Dilepas ke 11 Negara, 4.021 Alumni LKP Siap Bersaing di Dunia Kerja Global

By Achmad Sholeh(Alek) 30 Agu 2026, 02:28:09 WIB Info Pendidikan
Dilepas ke 11 Negara, 4.021 Alumni LKP Siap Bersaing di Dunia Kerja Global

Keterangan Gambar : 4.021 alumni LKP siap kerja di 11 negara melalui Gebyar Kursus 2026.


MEGAPOLITANPOS.COM— Sebanyak 4.021 alumni Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dilepas untuk bekerja di 11 negara melalui Gebyar Kursus 2026. Kegiatan yang digelar Forum Pengelola Lembaga Kursus dan Pelatihan (FPLKP) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut menjadi momentum penguatan peran pendidikan nonformal dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat global.

Gebyar Kursus 2026 berlangsung di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8/2026). Ribuan alumni LKP yang dilepas tersebut akan mengisi berbagai kebutuhan tenaga kerja, baik di dalam maupun luar negeri.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pelepasan ribuan alumni tersebut menunjukkan besarnya kontribusi pendidikan nonformal dalam membekali masyarakat dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.

Baca Lainnya :

Menurut dia, keberadaan LKP turut memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan yang dapat mengantarkan peserta didik memperoleh pekerjaan profesional.

 “Ini menunjukkan bagaimana peran lembaga pendidikan nonformal, khususnya LKP, dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, juga memberikan pendidikan dan keterampilan bagi anak-anak Indonesia untuk dapat memperoleh pekerjaan di sektor-sektor profesional, baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Abdul Mu’ti.

Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah terus mendorong tersedianya layanan pendidikan yang mudah diakses, fleksibel, dan terjangkau melalui berbagai jalur pendidikan.

Pendidikan kursus, kata dia, menjadi salah satu contoh bahwa pendidikan formal dan nonformal dapat berjalan beriringan dalam membekali generasi muda dengan kecakapan hidup atau life skill.

“Program ini juga menjadi salah satu contoh nyata bagaimana pendidikan formal dan nonformal berperan penting dalam membekali anak-anak Indonesia dengan kecakapan hidup atau life skill untuk mereka mendapatkan penghidupan dan kehidupan yang layak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP FPLKP Zoelkifli M. Adam mengatakan LKP memiliki fokus untuk menciptakan SDM yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta tidak hanya memiliki peluang untuk bekerja, tetapi juga dapat mengembangkan usaha secara mandiri.

 “LKP adalah salah satu satuan pendidikan yang selalu menciptakan sumber daya manusia melalui kompetensi. Tentu setelah anak-anak itu dilatih di sini, ada yang berwirausaha dan ada juga yang bekerja, baik di dalam maupun luar negeri,” ungkap Zoelkifli.

4.021 alumni akan bekerja di 11 negara

Zoelkifli menyebut sebanyak 4.021 alumni yang dilepas dalam Gebyar Kursus 2026 akan bekerja di 11 negara. Beberapa di antaranya adalah Uni Emirat Arab, Jepang, Bulgaria, Singapura, dan Turki.

Sektor hospitality menjadi salah satu bidang yang banyak menyerap lulusan LKP. Kebutuhan tenaga kerja tersebut mencakup berbagai posisi di industri perhotelan, antara lain chef dan housekeeping.

Selain itu, tenaga caregiver juga menjadi salah satu profesi yang banyak dibutuhkan di mancanegara.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kursus dan pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan keterampilan, tetapi juga dapat menjadi jembatan bagi masyarakat Indonesia untuk memasuki pasar kerja internasional.

DPR dukung penguatan pendidikan kursus

Dukungan terhadap penguatan pendidikan kursus dan pelatihan juga disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Agung Widyantoro.

Menurut Agung, kolaborasi Kemendikdasmen dengan lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan dapat membantu meningkatkan kualitas SDM Indonesia sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.

 “Kami mewakili rekan-rekan yang ada di DPR mendukung penuh program Kemendikdasmen, khususnya dari lembaga-lembaga penyelenggara kursus dan pelatihan atau LKP ini,” ujar Agung.

Ia menilai peningkatan kompetensi melalui pendidikan kursus menjadi bagian penting dalam membangun SDM yang mampu bersaing di tingkat global.

 “Bagaimanapun ini bisa membantu mendongkrak pembangunan SDM berdaya saing global yang selama ini memang didorong oleh Bapak Presiden Prabowo melalui Asta Citanya,” lanjut Agung.

Ada Edu Fair hingga lomba keterampilan

Gebyar Kursus 2026 tidak hanya diisi dengan pelepasan 4.021 alumni. Kegiatan tersebut juga menghadirkan Edu Fair, lomba keterampilan dan lembaga, serta jalan santai yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat pendidikan kursus dan pelatihan, sekaligus melihat berbagai peluang pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Dengan semakin terbukanya peluang kerja di luar negeri, pendidikan kursus dan pelatihan diharapkan mampu menjadi salah satu jalur strategis untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang terampil, profesional, dan memiliki daya saing global.(AS/MP).




  • Dilepas ke 11 Negara, 4.021 Alumni LKP Siap Bersaing di Dunia Kerja Global

    🕔02:28:09, 30 Agu 2026
  • Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat

    🕔18:44:08, 16 Agu 2026
  • Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab

    🕔18:39:47, 15 Agu 2026
  • Mahasiswa Digital Communication Mercu Buana Gelar Kuliah Peduli Negeri Digipact 2026 di SMA Al Chasanah, Edukasi Bijak Gunakan Media Sosial

    🕔11:54:39, 23 Jul 2026
  • PRSI Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Robotik di SDN Pancoran 07 Pagi Jakarta Selatan

    🕔05:28:05, 29 Jun 2026