- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Tingkatkan Kompetensi, Kementan Bidik Potensi TUK di Provinsi Kaltara

Keterangan Gambar : Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembentukan Calon TUK di Provinsi Kalimantan Utara yang dilaksanakan di Kota Tarakan, Rabu (4/06/2025),
MEGAPOLITANPOS.COM, Tarakan- Kompeten atau belum kompetennya seseorang berpengaruh besar dalam dunia kerja. Seseorang yang mahir dalam melakukan suatu pekerjaan perlu mendapatkan pengakuan atas kemahirannya sehingga layak disebut kompeten.
Menjadi kompeten adalah keharusan di masa kompetisi yang tinggi atau hyper competition dan ini berlaku hampir disemua sektor tak terkecuali sektor pertanian.
Salah satu kunci dalam meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia (SDM) pertanian adalah dengan peningkatan kompetensi dan pemberian pengakuan kompetensi oleh Lembaga Seritifikasi Profesi (LSP). Seperti diketahui Bersama LSP merupakan lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi kompetensi kerja yang mendapatkan lisensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Baca Lainnya :
- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
Dalam prosesnya LSP memerlukan Tempat Uji Kompetensi (TUK) sebagai tempat kerja atau tempat lainnya yang memenuhi persyaratan untuk digunakan sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi.
Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja di sektor pertanian.
“Sertifikasi ini bukan sekadar pengakuan formal, tetapi juga merupakan bukti bahwa tenaga kerja pertanian Indonesia memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan tenaga kerja yang tersertifikasi, kita dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian nasional,” tegas Mentan Amran.

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengatakan legalitas kompetensi sangat diperlukan saat ini.
“Kemahiran seseorang dalam suatu bidang perlu dipertegas dengan adanya legalitas dalam hal ini pengakuan atas kemampuan kita. Sertifikasi menjadi hal yang wajib untuk menunjukkan profesionalisme kita dalam bidang tertentu,” kata Santi.
Saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembentukan Calon TUK di Provinsi Kalimantan Utara yang dilaksanakan di Kota Tarakan, Rabu (4/06/2025), Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslatan) Inneke Kusumawaty mengatakan, sebagai sarana yang mendukung proses penilaian kompetensi, maka TUK harus memiliki standar kelayakan yang memadai untuk pelaksanaan sertifikasi.
“TUK diharapkan bukan hanya sebagai tempat pelaksanaan uji sertifikasi kompetensi tapi juga menjadi tempat kerja. Keberadaan TUK di Provinsi Kalimantan Utara sangatlah penting. Dikarenakan belum adanya TUK di Provinsi Kalimantan Utara, maka perlunya diselenggarakan kegiatan berupa Bimbingan Teknis Pembentukan Calon TUK”, papar Inneke.
Inneke menambahkan, Balai Penyuluhan Pertania (BPP), Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), dan Brigade Pangan (BP) dapat membentuk TUK.
“TUK bukan sekedar tempat uji kompetensi, tetapi juga sekaligus sebagai tempat usaha dengan memiliki kegiatan produksi pertanian, dapat memberikan jasa pelatihan, dan sebagai pemasaran kegiatan sertifikasi kompetensi”, tegasnya.
Dihadapan peserta Bimtek yang terdiri dari perwakilan Sekretariat LSP Pertanian Kementan, Perwakilan Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten/Kota, se Provinsi Kalimantan Utara, Perwakilan Asesor Kompetensi Pertanian, Ketua P4S se Provinsi Kalimantan Utara, Ketua Asosiasi Petani Kopi Malinau serta beberapa Ketua Kelompok Tani, Kapuslatan juga menekankan bahwa Pusat Pelatihan Pertanian sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pertanian (LSP) telah berkomunikasi dengan Gubernur Kaltara untuk peningkatan kompetensi SDM pertanian.
“Selaku PJ swasembada pangan Provinsi Kaltara, kami berkomuniasi secara aktif dengan Pak Gubernur, beliau sangat mendukung Pembangunan pertanian di Kaltara . Salah satu yang kita akan lakukan selain Oplah, LTT dan pembentukan BP adalah membentuk TUK, mencetak Asesor, dan melakukan sertifikasi bagi pelaku usaha pertanian, seperti penyuluh dan petani”, tutup Inneke.
Dari kegiatan Bimtek ini teridentifikasi potensi calon TUK di Provinsi Kaltara antara lain BPP Kota Tarakan, Asosiasi Kopi dan UPTD Alsintan Kabupaten Malinau, BPP Tanjung Selor, BPP Tanjung Palas, P4S Bulungan Mandiri Farm, P4S Lintang Agrita, P4S Maspul dan BPP Sesayap.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)












