- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Ormas Laskar Blitar Serukan Rakyat Tetap Mendukung Program MBG dan KDMP
Tanggapi Pidato Megawati di Kampanye Akbar, Aliansi Garis Perjuangan Delapan Sebut, Pemilu Milik Rakyat Bukan Penguasa

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan orasi kebangsaan dalam gelaran kampanye akbar paslon nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (3/2/2024) sore.
Megawati mengatakan, dirinya mengimbau kepada rakyat Indonesia keseluruhan agar sadar atas adanya upaya pemecah belah persatuan Indonesia oleh segelintir pihak karena hanya ingin melanggengkan kekuasaan.
Baca Lainnya :
- Hendik Budi Yuantoro Penerima Mandat PAW DPP PDI Perjuangan
- PDIP Majalengka Konsolidasi 343 Desa, Kekuatan Fraksi DPRD Disiapkan Bertambah
- Ketua DPC PDIP Kota Blitar Pimpin Gerakan Penghijauan dan Pelepasan Satwa di Sendang Mbah Bawuk
- Bayu Setyo Kuncoro Dari Panggung Politik ke Ladang Melon
- PN Kabulkan Gugatan Pemecatan Hamzah Nasyah, DPC PDIP Majalengka Akan Lanjut ke MA dan Komisi Yudisial
Putri Presiden Pertama Republik Indonesia itu mengatakan dengan tegas, seluruh rakyat Indonesia adalah pewaris kemerdekaan. Megawati meminta kepada rakyat, agar segera tersadar dan berhati-hati dalam pemilu 2024 ini, serta harus mengetahui siapa segelintir pihak yang dimaksudkannya tersebut.
Megawati mengatakan, semua rakyat Indonesia memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, termasuk Kepala Negara yaitu Presiden.
Maka dari itu, Megawati menegaskan kepada para pendukung Ganjar-Mahfud, untuk tidak takut menyuarakan hak politiknya dalam pemilu serentak 2024 kali ini.
"Jadi kalau ada yang berniat atau melakukan hal-hal yang merugikan rakyat Indonesia, apakah kamu takut?" tanya Mega.
Dia bercerita akhir-akhir ini mengaku untuk lebih banyak bersabar. Namun, dia mengaku habis kesabaran karena kekuasaan yang semakin tak terkendali.
"Saya enggak bisa lihat bahwa yang namanya kekuasaaan itu dipergunakan untuk mengintimidasi yang sama-sama rakyat Indonesia yang mempunyai hak yang sama di dalam konstitusi kita," kata Megawati.
Dia mengaku kecewa dengan kekuasaan saat ini yang memerintah Indonesia karena melukai para pendiri bangsa Indonesia. Di mana tujuan para pendiri Indonesia untuk memastikan rakyat Indonesia memiliki yang sama di mata hukum.

Menanggapi pidato Megawati, Ketua Umum Aliansi Garis Perjuangan Delapan ( GP Delapan) H. Tugiar Khusaini mengatakan, Pidato Ketum PDIP Megawati tersebut adalah merupakan bentuk pelampiasan yang cerdas, Karena selama ini Megawati sudah cukup bersabar menghadapi situasi politik dan negara akhir - akhir ini. selain itu Megawati juga menggelorakan semangat kader untuk tetap solid dalam pilihannya mengusung Ganjar- Mahfud menang di Pilpres 2024.

Apa isi dari pidato Bu Mega adalah Cerminan demokrasi yang sesungguhnya. Beliau ingin mengajak atau mengingatkan kita khususnya anak - anak muda untuk tidak takut dalam memilih. Dan Bu Mega juga sebenarnya mengingatkan semua pihak bahwa pemilu adalah milik rakyat bukan milik golongan apalagi milik kekuasaan.
Mas Giar sapaan akrab dari H. Tugiar Khusaini kembali menyebut bahwa, selama ini Megawati sudah cukup bersabar menghadapi situasi yang dialami partai berlambang Banteng tersebut, namun dapat dihadapi dengan tetap tenang dan tetap semangat.
" Kita ketahui, dalam Internal PDIP ada segelintir orang yang mengundurkan diri, dari mulai yang dibesarkan menjadi presiden dll, tapi itu tidak sama sekali mengendurkan semangat kita untuk tetap bertekad mendukung Ganjar Mahfud sebagai presiden," katanya.
Politik saat ini lanjut Mas Giar adalah cenderung politik kekuasaan, dimana kekuasaan dipakai untuk mendukung capres tertentu.
" Ya dimana politik kekuasaan, menggunakan kekuasaannya untuk melanggengkan kekuasaan itu benar sekali, semoga apapun kondisinya tidak berpengaruh signifikan bagi elektabilitas Ganjar-Mahfud dan kita tetap optimis Ganjar Mahfud akan menang dalam pemilihan Presiden dan wapres 2024, Pidato Bu Mega semakin menggelorakan semangat kami Garis Perjuangan Delapan untuk tetap Solid Mendukung Capres dan cawapres Ganjar - Mahfud, pungkas Mas Giar.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)




.jpg)












