- Menkop: Penempatan Manajer KDKMP untuk Pemerataan SDM di Seluruh Wilayah
- Meriahkan HUT ke-7, Kogabwilhan II Gelar Olahraga Bersama dan Aksi Sosial.
- Babinsa Ajak Warga Perkuat Keamanan dan Kerukunan Wilayah.
- Tradisi Korps, Kodim 0510/Tigaraksa Terima Warga Baru Letkol Inf Yudha Fuady Putra.
- Kodim 0506/Tgr Lalui Koramil Jajaran Salurkan Bantuan Air Bersih Paada Masyarakat.
- Apresiasi Wajib Pajak Teladan Bupati Blitar Rijanto Anugerahkan BliTaX Award 2026.
- Kodim 0808/Blitar Lakukan Droping Air Bersih Untuk Warga Sumberagung Panggungrejo.
- Fraksi DPRD Mulai Bedah RAPBD Barito Utara 2027, Arah Anggaran Jadi Sorotan
- Presiden Prabowo Minta Layanan BPJS Kesehatan Ditingkatkan, Antrean Pasien Harus Lebih Singkat
- Sambut Hari Kesaktian Pancasila, Petugas PPSU Bersihkan Monumen Pancasila Sakti
DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
.jpg)
Keterangan Gambar : saat peninjauan ke lokasi sebelum Ramadhan
MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh - Respons cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Barito Utara dalam menangani longsor di anak Sungai Bengaris RT 29, Kelurahan Lanjas, menuai apresiasi dari Anggota DPRD, Gun Sriwitanto.
Namun di balik pujian tersebut,Politisi PPP ini juga melontarkan catatan kritis terkait kualitas pekerjaan di lapangan.
Menurut Gun, kecepatan penanganan memang patut diapresiasi sebagai bentuk tanggap darurat terhadap potensi ancaman bagi masyarakat.
Akan tetapi, ia mengingatkan bahwa pekerjaan konstruksi tidak boleh sekadar cepat, melainkan juga harus tepat dan sesuai standar teknis.
“Kita mengapresiasi gerak cepatnya. Tapi jangan sampai kecepatan itu mengorbankan kualitas. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).
Ia menyoroti bahwa pekerjaan yang saat ini dilakukan masih sebatas pondasi, sehingga perlu dipastikan benar-benar sesuai dengan perencanaan awal. Gun menegaskan, jika konstruksi tidak mengikuti desain teknis seperti bentuk letter U, maka potensi kegagalan struktur bisa terjadi.
“Kalau hanya pondasi tanpa perhitungan matang, itu berisiko. Apalagi di daerah dengan kondisi tanah yang labil seperti di lokasi tersebut,” tegasnya.
Gun juga mengungkapkan telah berkomunikasi langsung dengan Kepala Dinas PUPR. Dari hasil komunikasi tersebut, terbuka peluang untuk dilakukan evaluasi ulang terhadap pekerjaan yang sedang berjalan.
“Sudah kami sampaikan, dan diminta untuk ditinjau kembali. Artinya ada ruang perbaikan, dan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa karakter tanah di kawasan tersebut tergolong rawan, karena merupakan campuran tanah labil dan batuan jawung yang mudah bergeser. Kondisi ini menuntut penanganan konstruksi yang tidak boleh asal-asalan.
“Masyarakat tentu tidak ingin penanganan yang terkesan seadanya. Kalau tidak serius, justru bisa memicu longsor susulan yang lebih parah,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Gun menegaskan bahwa sikap DPRD tetap konsisten: mendukung langkah cepat pemerintah, namun tidak segan mengingatkan jika ada hal yang perlu dibenahi.
“Apresiasi tetap kita berikan, tapi kritik juga wajib disampaikan. Tujuannya satu, agar hasil pekerjaan benar-benar berkualitas dan bermanfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.
(A)


.jpg)


.jpg)









