- HUT ke-499 Jakarta, Pramono Tegaskan Kota Global Harus Tetap Berpihak pada Rakyat
- Lebih dari Seabad Berdiri, Sekolah Panggung di Malabar Simpan Sejarah Pendidikan Bangsa
- Ghost Buzzer Bidik 300 Ribu Penonton, Hadir di XXI dan Netflix
- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
Surat Edaran Ayah Ambil Rapor Anak ke Sekolah di Majalengka Diterbitkan, Ini Tujuannya

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman da Kadisdik Majalengka H Rd Unar Ma'ruf
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Bupati Majalengka, H Eman Suherman telah menerbitkan Surat Edaran No. 400.9.12.1/162/2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, ditetapkan pada hari Kamis ini tanggal 18 Desember 2025.
Kebijakan tersebut disampaikan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Instansi Vertikal, serta Camat se-Kabupaten Majalengka.
"Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, khususnya pada momen pengambilan rapor akhir semester," kata, bupati. Kamis, (18/12/2025)
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- AWI Soroti Dugaan Intimidasi Wartawan di DPRD Majalengka, Minta Klarifikasi
- BAZNAS Majalengka Salurkan Bantuan untuk 1.672 Warga Sepanjang Mei 2026
- Hendi Resmi Dilantik, Sangkanurip Perkuat Mesin Pembangunan Desa
- Usia 19 Tahun, Kecamatan Sindang Tancap Gas Wujudkan Majalengka Sae
H Eman menjelaskan bahwa peran ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter, motivasi belajar, serta kesiapan mental anak.
"Maka kehadiran ayah saat mengambil rapor anak adalah bentuk tanggung jawab moral orang tua dalam pendidikan. Ini bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang membangun komunikasi, perhatian, dan keteladanan bagi anak," jelasnya.
Ia menegaskan, penguatan peran keluarga merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia Majalengka yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, keterlibatan ayah dalam proses pendidikan diharapkan menjadi budaya positif di tengah masyarakat.
"Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dilaksanakan pada penerimaan rapor akhir semester bulan Desember 2025, dengan menyesuaikan jadwal masing-masing satuan pendidikan," tegasnya.
Diakhir ia kembali menegaskan, teruntuk bagi para pegawai pemerintah yang mengikuti gerakan diberikan dispensasi keterlambatan masuk kerja sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing instansi.
"Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap tercipta sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah, serta terwujudnya generasi Majalengka yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhamad Umar Ma'ruf, menyatakan dukungan penuh dengan adanya kebijakan tersebut dan langsung mengajak seluruh satuan pendidikan untuk berperan aktif dalam menyukseskan gerakan ini.
"Kami sangat mendukung Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, mengutip yang disampaikan bupati tadi bahwa kehadiran ayah di sekolah diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap semangat belajar anak," ujar Kadisdik.
Tak hanya itu, Ia menjelaskan akan memperkuat komunikasi antara orang tua dan guru dalam memantau perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
"Adapun sasaran gerakan ini meliputi ayah yang memiliki anak pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah," Sebutnya.
Kadisdik menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka juga telah menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar di dalam kesempatan itu setiap sekolah dapat memberikan ruang dialog.
"Nanti orang tua murid dapat berinteraktif dengan guru saat momentum pengambilan rapor, dimanfaatkan untuk evaluasi bersama demi peningkatan mutu pendidikan," tutupnya. ** (Agit)

















