- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
- Babinsa Jajaran Kodim 0506/Tgr Bersama Komduk Patroli Malam.
- Perbasi Cup Bergulir, Maryono: Olahraga Buka Peluang Wisata dan Ekonomi.
- Berita Sahih dan Kabar Bohong Makin Kabur, Masyarakat Harus Cermat
- Jaga Layanan Air Tetap Optimal, Sachrudin Cek Kondisi Cisadane.
- Handoko Tenang Tanggapi Demo Forum Pemuda Peduli ( FPP ) Desa Serang ini Alasanya.
- Warnai HUT TNI Ke 81 Bantaran Sungai Karplos Kota Blitar Jadikan Kawasan Asri.
- Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan di Kantah Kabupaten Bogor I Tetap Berjalan Normal Pascapenyidikan Kepolisian.
- Supangat : Alhamdulilah Gercep PUPR dan Bupati Rijanto Jalan Kami Lancar.
- Bupati Shalahuddin Hadiri Haul Abuya Syeikh Ahmad Fahmi Zamzam Yang ke 5
Dari Kebun ke Rak Retail, PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Teh, Kopi, dan Gula
.jpg)
Keterangan Gambar : PTPN I Genjot Bisnis Retail, Produk Teh dan Kopi Kini Hadir di 15 Ribu Titik Penjualan
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mempercepat transformasi bisnis melalui penguatan sektor retail dengan memperluas penetrasi produk teh, kopi, gula, dan komoditas olahan lainnya ke pasar nasional. Hingga 2026, produk retail PTPN I telah hadir di 15 ribu titik penjualan di seluruh Indonesia, mulai dari supermarket, minimarket, toko grosir, warung, hingga berbagai platform marketplace.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi restrukturisasi BUMN Perkebunan yang menempatkan PTPN I sebagai Supporting Co, sekaligus mendorong transformasi dari perusahaan berbasis komoditas menjadi agribisnis modern dengan produk bernilai tambah.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, perusahaan tetap mengandalkan karet sebagai komoditas utama, namun secara agresif mengembangkan komoditas sekunder dan tersier seperti teh, kopi, tembakau, serta produk pangan end user sebagai prospek pertumbuhan jangka panjang.
Baca Lainnya :
- Jaga Layanan Air Tetap Optimal, Sachrudin Cek Kondisi Cisadane.
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- BNI Private Dinobatkan sebagai Best Private Bank in Indonesia 2026
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bagus Triyanto Dorong Kualitas Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan
- Kabid PAUDIKMAS Akan Cek Ulang Papan Panitia P2SP di Rajagaluh
“Di sektor retail ini memang sangat ketat. Produsen swasta sudah sangat padat dan kompetisinya juga sangat ketat. Tetapi kami berkeyakinan punya market share cukup besar dengan mengandalkan kualitas terbaik, diproduksi dari negeri sendiri, dan edukasi konsumen,” kata Abdul Rivai di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, tren healthy lifestyle menjadi peluang strategis untuk memperkuat posisi produk-produk PTPN I di pasar retail domestik maupun ekspor.
Produk PTPN I Masuk Hotel Bintang Lima dan Kafe Premium
Produk teh, kopi, dan gula PTPN I kini tidak hanya dijual di jaringan retail modern, tetapi juga telah digunakan oleh hotel-hotel berbintang dalam jaringan hospitality internasional, serta berbagai kafe dan tempat nongkrong premium di berbagai kota.
Rivai menegaskan bahwa penguatan bisnis retail merupakan bagian penting dari transformasi perusahaan agar produk perkebunan dari kebun sendiri dapat hadir lebih dekat dengan konsumen melalui merek yang kuat, kualitas terjamin, dan inovasi produk.
“Transformasi bisnis retail menjadi bagian penting dalam perjalanan PTPN I. Kami ingin memastikan produk perkebunan yang berasal dari kebun sendiri dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui merek yang kuat, kualitas yang terjamin, serta inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.
Penjualan Teh Tumbuh 12 Persen
PTPN I mencatat pertumbuhan penjualan retail teh sebesar 12 persen sepanjang 2025, didorong oleh pengembangan produk specialty tea seperti teh putih dan teh hijau premium yang menyasar segmen konsumen premium.
Sementara itu, permintaan kopi kemasan single origin dari perkebunan PTPN I, baik Arabika maupun Robusta, terus meningkat seiring berkembangnya tren konsumsi kopi rumahan.
Untuk produk gula retail, perusahaan terus menjaga ketersediaan gula kemasan 1 kilogram sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung stabilitas pangan nasional melalui jaringan distribusi yang semakin luas.
Digitalisasi dan Sertifikasi Jadi Kunci
Peningkatan daya saing produk retail PTPN I juga ditopang oleh strategi digitalisasi pemasaran, inovasi kemasan, dan penguatan standar kualitas produk.
Perusahaan memperkuat kanal penjualan digital melalui official store di berbagai marketplace, serta mengintegrasikan sistem stok digital dengan jaringan distributor daerah.
“Kepercayaan konsumen dibangun melalui kualitas yang konsisten. Karena itu, aspek mutu, sertifikasi, inovasi kemasan, dan pengalaman pelanggan menjadi perhatian utama PTPN I,” kata Rivai.
PTPN I juga memastikan seluruh produk retail memenuhi berbagai sertifikasi penting, termasuk Halal, SNI, dan ISO, sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan dan kepercayaan konsumen.
Siapkan Produk Healthy Lifestyle dan Ekspansi Ekspor
Pada 2026, PTPN I menyiapkan peluncuran produk retail baru berbasis konsep healthy lifestyle sekaligus memperluas ekspor produk kemasan ke kawasan Asia Tenggara.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi PTPN I sebagai perusahaan agribisnis modern yang mampu menghasilkan produk hilir berkualitas dan berdaya saing global.
“Ke depan, PTPN I akan terus memperkuat transformasi bisnis dengan menghadirkan produk perkebunan yang unggul, inovatif, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Kami ingin menjadikan PTPN I tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga memiliki daya saing dalam menghadirkan produk hilir berkualitas,” tutup Abdul Rivai.(AS/MP).
















