- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- UMKM Naik Kelas, Kementerian UMKM dan OJK Bentuk Satgas Pembiayaan
- Peringati Hari Veteran Nasional, Bandung Serukan Kolaborasi dan Pelayanan untuk Masyarakat
- Operasional PT Dua Kuda Indonesia Masih Tersendat Meski Dapat Izin Going Concern, Manajemen Soroti Hambatan Administratif
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- OJK Luncurkan ETF Emas, Investasi Aman di Bursa Saham
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Dari Sampah Jadi Energi: Bank Jakarta Perluas Program Biodigester di Jakarta Utara
- EDRR Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Mitigasi Bencana dan Penyelamatan Global di JIExpo Kemayoran
- Hambatan Administratif Kepailitan Tekan Produksi dan Ekspor, PT Dua Kuda Indonesia Minta Operasional Tetap Berjalan
Toko Roti di TangCity Menolak Pembayaran Manual, Dikeluhkan Seorang Ibu

Keterangan Gambar : Ilustrasi
MEGAPOLITANPOS.COM, KOTA TANGERANG - Sebuah toko roti di TangCity Mall menolak pembayaran uang cash atau manual, dan hanya menerima pembayaran secara digital, dikeluhkan oleh seorang ibu yang tidak mau disebutkan namanya, Minggu (25/5).
Seorang ibu yang hendak membeli beberapa roti, dan sudah mengantri panjang, ketika hendak membayar secara cash ditolak oleh kasir toko roti.
Baca Lainnya :
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
"Tidak bisa pakai uang cash Bu, pembayaran hanya bisa pakai cara digital, karena ini aturan dari management toko kami Bu," ujar kasir tersebut menjelaskan kepada ibu tersebut.
Beberapa saat ibu tersebut sempat kebingungan karena tidak siap dengan pembayaran digital.
Penulis melihat ibu tersebut menanyakan kepada suaminya apa punya aplikasi yang bisa membayar roti tersebut. Sepertinya suaminya pun tidak mempunyai aplikasi untuk pembayaran digital.
Penulis dalam hal ini tidak anti dengan perkembangan teknologi, dan menerima perkembangan teknologi termasuk untuk setiap pembayaran yang memakai cara digital.
Tetapi menurut penulis, pihak management toko roti tersebut seharusnya juga tetap bisa menerima pembayaran secara cash atau manual.
Menurut penulis tidak semua masyarakat siap dengan pembayaran secara digital, dan masih ada yang hanya siap melakukan pembayaran secara manual.
Semoga menjadi perhatian bagi management dari toko apa saja, untuk permasalahan ini.
Penulis : Johan, Pimred megapolitanpos com.

















