- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
- Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
- Ketua Bidang Perempuan PKS Dorong Kampus Bahas Isu Homoseksualitas Secara Objektif dan Menyeluruh
- Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro dan Beri Ucapan HUT Bhayangkara ke-80
- Bupati Shalahuddin Tandai Dimulainya Penataan Kawasan Kumuh Lanjas dan Pembangunan Water Front City
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Banjir Produk Gratis, dari Makanan hingga Perawatan Tubuh
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
Wakil Ketua DPC Gerindra Tomi Gandhi Apresiasi Langkah Tegas Wakil Bupati Terkait Evaluasi Acara Wisuda TK-SMA

Keterangan Gambar : Foto: Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar Tomi Gandhi Sasongko bersama Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso
MEGAPOLITANPPS.COM, Blitar - Usai adanya kebijakan Wisuda bagi kelulusan siswa dari Taman Kanak - Kanak hingga jenjang SLTA di Kabupaten Blitar sempat heboh dan viral tentang penolakan acara wisuda kelulusan siswa TK sampai SMA di media sosial.
Akibat penolakan yang sampai ke telinga Wabup Blitar Rahmat Santoso, pihaknya langsung merespon dan minta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar untuk melakukan evaluasi.
Upaya Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso dilakukan begitu ia tahu ramainya penolakan terkait acara wisuda, kelulusan sekolah TK – SMA di sejumlah media sosial.
Baca Lainnya :
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
- Polres Majalengka Sikat Jambret, Tangkap Pelaku Hitungan Jam
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur
- Iing Misbahuddin Soroti 87 Tambang Ilegal, Pajak Majalengka Bocor
“Ternyata kondisi ini juga banyak dikeluhkan di Kabupaten Blitar,” tutur Wabup Rahmat, Kamis (16/06/23).
Lebih lanjut orang nomor dua di Kabupaten Blitar tersebut menjelaskan alasan penolakan acara wisuda tersebut memang masuk akal, seperti biaya yang dikeluarkan orang tua.
“Padahal setelah lulus (baik TK sampai SMA), biaya untuk melanjutkan pendidikan jenjang selanjutnya juga harus disiapkan orang tua dan itu lebih urgent,” jelasnya.
Dilain pihak Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Blitar Tomi Gandhi Sasongko ketika dalam pertemuannya dengan Rahmat Santoso Wakil Bupati Blitar yang sekaligus juga sebagai Wakil Ketua DPW PAN Provinsi Jawa Timur, Tomi Gandhi sangat mengapresiasi langkah Wabup Rahmat mendesak Kadindik lakukan evaluasi.
"Saya sangat mengapresiasi atas sikap Mas Rahmat, terkait wisuda ini sangat benar dan ngapain juga ada wisuda-wisuda segala, kalau bisa di hapus saja kegiatan yang tidqk penting ini. Ini baru pemimpin keren. saat ini masyarakat Blitar sedang bermimpi mendambakan pemimpin yang bisa, mengerti kondisi dan nampak kinerjanya berani, berkarakter dan tidak serakah,"ungkap Tomi Gandhi.
Tomi yang juga selaku pengusaha muda ini juga menuturkan, kondisi perekonomian kita sedang terpuruk, keuangan setiap keluarga juga perlu diperhatikan. Jika dalam satu keluarga mempunyai anak yang lulus sekolah lebih dari satu anak jelas akan sangat membebani orang tua.
"Misalnya dalam satu keluarga ada yang lulus TK lulus SD, juga SMA kemudian harus ikut acara wisuda ini akan memberatkan keluarga tersebut, apalagi kalau digelar secara mewah di hotel,” tandasnya.
Ditambahkan Wabup Rahmat seharusnya kelulusan sekolah tingkat TK sampai SMA, cukup dengan perpisahan sederhana tapi bermakna.
"Dengan pembekalan untuk persiapan pendidikan selanjutnya, ucapan terima kasih untuk gurunya atau kegiatan lain yang bermanfaat,” imbuhnya.
Dilansir Lenteratooday.com, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Drh. Adi Andaka menyampaikan bila acara wisuda ini sebenarnya bentuk apresiasi keberhasilan anak didik atas kelulusannya. “Itu pun kebanyakan sekolah swasta, kalau sekolah negeri tidak semua dan hanya sederhana di sekolah,”ujar Adi.
Terkait desakan Wabup Blitar untuk mengevaluasi acara wisuda TK sampai SMA, Adi mengaku akan memberikan saran dan masukan ke sekolah-sekolah melalui pengawas yang ada di tiap kecamatan.
“Nanti akan kita berikan masukan, agar tidak menggelar wisuda besar-besaran dan mewah,” terangnya.
Tidak hanya sekolah negeri, sekolah swasta akan dikoordinasikan juga dengan pihak Depag untuk sekolah dibawahnya.
“Intinya jangan mengutamakan cashing (kemasan acara wisudanya), tapi isi acara dan jangan sampai memberatkan orang tua,” pungkasnya. ** (za/mp)

















