- Kementerian UMKM Tegaskan KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan Tambahan
- Dari Kebun ke Rak Retail, PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Teh, Kopi, dan Gula
- Kementerian UMKM Luncurkan Arah Baru Kewirausahaan, Fokus Naik Kelas dan Daya Saing Global
- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Barito Utara Perkuat Mitigasi Karhutla dan Hidrometeorologi
- Wisuda XIII BKPRMI Barito Utara, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qur\\
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati Blitar Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahap 2
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
Dari Kebun ke Rak Retail, PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Teh, Kopi, dan Gula
.jpg)
Keterangan Gambar : PTPN I Genjot Bisnis Retail, Produk Teh dan Kopi Kini Hadir di 15 Ribu Titik Penjualan
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mempercepat transformasi bisnis melalui penguatan sektor retail dengan memperluas penetrasi produk teh, kopi, gula, dan komoditas olahan lainnya ke pasar nasional. Hingga 2026, produk retail PTPN I telah hadir di 15 ribu titik penjualan di seluruh Indonesia, mulai dari supermarket, minimarket, toko grosir, warung, hingga berbagai platform marketplace.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam menghadapi restrukturisasi BUMN Perkebunan yang menempatkan PTPN I sebagai Supporting Co, sekaligus mendorong transformasi dari perusahaan berbasis komoditas menjadi agribisnis modern dengan produk bernilai tambah.
Direktur Utama PTPN I Abdul Rivai Ras mengatakan, perusahaan tetap mengandalkan karet sebagai komoditas utama, namun secara agresif mengembangkan komoditas sekunder dan tersier seperti teh, kopi, tembakau, serta produk pangan end user sebagai prospek pertumbuhan jangka panjang.
Baca Lainnya :
- Dari Kebun ke Rak Retail, PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Teh, Kopi, dan Gula
- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Bupati Majalengka, Eman Suherman: Raperda APBD 2025 Bukti Sinergi Pemkab dan DPRD
- PTPN III dan Baharkam Polri Resmi Kerja Sama, Pengamanan Aset Strategis Negara Diperkuat
“Di sektor retail ini memang sangat ketat. Produsen swasta sudah sangat padat dan kompetisinya juga sangat ketat. Tetapi kami berkeyakinan punya market share cukup besar dengan mengandalkan kualitas terbaik, diproduksi dari negeri sendiri, dan edukasi konsumen,” kata Abdul Rivai di Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, tren healthy lifestyle menjadi peluang strategis untuk memperkuat posisi produk-produk PTPN I di pasar retail domestik maupun ekspor.
Produk PTPN I Masuk Hotel Bintang Lima dan Kafe Premium
Produk teh, kopi, dan gula PTPN I kini tidak hanya dijual di jaringan retail modern, tetapi juga telah digunakan oleh hotel-hotel berbintang dalam jaringan hospitality internasional, serta berbagai kafe dan tempat nongkrong premium di berbagai kota.
Rivai menegaskan bahwa penguatan bisnis retail merupakan bagian penting dari transformasi perusahaan agar produk perkebunan dari kebun sendiri dapat hadir lebih dekat dengan konsumen melalui merek yang kuat, kualitas terjamin, dan inovasi produk.
“Transformasi bisnis retail menjadi bagian penting dalam perjalanan PTPN I. Kami ingin memastikan produk perkebunan yang berasal dari kebun sendiri dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui merek yang kuat, kualitas yang terjamin, serta inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.
Penjualan Teh Tumbuh 12 Persen
PTPN I mencatat pertumbuhan penjualan retail teh sebesar 12 persen sepanjang 2025, didorong oleh pengembangan produk specialty tea seperti teh putih dan teh hijau premium yang menyasar segmen konsumen premium.
Sementara itu, permintaan kopi kemasan single origin dari perkebunan PTPN I, baik Arabika maupun Robusta, terus meningkat seiring berkembangnya tren konsumsi kopi rumahan.
Untuk produk gula retail, perusahaan terus menjaga ketersediaan gula kemasan 1 kilogram sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung stabilitas pangan nasional melalui jaringan distribusi yang semakin luas.
Digitalisasi dan Sertifikasi Jadi Kunci
Peningkatan daya saing produk retail PTPN I juga ditopang oleh strategi digitalisasi pemasaran, inovasi kemasan, dan penguatan standar kualitas produk.
Perusahaan memperkuat kanal penjualan digital melalui official store di berbagai marketplace, serta mengintegrasikan sistem stok digital dengan jaringan distributor daerah.
“Kepercayaan konsumen dibangun melalui kualitas yang konsisten. Karena itu, aspek mutu, sertifikasi, inovasi kemasan, dan pengalaman pelanggan menjadi perhatian utama PTPN I,” kata Rivai.
PTPN I juga memastikan seluruh produk retail memenuhi berbagai sertifikasi penting, termasuk Halal, SNI, dan ISO, sebagai bentuk komitmen terhadap keamanan dan kepercayaan konsumen.
Siapkan Produk Healthy Lifestyle dan Ekspansi Ekspor
Pada 2026, PTPN I menyiapkan peluncuran produk retail baru berbasis konsep healthy lifestyle sekaligus memperluas ekspor produk kemasan ke kawasan Asia Tenggara.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi PTPN I sebagai perusahaan agribisnis modern yang mampu menghasilkan produk hilir berkualitas dan berdaya saing global.
“Ke depan, PTPN I akan terus memperkuat transformasi bisnis dengan menghadirkan produk perkebunan yang unggul, inovatif, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Kami ingin menjadikan PTPN I tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga memiliki daya saing dalam menghadirkan produk hilir berkualitas,” tutup Abdul Rivai.(AS/MP).















