- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
Wamentan Sudaryono Siap Jalankan Tugas demi Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Sudaryono resmi menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian RI (Wamentan) menggantikan pendahulunya, Harvick usai digelar serah terima jabatan di kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jum'at (19/7/2024). Sertijab disaksikan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Sudaryono menyatakan akan menerapkan disiplin ketat ala militer dalam menjalankan tugasnya. Dia pun meminta agar jajaran pejabat dan pegawai Kementan memaklumi cara kerja tersebut.
"Jadi kita ini mengabdi menjadi pegawai misalnya di Kementerian, hari-hari kita menjalankan tugas kita. Tapi ingat bahwa kita adalah spesial, istimewa. Karena langkah kita datang kantor telat lima menit bisa jadi menimbulkan telat pupuk satu minggu, dua minggu bagi petani kita," kata Sudaryono dalam pidatonya.
Baca Lainnya :
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
- KTH Blitar Marah Kerahkan Massa Gruduk Perhutani Tuntut Penyelesaian Masalah 90 Hari
Padahal, menurut Sudaryono, bibit dan pupuk adalah hidup dan mati bagi petani. Karena itu, ketepatan dan kedisiplinan terukur adalah hal yang penting.
"Saya merasakan sekali bibit tidak ada, pupuk tidak cukup, pupuk datang tidak tepat waktu, itu bedanya seperti langit dan bumi. Seperti hidup dan mati. Maksud saya adalah mari kita sama-sama. Saya yakin Pak Menteri, kemarin sudah sempat ikut rapim ya, bagaimana kerasnya Pak Menteri dalam hal bahwa pangan, kedaulatan pangan, dan kesejahteraan petani ini penting," imbuh Sudaryono seperti dikutip cnbcindonesia.
Dia juga menyampaikan, dalam menjalankan tugasnya, masih akan belajar banyak terkait birokrasi, struktur organisasi, manajemen di Kementan.
"Kalau urusan jadi anak petani, Pak Menteri, saya, sudah hafal karena saya dari kecil, saya lahir, saya tumbuh, saya besar, saya sekolah, dibiayai oleh orang tua yang memang berprofesi sebagai seorang petani," ujarnya.
"Keberhasilan saya adalah keberhasilan membantu mensukseskan apapun diperintah oleh Pak Menteri kepada saya. Saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, dan memberikan laporan, memberikan arahan, mohon maaf, memberikan laporan, memberikan masukan, barangkali usulan dari bawah kepada Pak Menteri. Sebagai bagian saya adalah anggota anak buah Bapak Menteri Pertanian yang setia dan loyal," paparnya.
Karena itu, lanjutnya, dalam mengemban tugasnya, Sudaryono mengibaratkan berada dalam hirarki militer. Hal itu, ujarnya, juga tak lepas dari pengaruh latar belakang pendidikannya di National Defense Academy of Japan.
"Saya meyakini bahwa salah satu cara manajemen yang efektif itu adalah manajemen tentara. Bahkan partai politik, organisasi, perusahaan, dan seterusnya menggunakan manajemen-manajemen ketentaraan. Walaupun tidak, bukan berarti terus militeristik, bukan, ini masalah disiplin, dan tepat waktu," tandasnya.
"Karena apa? Sekali lagi, abai kita dalam satu hal kecil di sini sangat berpengaruh terhadap nasib hidup jutaan orang. Baik jutaan orang petani maupun jutaan orang yang memang bergantung hidupnya dari pangan," bebernya.
Dia pun berjanji siap bekerja tak hanya 24 jam seperti Mentan Amran, tapi akan siap 28 jam.
"Saya siap bekerja 28 jam," tuntas Sudaryono.(*/Anton)




.jpg)












