- Bupati Majalengka Lantik 4 Pejabat, RSUD dan Investasi Disorot
- Bupati Lantik dr. Egga, RSUD Majalengka Ditarget Lebih Responsif dan Modern
- Sebanyak 40 Perusahaan Ramaikan Job Fair di Kabupaten Blitar
- Baznas Majalengka Salurkan Bantuan 424 Anak Yatim
- Ketegangan Lahan di Maluku Tengah, PTPN I Buka Ruang Musyawarah Bersama Masyarakat
- Wajib Coba, Challenge Berhadiah Ipad dan Smartwatch di JFK 2026
- Suasana Keakraban Kependam Jaya Dengan Jurnalis
- BRI Life Dukung UMKM Fun Run 5K 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Masyarakat
- Picu Kemacetan, Camat Tambora Tertibkan PKL
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
.jpg)
Keterangan Gambar : saat peninjauan ke lokasi sebelum Ramadhan
MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh - Respons cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara dalam menangani longsor di anak Sungai Bengaris RT 29, Kelurahan Lanjas, menuai apresiasi dari Anggota DPRD, Gun Sriwitanto.
Namun di balik pujian tersebut,Politisi PPP ini juga melontarkan catatan kritis terkait kualitas pekerjaan di lapangan.
Menurut Gun, kecepatan penanganan memang patut diapresiasi sebagai bentuk tanggap darurat terhadap potensi ancaman bagi masyarakat.
Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa pekerjaan konstruksi tidak boleh sekadar cepat, melainkan juga harus tepat dan sesuai standar teknis.
“Kita mengapresiasi gerak cepatnya. Tapi jangan sampai kecepatan itu mengorbankan kualitas. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
Ia menyoroti bahwa pekerjaan yang saat ini dilakukan masih sebatas pondasi, sehingga perlu dipastikan benar-benar sesuai dengan perencanaan awal. Gun menegaskan, jika konstruksi tidak mengikuti desain teknis seperti bentuk letter U, maka potensi kegagalan struktur bisa terjadi.
“Kalau hanya pondasi tanpa perhitungan matang, itu berisiko. Apalagi di daerah dengan kondisi tanah yang labil seperti di lokasi tersebut,” tegasnya.
Gun juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas PUPR. Dari hasil komunikasi tersebut, terbuka peluang untuk dilakukan evaluasi ulang terhadap pekerjaan yang sedang berjalan.
“Sudah kami sampaikan, dan diminta untuk ditinjau kembali. Artinya ada ruang perbaikan, dan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa karakter tanah di kawasan tersebut tergolong rawan, karena merupakan campuran tanah labil dan batuan jawung yang mudah bergeser. Kondisi ini menuntut penanganan konstruksi yang tidak boleh asal-asalan.
“Masyarakat tentu tidak ingin penanganan yang terkesan seadanya. Kalau tidak serius, justru bisa memicu longsor susulan yang lebih parah,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Gun menegaskan bahwa sikap DPRD tetap konsisten: mendukung langkah cepat pemerintah, namun tidak segan mengingatkan jika ada hal yang perlu dibenahi.
“Apresiasi tetap kita berikan, tapi kritik juga wajib disampaikan. Tujuannya satu, agar hasil pekerjaan benar-benar berkualitas dan bermanfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.
(A)


.jpg)

.jpg)











