- Pj Damang Lahei Apresiasi Pemda dan Pertamina Jaga Pasokan BBM
- Polri Bongkar Sarang Judi Online Jaringan Internasional di Hayam Wuruk, 321 Operator WNA Diamankan
- DPRD Majalengka Bongkar Dilema Galian C Ilegal : Lingkungan Rusak, Rakyat Terjepit
- Kaban Kesbangpol Barito Utara Minta Warga Bijak Membeli BBM, Belilah Sesuai Kebutuhan
- Di Tengah Isu Kelangkaan BBM Pasokan di Barito Utara Tetap Stabil, Aktivitas Warga Tetap Berjalan Lancar
- PRSI Perkuat Posisi Robotika sebagai Olahraga Nasional di Bawah Naungan KORMI
- Direktur YLBH Fajar Trilaksana Ingatkan DPRD Gresik: Pokir Jangan Dijadikan Bancakan
- Jalin Komitmen Bersama KPK dan Pemda se-Sultra, Staf Ahli Kementerian ATR/BPN: untuk Peningkatan Kualitas Layanan Pertanahan
- Pemasangan Patok Tanda Batas dan Pengukuran Tanah Wakaf Di Kabupaten Tangerang
- Ketua DPR RI Puan Maharani Dorong Budaya Pilah Sampah Jadi Gerakan Nasional
UMKM Danau Toba Berdaya Saing Lewat Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro
MEGAPOLITANPOS.COM, Tapanuli Utara - Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan 21 kolaborator kementerian/lembaga memfasilitasi 8.375 pengusaha UMKM Danau Toba untuk mendapatkan akses kemudahan berusaha agar mampu bertransfromasi menjadi usaha formal yang berdaya saing tinggi.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam acara Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro yang diselenggarakan di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (25/7) mengatakan, Kementerian UMKM mendorong sebanyak-banyaknya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem usaha yang kondusif termasuk mempermudah perizinan bagi UMKM.
"Melalui acara ini kita bersinergi mewujudkan satu ekosistem, kolaborasi lintas institusi yang memiliki wewenang untuk mengeluarkan sertifikasi dan perizinan mulai dari NIB, halal, PIRT hingga pembiayaan melalui KUR," kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman.
Baca Lainnya :
- Menteri Maman Ajak Pengusaha UMKM di NTT Optimalkan KUR
- Menteri UMKM Lantik Sekretaris Kementerian dan Deputi Kewirausahaan
- Kementerian UMKM Lepas Ekspor 24 Ton Gula Kelapa Organik ke Ghana Senilai Rp1,1 Miliar
- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
- Kunjungan ke China, Menteri Maman Buka Peluang Besar UMKM Tembus Pasar Global
Menteri Maman menjelaskan, fasilitasi kemudahan usaha mikro di Danau Toba bukanlah tanpa alasan. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 60 persen dan menyerap tenaga kerja kurang lebih 96 persen.
"Saat ini sebagian besar UMKM masih berada di sektor informal. Artinya tugas pemerintah sebagaimana amanah dan tugas dari Presiden adalah bagaimana caranya agar sektor informal bisa berkurang bergeser ke sektor formal. Ajang ini menjadi salah satu wujud konkret yang kita lakukan," kata Menteri UMKM.
Ia juga berharap dengan kolaborasi berbagai pihak, UMKM yang berada di sektor informal mampu bertransformasi menjadi usaha formal dan meningkat daya saing serta produktivitasnya.
"Saat UMKM sudah memiliki legalitas seperti perizinan kami percaya akan dapat ditingkatkan daya saing dan produktivitasnya, sehingga ekonomi masyarakat dan daerah tumbuh," kata Menteri Maman.
Dalam ajang tersebut juga dilaksanakan penandatangan nota kesepahaman berupa dua perjanjian kerja sama antara Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum.
"Kolaborasi ini menyasar berbagai aspek penting dalam dunia usaha mikro, mulai dari penyuluhan hukum, akses bantuan hukum, hingga penguatan hak kekayaan intelektual UMKM," kata Menteri Maman.
Pada kesempatan yang sama Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menekankan pentingnya legalitas usaha dalam melindungi tumbuh kembang UMKM.
Ia menyebutkan setidanya terdapat 2 poin penting, yakni pembentukan badan usaha serta kepemilikan merek dan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).
"Dalam hal proses tumbuh kembang UMKM, hal ini menjadi bentuk dukungan administrasi terhadap lembaga pembiayaan. Lebih dari itu terdapat nilai ekonomi di dalamnya, karena itu harus dilindungi," kata Menteri Hukum.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro.
"Dengan status provinsi nomor 4 terbesar di Indonesia, saat ini Sumut memiliki 870 ribu pengusaha UMKM. Dari angka tersebut baru 3 persen yang memiliki NIB, sebanyak 7,77 persen yang baru mendapatkan akses pembiayaan dan baru 19 perden yang mengadopsi teknologi digital," kata Bobby Nasution.
Untuk itu ia meyakini ajang ini dapat menjadi lokomotif dalam mendukung misi Presiden untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga juga turut mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Kementerian UMKM tersebut. Ia menyebutkan bahwa Sumatera Utara merupakan gudangnya pengusaha UMKM, secara khusus adalah pengusaha di Danau Toba.
"Sangat banyak pengusaha UMKM di Danau Toba, tetapi saat ini, mayoritas di antaranya masih bergerak di sektor informal contohnya pengusaha kacang sihobo yang sudah mendunia," kata Lamhot Sinaga.
Ia menambahkan dengan tidak memiliki legalitas akses terhadap permodalan hal itu bisa menjadi penghambat untuk bisa berkembang lebih besar.
"Maka dengan digelarnya festival seperti ini, fasilitas perizinan dimudahkan. Sehingga ke depan, pengusaha UMKM bisa dengan cepat mengakselerasi diri untuk naik kelas dari pengusaha kecil menjadi menengah, yang menengah menjadi besar," kata Lamhot Sinaga.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).











.jpg)




