- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Digelar, Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- PM Singapura Lawrence Wong Disambut Presiden Prabowo, Leaders Retreat Perkuat Kemitraan Strategis
- Apel Pagi Pemkot Depok, ASN Diminta Aktif Sukseskan CKG dan Imunisasi Lengkap
- Batara Expo 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Bupati Barito Utara Apresiasi Dedikasi Polri pada Syukuran Hut ke 80 Bhayangkara Tingkat Kabupaten Barito Utara
- Hadiri Syukuran Hari Bhayangkara, Nurul Anwar Apresiasi Pengabdian Polri pada Hari Bhayangkara ke-80
- Irjen Pol Wibowo Resmi Pimpin Korps Lalu Lintas Polri gantikan Irjen Agus Suryonugroho
- Hadiri Groundbreaking Lanjas, Hj Nety Herawati Harapkan Manfaat Besar bagi Warga
Wali Kota Jakpus Apresiasi Program Mengubah Sampah Jadi Emas

Keterangan Gambar : Wali Kota Jakpus Dhany Sukma bersama PT Pegadaian, dalam kegiatan di Kampung Eduwisata Bhinneka, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Kamis (22/9).
MEGAPOLITANPOS.COM, DKI Jakarta-Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Dhany Sukma mengapresiasi Edukasi Mengemaskan Sampah untuk Indonesia yang dilakukan Bank Sampah hijau selaras mandiri bersama PT Pegadaian, di Kampung Eduwisata Bhinneka, Kelurahan Kebon Kosong, Kecamatan Kemayoran, Kamis (22/9).
Menurut Dhany, ini merupakan suatu langkah yang memiliki multiplayer effect dan manfaatnya luar biasa bagi semua yamg terlibat.
"Mengubah sampah dengan menjadi emas yang bisa diinvestasikan. Dan hasil investasinya itu juga bermanfaat bagi peningkatan ekonomi sebagai investasi keluarga atau investasi pribadi, kegiatan ini semua dimenangkan, semua mendapat dampak yang positif, pegadaian selaku kolaborator juga mendapatkan dampak positif dari investasi emasnya, masyarakat, dan pengelola juga otomatis akan mendapatkan dampak ekonominya," katanya.
Baca Lainnya :
- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- Jakarta Fair 2026 Tembus 4 Juta Pengunjung, JIEXPO Optimistis Capai Target 6 Juta
- Pakar Hukum Trisakti: Ancaman terhadap Polisi Saat Bertugas Tak Bisa Ditoleransi
- Maruarar Siraid : Oktober BRI Segera Luncurkan Pinjaman KUR Tanpa Bunga untuk UMKM
Dhany menuturkan masyarakat di Kota Administrasi Jakarta Pusat memiliki komitmen yang baik dalam pengelolaan sampah, hal tersebut terlihat dari partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini.
"Untuk di kelurahan lain juga ada dengan pendekatan yang berbeda, dengan kolaborator yang berbeda. Kalau di sini ada pegadaian, seperti di Cempaka Putih itu ada aja juga dari PLN yang terus melakukan pendampingan. Insya Allah Kepala Daerah dari Asia Tenggara akan berkunjung ke Kampung Samtama RW 03 Cempaka Putih," tuturnya.
BUMN, lanjut Dhany, juga sudah masuk dan berkolaborasi dengan warga-warga yang peduli untuk menghasilkan sesuatu agar dapat bermanfaat bagi lingkungan.
"Ini harus dikembangkan pada seluruh wilayah khususnya di Jakarta Pusat, di DKI bahkan di dunia dengan people, planet, prosperity yang menjadi komitmen global," ujarnya.
Dhany pun mengajak para kolaborator lain untuk ikut ambil bagian berkolaborasi bersama masyarakat, mensinergikan tujuan yang akan berdampak terhadap lingkungan.
"Kami mengajak pada seluruh kolaborator untuk sama-sama kita bersinergi mengambil bagian dalam langkah menyelamatkan planet kita, bumi kita tercinta ini melalui gerakan menjaga lingkungan," ajaknya.
Di tempat yang sama, Kepala Departemen Gadai PT Pegadaian Puji Widodo mengungkapkan, pegadaian sebagai sebuah BUMN memiliki komitmen berpartisipasi secara aktif sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat dan lingkungan dalam mengatasi sampah.
Menurutnya, masalah sampah menjadi problem yang pelik karena setiap hari orang memproduksi sampah, sehingga masalah ini membutuhkan sesuatu pemecahan solusi yang tidak mudah.
"Karena keterbatasan itu kita sangat mendukung program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) salah satunya adalah bagaimana mengolah sampah dengan cara dipilah-pilah, sampah yang terkumpulnya nantinya akan menjadi sebuah peluang untuk dikompresi oleh masyarakat ke dalam tabungan. Makanya kita namakan program mengubah sampah menjadi emas," ungkapnya. (Ronald)



_-_Copy.jpg)













