesia bersatu dan menunjukkan teladan kebangsaan bagi kehidupan demokrasi yang sejuk. Melalui Mas Anies dan Cak Imin, kami berharap keduanya menjadi perekat persatuan bangsa Indonesia,” jelas Ulung yang juga tokoh pemuda Tionghoa.
FGD yang dihadiri oleh perwakilan simpul aktivis 98 dari Jabar, DKI, dan Banten ini adalah bagian dari penyusunan rencana kerja-kerja pemenangan Anies Cak Imin yang hasilnya akan menjadi bahan sosialisasi kepada aktivis 98 yang terhimpun dalam Perhimpunan Aktivis 98 di daerah-daerah.
"dari hasil FGD ini akan menjadi salah satu materi sosialisasi kami ke daerah-daerah dalam rangka mengkampanyekan figur Anies Cak Imin sebagai perekat persatuan bangsa" jelas Ulung.
Ulung juga mengungkapkan bahwa Perhimpunan Aktivis 98 akan menggelar rembug kebangsaan setiap 2 minggu sekali di perkampungan warga untuk mensosialisasikan pandangan dan sikap Anies Cak Imin terhadap nilai-nilai kebangsaan seperti pandangan dan sikap terhadap pluralisme dan toleransi.
"rembug kebangsaan ini akan dimulai dari Jakarta, karena Jakarta adalah bukti nyata kepemimpinan Anies Baswedan yang menjunjung tinggi pluralisme dan toleransi. Setelah itu kami mulai di daerah-daerah" ungkap Ulung.

.jpg)















