- Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia
- Dengarkan Pidato Kenegaraan, Anggota DPRD, Gun Sri Witanto Tekankan Pentingnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Amanah UUD 45
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jelang HUT ke-81 RI
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih dan Swasembada Bawang Putih
- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
.jpg)
Keterangan Gambar : saat peninjauan ke lokasi sebelum Ramadhan
MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh - Respons cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara dalam menangani longsor di anak Sungai Bengaris RT 29, Kelurahan Lanjas, menuai apresiasi dari Anggota DPRD, Gun Sriwitanto.
Namun di balik pujian tersebut,Politisi PPP ini juga melontarkan catatan kritis terkait kualitas pekerjaan di lapangan.
Menurut Gun, kecepatan penanganan memang patut diapresiasi sebagai bentuk tanggap darurat terhadap potensi ancaman bagi masyarakat.
Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa pekerjaan konstruksi tidak boleh sekadar cepat, melainkan juga harus tepat dan sesuai standar teknis.
“Kita mengapresiasi gerak cepatnya. Tapi jangan sampai kecepatan itu mengorbankan kualitas. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
Ia menyoroti bahwa pekerjaan yang saat ini dilakukan masih sebatas pondasi, sehingga perlu dipastikan benar-benar sesuai dengan perencanaan awal. Gun menegaskan, jika konstruksi tidak mengikuti desain teknis seperti bentuk letter U, maka potensi kegagalan struktur bisa terjadi.
“Kalau hanya pondasi tanpa perhitungan matang, itu berisiko. Apalagi di daerah dengan kondisi tanah yang labil seperti di lokasi tersebut,” tegasnya.
Gun juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas PUPR. Dari hasil komunikasi tersebut, terbuka peluang untuk dilakukan evaluasi ulang terhadap pekerjaan yang sedang berjalan.
“Sudah kami sampaikan, dan diminta untuk ditinjau kembali. Artinya ada ruang perbaikan, dan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa karakter tanah di kawasan tersebut tergolong rawan, karena merupakan campuran tanah labil dan batuan jawung yang mudah bergeser. Kondisi ini menuntut penanganan konstruksi yang tidak boleh asal-asalan.
“Masyarakat tentu tidak ingin penanganan yang terkesan seadanya. Kalau tidak serius, justru bisa memicu longsor susulan yang lebih parah,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Gun menegaskan bahwa sikap DPRD tetap konsisten: mendukung langkah cepat pemerintah, namun tidak segan mengingatkan jika ada hal yang perlu dibenahi.
“Apresiasi tetap kita berikan, tapi kritik juga wajib disampaikan. Tujuannya satu, agar hasil pekerjaan benar-benar berkualitas dan bermanfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.
(A)













