- Bupati Majalengka Kucurkan Rp 7 Miliar, Jembatan Waringin Akhirnya Terwujud
- Tan Ngi Hing : Bazar Merdeka Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM RW 14 Karangtengah
- Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, 181 Meter Merah Putih Berkibar di Muka Indonesia
- HUT ke-41 Dufan Ancol Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Nikmati Wahana Gratis
- Dilepas ke 11 Negara, 4.021 Alumni LKP Siap Bersaing di Dunia Kerja Global
- PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum kepada Presiden, Persoalkan Pembatalan Lahan di Batam
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
- Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Kirim Bantuan Korban Gempa Bumi NTT melalui PELNI
- MBK Buka 24 Jam Aturan Ruwet Pelaku Usaha Terancam Gulung Tikar
- DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
Teken MoU dengan BP2MI, Bupati Kerawang Ungkap Kerja Ikhlas Benny Rhamdani Lindungi PMI

Keterangan Gambar : Foto bersama Kepala BP2MI Benny Rhamdani dengan pejabat Pemda, lembaga pendidikan dan keuangan usai penandatanganan nota kerjasama (MoU).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani dan Bupati Kerawang, Cellica Nurrachadiana menandatangani nota kesepahaman (MoU) pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI), bertempat di Aula KH. Abdurrahman Wahid, Kantor Pusat BP2MI, Jakarta, Kamis (13/4/2023).
Selain Bupati Kerawang, pejabat pemda dan lembaga lainnya yang ikut melakukan penandatanganan kerjasama dengan BP2MI diantaranya, Pj Bupati Kepulauan Mentawai, Martinus D, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Denpasar, I Made Toya, Rektor Universitas Samudera, Prof Dr. Hamdani, Rektor Universitas Muhammadiyah Pringsewu, Wanawir AM, Rektor Universitas Aisyah Pringsewu, Wisnu Probo Wijayanto.
Dalam sambutannya Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengungkapkan, bahwa banyak perubahan telah dilakukan Kepala BP2MI.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Kucurkan Rp 7 Miliar, Jembatan Waringin Akhirnya Terwujud
- Tan Ngi Hing : Bazar Merdeka Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM RW 14 Karangtengah
- Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, 181 Meter Merah Putih Berkibar di Muka Indonesia
- HUT ke-41 Dufan Ancol Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Nikmati Wahana Gratis
- Dilepas ke 11 Negara, 4.021 Alumni LKP Siap Bersaing di Dunia Kerja Global
"Banyak perubahan dilakukan Kepala BP2MI. Sebagai penghargaan kita, sebagai legitimasi kita kepada para pekerja migran Indonesia. Saya tau hafal betul ruangan ini, banyak problem penempatan pekerja migran Indonesia yang diselesaikan secara sempurna. Kini dari sisi data yang terintegrasi, termasuk seperti ruangan. Pemerintah dan kita semua bangga punya pemimpin seperti Pak Benny,’’ ungkap Cellica, dilansir laman BP2MI.
Cellica juga mengatakan, pentingnya peran pemerintah daerah dalam merespon dan menjalankan apa perintah undang-undang tentang Pelindungan PMI. Termasuk atas berbagai upaya yang dilakukan BP2MI untuk kebaikan PMI.
"Terimakasih BP2MI. Kita pemerintah daerah sudah sewajibnya berkolaborasi bekerja bersama untuk melindungi dan memfasilitasi Pekerja Migran Indonesia. Yang jadi momok adalah PMI yang bekerja ilegal, maka kami meminta agar dilakukan sosialisasi masif dan tindakan preventif," cetusnya.
Ia pun mengapresiasi konsistensi dan keberpihakan Kepala BP2MI dalam memperjuangkan kepentingan PMI. Tak hanya itu, Cellica menceritakan sekilas tentang kondisi kantor BP2MI yang menurutnya tidak semaju sekarang.
"Pak Benny Rhamdani memiliki komitmen yang luar biasa. Keberpihakan dan perbaikan-perbaikan yang dilakukan BP2MI saat ini. Di tahun-tahun sebelumnya saya sering mendatangi kantor ini, dan situasinya tidak seperti sekarang. Jauh perubahannya, tentu ini karena pemimpin BP2MI bekerja serius untuk melayani pekerja migran Indonesia. Insya Allah perubahan-perubahan ini menjadi amal ibadah bagi Pak Benny,’’ ujar Cellica mewakili harapan pemerintah daerah lainnya yang hadir dan menandatangani kerjasama.
Pada kesempatan sama, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menjelaskan soal peran yang dilakukan pihak Kementerian Pertanian dalam menyiapkan tenaga kerja di sektor pertanian. Menurut dia, pentingnya kerja bersama untuk melahirkan PMI yang kompeten.
"Termasuk di Kementerian Pertanian, kami melahirkan atau mencetak calon-calon pekerja migran Indonesia yang handal, profesional. Khususnya mereka yang nanti akan diberangkatkan secara resmi bekerja di negara-negara yang sektor pertaniannya lebih maju. Kami menyadari kerja luar biasa dari BP2MI, melalui MoU salah satunya ini sangat penting. Semoga kita bisa sama-sama melahirkan PMI yang berkompeten, terlebih untuk sektor pertanian,’’ beber Dedi saat menghadiri penandatanganan.
Turut hadir dalam acara tersebut, pejabat lembaga keuangan, Direktur Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Dewi Purwaningsih, Direktur Akper Bunda Delima Ns. Agus Waluyo, Direktur Akper Dharma Wacana Ludiana, Direktur Kliring Berjangka Indonesia Budi Susanto.
Kemudian, Direktur Retail Banking Bank Syariah Indonesia Ngatari, Pimpinan Badan Amal Zakat Nasional Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, dan Baznas diwakili oleh Regional CEO Jakarta 2 Firman Jatnika.(*)







.jpg)







