- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
Surat Edaran Ayah Ambil Rapor Anak ke Sekolah di Majalengka Diterbitkan, Ini Tujuannya

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman da Kadisdik Majalengka H Rd Unar Ma'ruf
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Bupati Majalengka, H Eman Suherman telah menerbitkan Surat Edaran No. 400.9.12.1/162/2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, ditetapkan pada hari Kamis ini tanggal 18 Desember 2025.
Kebijakan tersebut disampaikan kepada seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Instansi Vertikal, serta Camat se-Kabupaten Majalengka.
"Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pendidikan anak, khususnya pada momen pengambilan rapor akhir semester," kata, bupati. Kamis, (18/12/2025)
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
H Eman menjelaskan bahwa peran ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan karakter, motivasi belajar, serta kesiapan mental anak.
"Maka kehadiran ayah saat mengambil rapor anak adalah bentuk tanggung jawab moral orang tua dalam pendidikan. Ini bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang membangun komunikasi, perhatian, dan keteladanan bagi anak," jelasnya.
Ia menegaskan, penguatan peran keluarga merupakan bagian penting dalam menciptakan sumber daya manusia Majalengka yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, keterlibatan ayah dalam proses pendidikan diharapkan menjadi budaya positif di tengah masyarakat.
"Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dilaksanakan pada penerimaan rapor akhir semester bulan Desember 2025, dengan menyesuaikan jadwal masing-masing satuan pendidikan," tegasnya.
Diakhir ia kembali menegaskan, teruntuk bagi para pegawai pemerintah yang mengikuti gerakan diberikan dispensasi keterlambatan masuk kerja sesuai ketentuan yang berlaku di masing-masing instansi.
"Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap tercipta sinergi yang kuat antara keluarga dan sekolah, serta terwujudnya generasi Majalengka yang unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Rd. Muhamad Umar Ma'ruf, menyatakan dukungan penuh dengan adanya kebijakan tersebut dan langsung mengajak seluruh satuan pendidikan untuk berperan aktif dalam menyukseskan gerakan ini.
"Kami sangat mendukung Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah, mengutip yang disampaikan bupati tadi bahwa kehadiran ayah di sekolah diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap semangat belajar anak," ujar Kadisdik.
Tak hanya itu, Ia menjelaskan akan memperkuat komunikasi antara orang tua dan guru dalam memantau perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.
"Adapun sasaran gerakan ini meliputi ayah yang memiliki anak pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah," Sebutnya.
Kadisdik menambahkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka juga telah menginstruksikan kepada seluruh sekolah agar di dalam kesempatan itu setiap sekolah dapat memberikan ruang dialog.
"Nanti orang tua murid dapat berinteraktif dengan guru saat momentum pengambilan rapor, dimanfaatkan untuk evaluasi bersama demi peningkatan mutu pendidikan," tutupnya. ** (Agit)

















