- Pesan Paskah 2026, Menag Tekankan Harmoni dan Persaudaraan Bangsa
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas

Keterangan Gambar : sumber data dari sejumlah media ekonomi seperti Bisnis, CNBC, dan Tirto.
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Klaim mengejutkan soal harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 95 di Asia Tenggara mengguncang ruang publik. Sebuah infografis viral menyebut Indonesia sebagai negara dengan harga BBM termurah di ASEAN, jauh di bawah negara-negara tetangga. Rabu, (01/04/2026)
Data yang beredar menunjukkan harga RON 95 di Singapura menembus Rp 44.800 per liter tertinggi di kawasan. Disusul Myanmar Rp 41.150 dan Laos Rp 29.440.
Di lapisan tengah, harga BBM di Vietnam dan Filipina berada di kisaran Rp 24 ribuan, sementara Kamboja Rp 21.130. Lebih rendah lagi, Thailand Rp 17.100 dan Malaysia Rp 16.200.
Baca Lainnya :
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan
Namun yang paling menyita perhatian, harga di Indonesia disebut hanya Rp12.900 per liter angka yang langsung memicu gelombang reaksi antara bangga, heran, hingga skeptis.
Benarkah Indonesia "paling murah" ? Ataukah perbandingan ini menyederhanakan realitas yang jauh lebih kompleks?
Pengamat energi mengingatkan, membandingkan harga BBM antarnegara bukan perkara sederhana. Ada banyak variabel tersembunyi: subsidi pemerintah, pajak energi, kurs mata uang, hingga biaya distribusi geografis yang berbeda-beda.
Di Indonesia, harga BBM memang kerap dikendalikan untuk menjaga daya beli masyarakat dan meredam inflasi. Namun, kebijakan ini juga membawa konsekuensi besar terhadap anggaran negara.
Viralnya data ini pun berubah menjadi perdebatan panas di masyarakat. Sebagian melihatnya sebagai bukti keberpihakan pemerintah, sementara lainnya mempertanyakan transparansi dan keberlanjutan kebijakan tersebut.
Satu hal yang pasti di balik label "termurah", tersimpan dinamika besar yang tak sesederhana angka di layar. ** (Agit)







.jpg)

.jpg)






