- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
- Ormas Laskar Blitar Serukan Rakyat Tetap Mendukung Program MBG dan KDMP
- DPRD Barito Utara Dorong Peningkatan Fasilitas dan Pelayanan Jamaah Haji
- Pemkab Barito Utara Sambut Kepulangan Jamaah Haji, Harapkan Menjadi Teladan di Masyarakat
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Ketua Umum PRSI Bahas Program Workshop Robotika Bersama Anjungan Kalimantan Selatan TMII
- RISNU Masjid Nurul Hidayah Kembali Gelar Gempita Muharram 1448 H, Hadirkan Festival Islami dan Kegiatan Sosial
- PRO RI Resmi Menjadi Sayap Partai PRI, Siap Kawal Kedaulatan Teknologi Nasional
- Kapolres Cup 2026 Resmi Bergulir, Bupati Barut Buka Kegiatan
- Patih Herman Hadiri Pembukaan Kapolres Cup 2026, Dukung Pembinaan Atlet Voli Barito Utara
Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Migran di Kampus UNJ, Kepala BP2MI : Sinergi Perangi Sindikat TPPO

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar sosialisasi penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI) di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Jalan Rawamangun, Jakarta, Jum'at sore (31/5/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala BP2MI Benny Rhamdani dan Rektor UNJ Prof. Komarudin. Turut serta hadir mendampingi Kepala BP2MI, sejumlah Deputi Penempatan dan Pelindungan PMI. Sosialisasi diikuti para civitas akademika dan ratusan mahasiswa/i UNJ.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, kegiatan ini sebagai langkah awal kolaborasi dengan civitas akademisi untuk memerangi kejahatan perdagangan orang (TPPO) dan melawan sindikat penempatan ilegal pekerja migran Indonesia.
Baca Lainnya :
- Pertamax Naik, Usaha Rakyat Terpukul! Pedagang dan Ojol di Majalengka Menjerit
- Bupati Eman Puji Reksa Siaga TNI AU, Warga Majalengka Takjub
- Gerak Serentak PKK Majalengka Guncang Desa :26 Kecamatan Disisir, Bantuan Digelontorkan
- Pengedar Tramadol Digerebek di Majalengka, 101 Butir Disita Polisi
- Kapolres Rita Suwadi Ungkap Begal Jalanan, Residivis Kembali Beraksi
"Ini adalah langkah awal, sinergi, kolaborasi yang terus kita tingkatkan karena musuh terbesar kita bukan agama atau suku atau warna kulit yang berbeda, tapi musuh terbesar kita adalah para pengkhianat bangsa yang bersekongkol dengan para sindikat dan mafia kejahatan TPPO," ujar Benny kepada media usai memberikan paparan dalam acara sosialisasi tersebut.
Benny menuturkan, kerjasama dengan lembaga pendidikan dan civitas akademisi dalam menggaungkan aksi memerangi sindikat perdagangan orang sangat dibutuhkan oleh BP2MI. Menurutnya, lembaga pendidikan atau akademi merupakan civitas intelektual yang senantiasa lantang dalam memperjuangkan kebenaran.
"Nah..kampus ini menjadi basis perlawanan secara intelektual akademis yang selama ini memperjuangkan kebenaran. BP2MI butuh kampus sehingga ini menjadi bagian untuk memerangi tindak pidana perdagangan orang," bebernya.
Lanjut Benny mengungkapkan, sosialisasi yang dilakukan pihaknya merupakan bagian tindak lanjut upaya mencegah lembaga pendidikan menjadi korban praktik kejahatan perdagangan orang.
"Ini tentunya bagian diseminasi informasi yang masif kita lakukan dan sosialisasi di daerah-daerah inti, jantung-jantung lembaga pendidikan termasuk hari ini di UNJ," imbuhnya.(*/Anton)








.jpg)








