Breaking News
- PRSI: Prodi Robotika dan AI UHB Jadi Langkah Besar untuk Masa Depan Indonesia
- Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia di Jakarta
- Pelaku Pembunuhan Wanita di Serpong Utara Dibekuk Resmob PMJ Kurang dari 24 Jam
- Pramono Anung Tekankan Sinergi dan Ekspansi BUMD demi Jakarta Global City
- Dorong Peran BUMD DKI sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Gelar BUMD Leaders Forum
- Pemkab Barito Utara Komitmen Dukung Cegah Karhutla, Sekda Muhlis Hadiri Apel Siaga Karhutla 2026
- Polda Metro Bongkar 6 Lokasi Praktik Pengoplosan Gas Subsidi Beromzet hingga Miliaran Rupiah
- Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
- Kodim Tangerang Gelar Patroli Dialogis, Ajak Warga Bersatu Cegah Kriminalitas
- Koramil 01/Tgr Bersama Warga, Patroli Malam Ciptakan Keamanan Wilayah
Wakil Bupati Apresiasi Dalang Cilik, Sebagai Penerus Seni Jagat Pakeliran yang Tampil Pada Malam Res

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar ke 698 ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Jum'at malam (05/08/22) di aloon-aloon Kantor Kabupaten Blitar di Kanigoro dihadiri Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso, Forkopimda Ki Dalang Sinarto, S.Kar, MM yang sekaligus Ketua Pepadi Jawa Timur. Pagelaran wayang kulit malam itu mengambil lakon Kresno Gugah.
"Pagelaran seni budaya wayang kulit adalah bagian dari satu upaya membangkitkan ekonomi. Seperti yang panjenengan pirsani, banyak masyarakat ambil bagian dengan menjajakan dagangannya. Karena memang dua tahun kita tidak bisa menggelar wayang kulit. Dan Alhamdulillah tahun ini, kita kembali bisa menyaksikan budaya warisan leluhur setelah 2 tahu semua kegiatan fakum karena pandemi Covid 19, dan menuju endemi kebijakan pemerintah melonggarkan semua kegiatan masyarakat,"ujar Rahmat Santoso.
Sekilas tentang lakon Krisna Gugah itu sendisi orang nomor dua di Pemkab Blitar ini juga memaparkan," kisah Kresna Gugah, yang intinya menceritakan
usaha Krisna untuk mengentaskan perang Bharatayuda dengan upaya Sri Krisna bertapa dan meninggalkan ngrogoh sukma, ( meninggalkan badan wadag atau tubuhnya . Red ), Sukma sang Narayana (Sri Kresna) mengembara menuju kahyangan untuk meminta pertanggungjawaban kepada para dewa atas Bharatayuda. Namun waktu telah berlalu, kala menjadi masa hingga takdir Bharatayuda harus terjadi dan dijalani sebagai bentuk pertanggungjawaban sumpah Kurawa dan Pandhawa pada dunia," tuturnya.
Sebagai penggambaran umat manusia di dunia, pihaknya mengajak semua dapat maknai cerita dalam wayang tersebut sebagai perangnya antara nafsu baik dan nafsu buruk. " Saya ingin kita semua bernafsu untuk memajukan Kabupaten Blitar yang dikenal dengan tanahnya para raja (Land of Kings) melalui sinergitas, kolaborasi dengan seluruh elemen. Dan kita harus membuang nafsu buruk antara lain dengan menanggalkan ego sektoral, program/kegiatan yang tidak tepat sasaran, sehingga tujuan kita bersama dalam rangka mewujudkan Kabupaten Blitar yang mandiri dan sejahtera berlandaskan akhlak mulia baldatun toyyibatun warobun ghofur,"tandasnya
Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blitar, Rahmat Santoso yang juga akrab disapa Makdhe Rahmat ini menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian Hari Jadi Blitar ke-698. Semoga, bukan saja kemeriahannya yang bisa kita nikmati termasuk pecel dan jamu tradisionalnya, namun juga makna dari Hari Jadi tahun ini sebagai penyemangat bagi kita untuk bangkit menata ekonomi demi terwujudnya masyarakat yang maju dan sejahtera.
"Saya berpesan khususnya kepada para pegiat seni agar bisa merangkul kalangan milenal. Ajak mereka untuk melestarikan budaya/kesenian kita diantaranya wayang kulit. Dan saya mengapresiasi kegiatan festival dalang cilik yang telah digelar beberapa waktu lalu. Hal tersebut sebagai upaya untuk mencari bibit-bibit dalang professional. Sekali lagi, mari kita terus berikhtiar agar seni, budaya Kabupaten Blitar menjadi destinasi wisata yang digemari oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Manfaatkan teknologi, untuk berkreasi maupun publikasi, jadikan tontonan yang sekaligus sebagai tuntunan dalam kehidupan kita,"pungkasnya (za/mp)

.jpg)















