- Dari Mangrove hingga Internet Publik, Program PLN di Pulau Sabira Raih Predikat Platinum
- BMKG Prediksi Jakarta Cerah hingga Cerah Berawan Sepanjang Senin, Suhu Capai 33 Derajat Celsius
- Tanpa Kedip, PLN Jaga Keandalan Listrik Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Berjalan Sukses
- Peluncuran Buku Abdul Rivai Ras Tegaskan Peran Strategis PTPN I bagi Indonesia
- HUT ke-81 RI: doa kebangsaan lintas agama tegaskan Bhinneka Tunggal Ika
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- H. Nurul Anwar Ajak Pengurus BKMT Perkuat Dakwah dan Pembinaan Generasi
- H. Taupik Nugraha, BKMT Berperan Besar Membina Umat dan Memperkuat Persatuan
- Harga garam Merosot, petani minta pemerintah tetapkan HET
- Pemkab Barito Utara Harapkan BKMT Jadi Mitra Strategis Membangun Masyarakat Religius
Warga Mekarsari Alami Sesak Nafas, Diduga Dari Aroma Bau PT Bintang Kanguru

Keterangan Gambar : Pabrik yang diduga mengeluarkan aroma bau
MEGAPOLITANPOS. COM, Kota Tangerang-Ratusan Warga RT. 5 RW. 5 Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari dipaksa untuk menikmati aroma tak sedap imbas pembakaran bahan baku PT Bintang Kanguru.
Masyarakat sekitar sudah sangat resah karena setiap pagi hari harus mencium asap berbau yang tidak wajar sehingga warga mengalami sesak nafas.
Penjelasan RT dan perwakilan warga setempat membenarkan asap hitam pekat keluar dari pabrik tekstil yang ternyata melakukan pembakaran berbahan Rubber Compound Oil (RCO) atau karet.
Baca Lainnya :
- PJT Tolak Tuntutan Buka Akses Jalan Aksi Demo Nyaris Bentrok
- Akses Jalan Bendungan Lahor Ditutup Ribuan Massa Gelar Aksi Tolak
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati Blitar Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahap 2
- Bupati dan DPRD Sambut JPO Hibah Boy Thohir, Majalengka Bersolek
“Sejak 6 bulan lalu kami sudah melakukan komplain ke pabrik Bintang Kanguru tapi tidak ditanggapi,” ujar Ketua RT setempat Aryanto, Kamis 14 September 2023.
Masyarakat saat ini telah menyerahkan persoalan ini melalui kuasa hukumnya, Yanto Nelson Nalle.
Nelson, sejak mendapatkan kuasa dari masyarakat setempat itu langsung bertindak menempuh upaya hukum dengan mengirimkan surat aduan ke 19 instansi terkait.
Mulai dari instansi keamanan, Pemerintahan baik eksekutif dan legislatif tingkat lokal sampai pusat namun belum mendapat tanggapan.
“Padahal sudah 3 kali saya bersurat ke sejumlah instansi terkait, yang merespon hanya polsek Neglasari,” ungkap Nelson.
Nelson juga berkali-kali mengirim surat ke PT Bintang Kanguru dan sampai saat ini pun belum mendapat tanggapan.
“Surat sudah selalu dilayangkan kepada owner pabrik akan tetapi hingga saat ini belom ada tanggapan, apakah harus ada masyarakat yang meninggal dunia baru bisa terbuka hatinya,” ucap Nelson.
“Sudah tiga kali saya ke pabrik ini untuk melakukan mediasi akan tetapi nihil hasilnya, karena owner selalu tidak ada di lokasi sekitar pabrik atau tidak berani menemukan kami,” tegasnya
Nelson juga menyesalkan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang yang acuh terhadap penderitaan masyarakat korban pembakaran RCO PT Bintang Kanguru.
“DLH pun hingga saat ini belom membuka suara atau bungkam terkait asap pabrik yang keluar tersebut, ada apa?” tanya Nelson.Jhn








.jpg)








