- Tan Ngi Hing : Dukung Rasionalisasi Platform Anggaran MBG Rp270 Trilyun 2027
- Dua Polisi Gadungan Diamankan Polsek Jatiuwung
- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Digelar, Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- PM Singapura Lawrence Wong Disambut Presiden Prabowo, Leaders Retreat Perkuat Kemitraan Strategis
- Apel Pagi Pemkot Depok, ASN Diminta Aktif Sukseskan CKG dan Imunisasi Lengkap
- Batara Expo 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Bupati Barito Utara Apresiasi Dedikasi Polri pada Syukuran Hut ke 80 Bhayangkara Tingkat Kabupaten Barito Utara
- Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara, Nurul Anwar Apresiasi Pengabdian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
Wamentan Sudaryono Siap Jalankan Tugas demi Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Sudaryono resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan) menggantikan pendahulunya, Harvick usai digelar serah terima jabatan di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jum'at (19/7/2024). Sertijab disaksikan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Sudaryono menyatakan akan menerapkan disiplin ketat ala militer dalam menjalankan tugasnya. Dia pun meminta agar jajaran pejabat dan pegawai Kementan memaklumi cara kerja tersebut.
"Jadi kita ini mengabdi menjadi pegawai misalnya di Kementerian, hari-hari kita menjalankan tugas kita. Tapi ingat bahwa kita adalah spesial, istimewa. Karena langkah kita datang kantor telat lima menit bisa jadi menimbulkan telat pupuk satu minggu, dua minggu bagi petani kita," kata Sudaryono dalam pidatonya.
Baca Lainnya :
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
Padahal, menurut Sudaryono, bibit dan pupuk adalah hidup dan mati bagi petani. Karena itu, ketepatan dan kedisiplinan terukur adalah hal yang penting.
"Saya merasakan sekali bibit tidak ada, pupuk tidak cukup, pupuk datang tidak tepat waktu, itu bedanya seperti langit dan bumi. Seperti hidup dan mati. Maksud saya adalah mari kita sama-sama. Saya yakin Pak Menteri, kemarin sudah sempat ikut rapim ya, bagaimana kerasnya Pak Menteri dalam hal bahwa pangan, kedaulatan pangan, dan kesejahteraan petani ini penting," imbuh Sudaryono seperti dikutip cnbcindonesia.
Dia juga menyampaikan, dalam menjalankan tugasnya, masih akan belajar banyak terkait birokrasi, struktur organisasi, manajemen di Kementan.
"Kalau urusan jadi anak petani, Pak Menteri, saya, sudah hafal karena saya dari kecil, saya lahir, saya tumbuh, saya besar, saya sekolah, dibiayai oleh orang tua yang memang berprofesi sebagai seorang petani," ujarnya.
"Keberhasilan saya adalah keberhasilan membantu mensukseskan apapun diperintah oleh Pak Menteri kepada saya. Saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, dan memberikan laporan, memberikan arahan, mohon maaf, memberikan laporan, memberikan masukan, barangkali usulan dari bawah kepada Pak Menteri. Sebagai bagian saya adalah anggota anak buah Bapak Menteri Pertanian yang setia dan loyal," paparnya.
Karena itu, lanjutnya, dalam mengemban tugasnya, Sudaryono mengibaratkan berada dalam hirarki militer. Hal itu, ujarnya, juga tak lepas dari pengaruh latar belakang pendidikannya di National Defense Academy of Japan.
"Saya meyakini bahwa salah satu cara manajemen yang efektif itu adalah manajemen tentara. Bahkan partai politik, organisasi, perusahaan, dan seterusnya menggunakan manajemen-manajemen ketentaraan. Walaupun tidak, bukan berarti terus militeristik, bukan, ini masalah disiplin, dan tepat waktu," tandasnya.
"Karena apa? Sekali lagi, abai kita dalam satu hal kecil di sini sangat berpengaruh terhadap nasib hidup jutaan orang. Baik jutaan orang petani maupun jutaan orang yang memang bergantung hidupnya dari pangan," bebernya.
Dia pun berjanji siap bekerja tak hanya 24 jam seperti Mentan Amran, tapi akan siap 28 jam.
"Saya siap bekerja 28 jam," tuntas Sudaryono.(*/Anton)



_-_Copy.jpg)













