- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
- Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Kirim Bantuan Korban Gempa Bumi NTT melalui PELNI
- MBK Buka 24 Jam Aturan Ruwet Pelaku Usaha Terancam Gulung Tikar
- DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Bank Mandiri Digugat karena Cairkan Kredit Rp200 Juta dengan Jaminan Aset Milik Orang Lain
- Sineas Indonesia Bongkar Formula Film Drama yang Masih Diminati Penonton
- Menkop Buka Kebumen Travel Mart dan Dorong IWAKK Walet Emas Jadi Koperasi
- Banpres Rp1,2 Triliun untuk UMKM Terdampak Bencana Sumatera Disalurkan Bertahap
- AiMOGA Mornine Raih Tiga Sertifikasi Uni Eropa, Siap Ekspansi ke Pasar Global
Wamen ATR/BPN Tinjau Inovasi MEMBARA di Kosambi, Membumikan Layanan Pertanahan Hingga Ujung Daerah

Keterangan Gambar : Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Rabu, (22/07/2025)
MEGAPOLITANPOS.COM Kabupaten Tangerang - Tepatnya tanggal 22 Juli 2025, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, untuk melihat langsung aksi nyata inovasi layanan pertanahan keliling yang diinisiasi Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang — MEMBARA, (Mendekat Merapat Bersama Rakyat).
Program ini menjadi bentuk kehadiran negara yang benar-benar turun kaki ke tanah, menghadirkan pelayanan pertanahan secara langsung ke tengah masyarakat, terutama di wilayah-wilayah terjauh yang sulit dijangkau.
Di sela-sela peninjauan, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Yayat Ahadiat Awaludin, menjelaskan langsung kepada Wamen ATR/BPN mengenai latar belakang lahirnya inovasi ini. Ia menyampaikan bahwa luas wilayah Kabupaten Tangerang yang mencapai lebih dari 95 ribu hektar, terbentang di 29 kecamatan, 28 kelurahan, dan 246 desa, menuntut cara kerja baru yang tidak bergantung pada ruang kantor semata.
Baca Lainnya :
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan

“Bukan masyarakat yang datang ke kami, tapi kami yang harus hadir di tengah mereka,” ujar Yayat sambil menunjukkan titik-titik lokasi layanan keliling yang telah dijalankan dalam program MEMBARA.
Wamen ATR/BPN mengapresiasi langkah progresif ini sebagai perwujudan nyata dari semangat reformasi birokrasi. Menurutnya, inovasi seperti MEMBARA adalah bentuk keberpihakan birokrasi kepada masyarakat kecil yang seringkali berada di luar jangkauan sistem.
“Kita tidak boleh menunggu rakyat datang. Kita yang harus mendekat, merapat, dan melayani. MEMBARA adalah contoh yang harus ditiru,” tegas Wamen dengan penuh penghargaan.
Apresiasi yang sama juga datang dari perwakilan Ombudsman Republik Indonesia dan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, yang menilai program ini sebagai bukti hadirnya layanan publik yang responsif dan humanis.

Dari balik panasnya tenda pelayanan di lapangan, dari sapaan warga pesisir dan desa-desa pelosok, semangat MEMBARA menyala: menyatukan birokrasi dan rakyat tanpa sekat, dengan pelayanan yang tidak lagi menunggu, tapi menjemput.
Karena bagi Kantah Kabupaten Tangerang, inovasi bukan soal teknologi canggih—tapi tentang keberanian untuk lebih dekat dan lebih peduli. ** (Nan)










.jpg)





