- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- DPRD Barito Utara Hadiri Pemakaman H Nadalsyah Koyem, Patih Herman Sampaikan Duka Mendalam
BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas

Keterangan Gambar : sumber data dari sejumlah media ekonomi seperti Bisnis, CNBC, dan Tirto.
MEGAPOLITANPOS.COM JAKARTA - Klaim mengejutkan soal harga bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 95 di Asia Tenggara mengguncang ruang publik. Sebuah infografis viral menyebut Indonesia sebagai negara dengan harga BBM termurah di ASEAN, jauh di bawah negara-negara tetangga. Rabu, (01/04/2026)
Data yang beredar menunjukkan harga RON 95 di Singapura menembus Rp 44.800 per liter tertinggi di kawasan. Disusul Myanmar Rp 41.150 dan Laos Rp 29.440.
Di lapisan tengah, harga BBM di Vietnam dan Filipina berada di kisaran Rp 24 ribuan, sementara Kamboja Rp 21.130. Lebih rendah lagi, Thailand Rp 17.100 dan Malaysia Rp 16.200.
Baca Lainnya :
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
- Ngaku PNS di Medsos, Pria Ini Diduga Bawa Kabur Scoopy Rp 24 Juta
Namun yang paling menyita perhatian, harga di Indonesia disebut hanya Rp12.900 per liter angka yang langsung memicu gelombang reaksi antara bangga, heran, hingga skeptis.
Benarkah Indonesia "paling murah" ? Ataukah perbandingan ini menyederhanakan realitas yang jauh lebih kompleks?
Pengamat energi mengingatkan, membandingkan harga BBM antarnegara bukan perkara sederhana. Ada banyak variabel tersembunyi: subsidi pemerintah, pajak energi, kurs mata uang, hingga biaya distribusi geografis yang berbeda-beda.
Di Indonesia, harga BBM memang kerap dikendalikan untuk menjaga daya beli masyarakat dan meredam inflasi. Namun, kebijakan ini juga membawa konsekuensi besar terhadap anggaran negara.
Viralnya data ini pun berubah menjadi perdebatan panas di masyarakat. Sebagian melihatnya sebagai bukti keberpihakan pemerintah, sementara lainnya mempertanyakan transparansi dan keberlanjutan kebijakan tersebut.
Satu hal yang pasti di balik label "termurah", tersimpan dinamika besar yang tak sesederhana angka di layar. ** (Agit)




.jpg)











