- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Digelar, Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas Siap Cetak Prestasi
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Kopassus
Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD

Keterangan Gambar : Saifulin selaku ketua panitia penyelenggara
MEGAPOLITANPOS.COM - Blitar – Pasar Hewan Terpadu Tangkil Kecamatan Wlingi jadi ajang gelaran kontes sapi hari ini Sabtu (25/07/26) yang diinisiasi oleh Paguyuban Peternak Sapi Blitar Bersatu (PPSBB) juga menggelar Expo sapi dari peternak Nusantara.
Ada ratusan sapi terbaik dari berbagai penjuru Indonesia memenuhi arena Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Blitar ke 702 tahun 2026 dan berlangsung hingga hari Minggu ( 26/07/26 )
Tak kurang dari 170 ekor sapi lebih ikut ajang bergengsi piala bupati dengan total hadiah ratusan juga, dan kegiatan menjadi parameter kekompakan dengan semangat gotong royong para peternak yang berhasil menggelar ajang berskala nasional tanpa dukungan anggaran dari pemerintah daerah, bahwa kolaborasi komunitas peternak mampu menghadirkan sebuah event berkualitas.
Baca Lainnya :
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- Bank Majalengka Genjot UMKM Lewat KURMA, Modal Mudah Tanpa Jaminan
Peserta tidak hanya datang dari Blitar dan wilayah Jawa Timur, tetapi juga dari Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Banyuwangi, Lumajang, Malang, hingga sejumlah daerah lainnya.
Saifulin selaku ketua panitia penyelenggara menyampaikan, kontes san Expo ini seluruh pembiayaan penyelenggaraan berasal dari paguyuban dan dukungan para sponsor. Sementara pemerintah daerah dan Dinas Peternakan sejauh ini baru memberikan dukungan berupa fasilitasi tempat pelaksanaan.

"Kegiatan ini murni kami selenggarakan dari paguyuban bersama para sponsor. Memang belum ada dukungan anggaran dari pemerintah daerah maupun dinas. Namun kami ingin membuktikan bahwa peternak mampu menghadirkan kontes sapi yang berkualitas dan layak menjadi agenda besar Kabupaten Blitar," ujar Saifulin.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bahwa dunia peternakan, khususnya sapi Peranakan Ongole (PO), masih terus berkembang dan memiliki daya saing tinggi.
"Alhamdulillah antusias para peternak luar biasa. Peserta datang dari Jakarta, Yogyakarta, Banyuwangi, Lumajang, Malang, dan daerah lainnya. Ini membuktikan Blitar memiliki daya tarik sebagai lokasi kontes sapi berskala nasional," kata pria yang akrab disapa Kawok ini.
Agar kualitas perlombaan tetap terjaga, panitia menghadirkan dewan juri profesional yang telah berpengalaman menjadi juri pada ajang bergengsi, termasuk Piala Presiden di Kemayoran.
Kehadiran juri nasional diharapkan mampu menjamin penilaian berlangsung objektif, transparan, dan sesuai standar.
Dalam kontes tersebut diperlombakan sembilan kategori, mulai kelas pedet jantan, pedet betina, calon induk, PO P0, PO P1, PO P2, PO P3, hingga kelas ekstrem yang menjadi magnet perhatian pengunjung.
Saifulin menjelaskan, kategori ekstrem diisi sapi-sapi berbobot fantastis dengan ukuran tubuh yang jauh di atas rata-rata. Bahkan, beberapa peserta memiliki bobot lebih dari 13 kuintal atau sekitar 1,3 ton, dengan peserta berasal dari Malang, Banyuwangi, dan daerah lainnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, kontes ini menjadi ruang berkumpulnya para peternak setelah beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan berat akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Melalui ajang tersebut, para peternak saling bertukar pengalaman sekaligus menunjukkan hasil pemeliharaan terbaik mereka.
"Harapan kami, para peternak di Blitar Raya kembali bangkit dan semakin bersemangat mengembangkan usaha peternakan setelah terdampak wabah PMK. Kontes ini bukan hanya mencari juara, tetapi menjadi ajang silaturahmi dan motivasi agar kualitas ternak terus meningkat," ungkapnya.
Di sisi lain, Saifulin juga menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Blitar agar memberikan perhatian lebih terhadap penyelenggaraan kontes sapi yang dinilai memiliki dampak positif bagi sektor peternakan dan perekonomian daerah.
Menurutnya, keberhasilan menyelenggarakan event nasional secara mandiri seharusnya menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk memberikan dukungan anggaran pada tahun-tahun mendatang.
"Tahun ini kami membuktikan bahwa tanpa anggaran pemerintah kegiatan tetap bisa berjalan berkat kekompakan paguyuban dan dukungan sponsor. Ke depan kami berharap Bupati Blitar, DPRD, dan Dinas Peternakan dapat memberikan dukungan agar kontes ini semakin besar, lebih profesional, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas," ujarnya.
PPSBB pun optimistis Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar mampu berkembang menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender resmi Kabupaten Blitar.
Selain menjadi ajang adu kualitas ternak, kegiatan ini juga diyakini dapat menggerakkan sektor UMKM, perdagangan, hingga pariwisata daerah.
Di penghujung acara, deretan sapi-sapi unggulan masih menjadi pusat perhatian pengunjung. Anak-anak, peternak, hingga pecinta ternak tampak memadati arena, mengabadikan momen bersama sapi-sapi berukuran raksasa yang menjadi kebanggaan para pemiliknya.
Bagi PPSBB, kemeriahan itu bukan sekadar penutup sebuah perlombaan, melainkan awal dari harapan agar Blitar semakin dikenal sebagai salah satu barometer peternakan sapi nasional, dengan kontes ini kelak menjadi tradisi tahunan yang dinantikan para peternak dari seluruh Indonesia. (za/mp)















