- PRSI Babel Sukses Ramaikan Festival Semarak Ekraf Lewat Bangka Robotic Competition 2026
- Kementerian ATR/BPN Tegaskan Dukungan terhadap Proses Hukum Kasus di Kantah Kota Serang
- Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Lemhannas RI, Menteri Nusron: Perkuat Kepastian Hukum Aset Negara
- Klarifikasi Terkait Viral Harga Tabung Gas 3 Kg di Koperasi Merah Putih Ciakar, Tangerang Banten
- Belum Ada Kepastian, PT Aditya Laksana Sejahtera Minta OJK Perjelas Jadwal Mediasi
- Menteri Maman: SAPA UMKM Ubah Data Statis Jadi Kebijakan Tepat Sasaran
- Pemerintah Siapkan Regulasi DHE dan Ekspor CPO Jelang Berlaku 1 Juni 2026
- UKW Angkatan ke-65 PWI Jaya Digelar di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gelaran Bersih Desa Rejowinangun Implentasikan Kerukunan Dalam Kebhinekaan Hakiki
Wamentan Sudaryono Siap Jalankan Tugas demi Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Sudaryono resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan) menggantikan pendahulunya, Harvick usai digelar serah terima jabatan di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jum'at (19/7/2024). Sertijab disaksikan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Sudaryono menyatakan akan menerapkan disiplin ketat ala militer dalam menjalankan tugasnya. Dia pun meminta agar jajaran pejabat dan pegawai Kementan memaklumi cara kerja tersebut.
"Jadi kita ini mengabdi menjadi pegawai misalnya di Kementerian, hari-hari kita menjalankan tugas kita. Tapi ingat bahwa kita adalah spesial, istimewa. Karena langkah kita datang kantor telat lima menit bisa jadi menimbulkan telat pupuk satu minggu, dua minggu bagi petani kita," kata Sudaryono dalam pidatonya.
Baca Lainnya :
- Eman Suherman Gegerkan Aula, Baznas Bangun Harapan Warga
- Gen Z Majalengka Bersuara di Senayan, Sekolah Rusak Jadi Sorotan
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- YPPM Ungkap Alasan Pilih Otong Syuhada Jadi Rektor UNMA
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
Padahal, menurut Sudaryono, bibit dan pupuk adalah hidup dan mati bagi petani. Karena itu, ketepatan dan kedisiplinan terukur adalah hal yang penting.
"Saya merasakan sekali bibit tidak ada, pupuk tidak cukup, pupuk datang tidak tepat waktu, itu bedanya seperti langit dan bumi. Seperti hidup dan mati. Maksud saya adalah mari kita sama-sama. Saya yakin Pak Menteri, kemarin sudah sempat ikut rapim ya, bagaimana kerasnya Pak Menteri dalam hal bahwa pangan, kedaulatan pangan, dan kesejahteraan petani ini penting," imbuh Sudaryono seperti dikutip cnbcindonesia.
Dia juga menyampaikan, dalam menjalankan tugasnya, masih akan belajar banyak terkait birokrasi, struktur organisasi, manajemen di Kementan.
"Kalau urusan jadi anak petani, Pak Menteri, saya, sudah hafal karena saya dari kecil, saya lahir, saya tumbuh, saya besar, saya sekolah, dibiayai oleh orang tua yang memang berprofesi sebagai seorang petani," ujarnya.
"Keberhasilan saya adalah keberhasilan membantu mensukseskan apapun diperintah oleh Pak Menteri kepada saya. Saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, dan memberikan laporan, memberikan arahan, mohon maaf, memberikan laporan, memberikan masukan, barangkali usulan dari bawah kepada Pak Menteri. Sebagai bagian saya adalah anggota anak buah Bapak Menteri Pertanian yang setia dan loyal," paparnya.
Karena itu, lanjutnya, dalam mengemban tugasnya, Sudaryono mengibaratkan berada dalam hirarki militer. Hal itu, ujarnya, juga tak lepas dari pengaruh latar belakang pendidikannya di National Defense Academy of Japan.
"Saya meyakini bahwa salah satu cara manajemen yang efektif itu adalah manajemen tentara. Bahkan partai politik, organisasi, perusahaan, dan seterusnya menggunakan manajemen-manajemen ketentaraan. Walaupun tidak, bukan berarti terus militeristik, bukan, ini masalah disiplin, dan tepat waktu," tandasnya.
"Karena apa? Sekali lagi, abai kita dalam satu hal kecil di sini sangat berpengaruh terhadap nasib hidup jutaan orang. Baik jutaan orang petani maupun jutaan orang yang memang bergantung hidupnya dari pangan," bebernya.
Dia pun berjanji siap bekerja tak hanya 24 jam seperti Mentan Amran, tapi akan siap 28 jam.
"Saya siap bekerja 28 jam," tuntas Sudaryono.(*/Anton)


.jpg)













