- Ketua Komisi III DPRD, Apresiasi Kinerja Polres Barito Utara, 3 Terduga Pelaku Pembantaian Satu Keluaraga, Berhasil Diringkus
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
- Peringatan Hari Kartini 2026, PKS Majalengka Soroti Peran Strategis Perempuan untuk Bangsa
- Hari Kartini, Wamendikdasmen Tinjau Sekolah di Majalengka dan Tegaskan Program Revitalisasi
- Dukung Program Prabowo Dapur MBG Blitar Garum Tawangsari II Kerja Keras Sepenuh Hati
- Pilih Mundur Ketua DPC PPP Kota Blitar Berikan Peluang Emas Generasi Muda untuk Berjaya di 2029
- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
- Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut
Polda Metro Bongkar 6 Lokasi Praktik Pengoplosan Gas Subsidi Beromzet hingga Miliaran Rupiah
Oplos Gas Subsidi

Keterangan Gambar : Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya memamerkan barang bukti hasil pengungkapan enam lokasi praktik pengoplosan gas subsidi.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya membongkar sindikat praktik pengoplosan gas subsidi 3 kilogram di enam titik lokasi yang berada di wilayah Jakarta, Tangerang dan Bekasi. Sebelas pelaku berhasil ditangkap dan ribuan tabung gas ukuran 3 hingga 50 kilogram disita dari pengungkapan kasus tersebut.
Kombes Pol. Victor Dean Mackbon selaku Direktur Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya membeberkan, pengungkapan dari enam lokasi dimaksud, dua diantaranya terletak di wilayah Jakarta Timur. Satu lokasi di Jakarta Barat, satu di Kota Bekasi dan dua lainnya di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Kami terus kembangkan kasusnya, untuk mengungkap kemungkinan ada lokasi (pengoplosan) lainnya," ujar Kombes Victor Dean Mackbon didampingi Kabid Humas Kombes Budi Hermanto, Kamis (16/4/2026).
Baca Lainnya :
- Ketua Komisi III DPRD, Apresiasi Kinerja Polres Barito Utara, 3 Terduga Pelaku Pembantaian Satu Keluaraga, Berhasil Diringkus
- Makna Kartini Masa Kini, DPR Soroti Pendidikan Perempuan dan Ketahanan Keluarga
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
- Musrenbang Majalengka RKPD 2027 Serap 2.164 Usulan, Infrastruktur - Ekonomi Jadi Prioritas, Kemiskinan Turun
- Peringatan Hari Kartini 2026, PKS Majalengka Soroti Peran Strategis Perempuan untuk Bangsa
Adapun modusnya, para pelaku membeli tabung gas bersubsidi ukuran 3 kilogram dari warung ke warung. Selanjutnya praktik pengoplosan itu dilakukan pelaku dengan menyuntik atau memindahkan isi tabung gas subsidi 3 kilogram ke tabung gas ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram. Gas hasil oplosan oleh pelaku dijual dengan harga lebih murah dari harga pasaran atau HET.
Omzet masing-masing lokasi praktik Pengoplosan Gas
Lokasi pengoplosan gas bersubsidi di wilayah Jakarta Timur diperkirakan memiliki omzet Rp 1,3 Miliar. Sedangkan lokasi pengoplosan di Jakarta Barat diperkirakan beromzet Rp 793 Juta.
Sedangkan omzet di lokasi pengoplosan Kota Bekasi diperkirakan Rp 50 juta. Dua lokasi di Kabupaten Tangerang diperkirakan memiliki omzet masing-masing Rp 495 juta dan Rp 9 juta.
"Total keuntungannya kurang lebih Rp 2 miliar," ujar Victor Dean Mackbon.
Rincian barang bukti yang disita terdiri dari tabung gas subsidi 3 kilogram sebanyak 954 unit, tabung gas ukuran 12 kg sebanyak 272 unit dan tabung 50 kg sebanyak tiga unit. Barang bukti lain yang disita, yakni satu unit sepeda motor, lima unit kendaraan roda empat, tujuh kantong segel tabung 12 kg, satu bungkus karet seal tabung gas dan 85 alat suntik.
"Dari 11 tersangka, satu pelaku berperan sebagai pemilik, empat operator, dua sopir dan satu kernet," lanjut Victor Mackbon.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 45 (9) UU nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Pasal 55 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal enam tahun penjara dan denda paling tinggi Rp 60 Miliar.(***)
















