- Polri Tangkap 2 Tersangka Jaringan Internasional Penjualan Phishing Tools
- Dari Afrika hingga Amerika Latin, Perebutan Kursi Tertinggi PBB Resmi Dimulai
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Purbaya Dorong Peran Swasta, Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melaju Lebih Tinggi
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Ketua DPRD Supriadi Menerima Audiensi PSHT Desak Forkopimda Bertindak Tegas
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- Ungkap Industri Vape Etomidate di Tangerang, Ribuan Cartridge Disita Resnarkoba PMJ
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan

Keterangan Gambar : Ketua Baznas Majalengka, H Agus Asri Sabana
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April dimaknai lebih dari sekadar seremoni oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Majalengka. Ketua BAZNAS Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi refleksi mendalam atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam mengangkat harkat perempuan melalui pendidikan.
Dikutip dari situs resmi BAZNAS Majalengka, Selasa (21/04/2026), semangat Kartini dinilai sangat relevan dengan upaya pemberdayaan umat, khususnya perempuan muslimah, di tengah tantangan sosial dan ekonomi saat ini.
Kartini disebut tidak terlepas dari nilai-nilai Islam Nusantara dalam perjuangannya. Sebagai keturunan ulama Jepara, Kartini memiliki ketertarikan besar terhadap pemahaman Al-Qur'an. Bahkan, karya monumentalnya "Habis Gelap Terbitlah Terang" diyakini terinspirasi dari makna ayat suci "minadz-dzulumati ilan-nuur" dari kegelapan menuju cahaya.
Baca Lainnya :
- Pupuk Subsidi Aman, Majalengka Tancap Gas Hadapi Kemarau Panjang MT II 2026
- Digitalisasi ASN Dipercepat, Majalengka Terapkan E-Kinerja BKN untuk Perkuat Transparansi
- BAZNAS: Kartini Bukan Seremoni, Tapi Gerakan Besar Pemberdayaan Perempuan
- Ketua Komisi III DPRD Majalengka : Perempuan Penopang Utama Peradaban Bangsa
- Ketua DPRD Tegaskan Musrenbang RKPD 2027 Jadi Arena Uji Gagasan, Majalengka Didorong Lebih Unggul
BAZNAS menilai, gagasan tersebut menegaskan bahwa Islam memuliakan ilmu pengetahuan dan mendorong perempuan keluar dari kebodohan menuju kecerdasan.
Dalam perspektif BAZNAS, pendidikan menjadi fondasi utama perempuan sebagai madrasatul ula atau sekolah pertama bagi generasi bangsa. Perempuan tidak hanya berperan sebagai pendidik awal dalam keluarga, tetapi juga sebagai pilar peradaban yang menentukan kekuatan sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat.
"Pendidikan adalah kunci menjaga martabat perempuan dari diskriminasi dan keterbelakangan," tegas Agus.
Ia juga mengajak muslimah, khususnya di Majalengka, untuk menjadikan semangat Kartini sebagai dorongan menjadi agen perubahan yang cerdas dan tetap berpegang pada nilai religius.
"Sosok Kartini adalah teladan bagi muslimah modern untuk berkontribusi dalam sosial dan ekonomi tanpa meninggalkan akidah serta adab," ujarnya.
Sebagai bentuk konkret, BAZNAS Majalengka terus menggulirkan program pemberdayaan perempuan melalui bantuan modal usaha seperti Z-Mart dan Z-Chicken, serta dukungan beasiswa pendidikan. Program ini diharapkan mampu melahirkan "Kartini-Kartini baru" yang mandiri dan berdaya saing.
Momentum Hari Kartini pun diharapkan menjadi pengingat untuk terus meningkatkan literasi, memperkuat nilai keagamaan, serta memperluas kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. ** (Agit)


.jpg)














