- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
- Indonesia Juara Beregu Putra Asian Games 2026, BNI: Bukti Kerja Keras dan Pembinaan
- Pendam Jaya Perkuat Sinergi dengan Insan Pers melalui Pembinaan Media Massa.
- Kodam Jaya Gelar Hit & Eat, Berbagi Kebahagiaan Bersama Warga Jakarta.
- Onderdil YSP Dukung Hit & Eat Kodam Jaya, 2.300 Paket Dibagikan kepada Ojol.
- BRI Life Raih Dua Penghargaan Silver di The Best Contact Center Indonesia 2026
- BNI Sahabat Sekolah Rakyat Hadirkan Edukasi dan Inspirasi bagi Siswa di Sulawesi Selatan
- Program Revitalisasi di Blitar Disinyalir Banyak Campur Tangan Siapa Mereka ? .
- Pasangan Suami Istri Resmi Maju Pilkades Kedungbanteng 2026-2031 \"Dua Hati Satu Tujuan\".
- Perkuat Nilai Kejuangan di Momentum HUT TNI ke-81 Pangdam V/ Brawijaya Nyekar ke MBK Apa Pesanya.
Seskemenkop Achmad Zabadi Ingatkan Lima Pesan Penting Bung Hatta dalam Pengembangan Koperasi di Indonesia

Keterangan Gambar : Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi dalam sambutannya pada acara Grand Opening dan Launching Gedung Holding Koperasi/ Gedung Pusat Penggerak Ekonomi BMT NU Ngasem Group di Jawa Timur, Rabu (26/02).
MEGAPOLITANPOS.COM, Jawa Timur - Kementerian Koperasi (Kemenkop) terus mendorong koperasi di seluruh Indonesia untuk kembali menghayati dan mengamalkan lima pesan penting dari Bapak Pendiri Koperasi Moh. Hatta. Hal tersebut penting diimplementasikan di dalam pengelolaan koperasi di Indonesia agar koperasi dapat tumbuh berkembang sebagaimana harapan Moh. Hatta.
Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop), Ahmad Zabadi menjelaskan bahwa lima point penting yang disampaikan Bung Hatta yaitu pertama, koperasi harus didirikan dan dikelola dengan berlandaskan pada asas kepercayaan dan kejujuran. Menurutnya kejujuran menjadi salah satu faktor terpenting agar koperasi bisa tumbuh besar sebagaimana yang terjadi pada koperasi BMT NU Ngasem Group.
"Ada koperasi yang mengalami masalah karena adanya praktik-praktik yang tidak jujur baik dari manajemen, pengurus pengawas atau manajemennya. Sehingga kejujuran harus dibentuk dalam sebuah sistem yang transparan dan akuntabel," kata Ahmad Zabadi dalam sambutannya pada acara Grand Opening dan Launching Gedung Holding Koperasi/ Gedung Pusat Penggerak Ekonomi BMT NU Ngasem Group di Jawa Timur, Rabu (26/02).
Baca Lainnya :
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Kemenkop Fokus Perkuat KDKMP dan Tata Kelola Koperasi Nasional
- Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat
- Menkop Ziarah ke Makam Bung Hatta dalam Rangkaian Menuju Puncak Harkopnas ke-79
- Menkop Perkuat Peran Koperasi Dalam Ekosistem Energi Terbarukan
Kedua, Bung Hatta berpesan agar pengelola, pengurus hingga pengawas koperasi harus lebih jeli dan rajin dalam belajar mengadopsi praktik-praktik baik yang dilakukan oleh koperasi-koperasi lainnya. Dengan memperbanyak belajar dari contoh sukses koperasi di berbagai wilayah di Indonesia akan pelecut bagi pengurus atau pengelola untuk menigkatkan kapasitas dan layanannya.
Ketiga, Ahmad Zabadi menambahkan bahwa Bung Hatta berpesan agar pengelola, pengurus hingga karyawan berdedikasi yang kuat serta dilandasi keberanian untuk menaklukkan ketakutan.
"Bung Hatta mengatakan keberanian menaklukan ketakutan diri sendiri menjadi hal yang penting, karena kegagalan muncul akibat rasa takut yang menghantui diri kita," kata Ahmad Zabadi.
Pesan Bung Hatta lainnya yaitu memperkuat persatuan dan kesatuan atar umat karena akan menjadi kekuatan yang besar bagi koperasi khususnya BMT NU Ngasem Grup. Ahmad Zabadi menilai bahwa jalinan ukhuwah islamiyah di dalam BMT NU Ngasem patut menjadi contoh bagi koperasi lain dalam pengembangan kapasitas dan kualitas dari koperasi.
"Kami sangat mengapresiasi perkembangan BMT NU Ngasem karena laju pertumbuhannya begitu cepat, apalagi NU punya potensi untuk itu karena jamaahnya banyak, tinggal bagaimana para kyai merawat dan pengurus manajemen harus merawat silaturahmi dengan baik," katanya.
Pesan terakhir dari Bung Hatta adalah semua pihak harus bergerak untuk mendukung pengembangan kapasitas usaha koperasi. Bentuk gerakan nyata yang dapat dilakukan oleh anggota koperasi adalah dengan membayar iuran wajib hingga iuran sukarela.
"Berkoperasi bukan sekedar simbol kita untuk menjadi anggota saja, tetapi koperasi secara esensial dari, oleh dan untuk anggota meningkat. Maka perkembangan koperasi sangat ditentukan oleh komitmen dan tanggung jawab dari banyak pihak," katanya.
Ahmad Zabadi secara khusus juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja koperasi BMT NU Ngasem yang telah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan sukses melakukan spin off terhadap usaha koperasi. Dinilai pengembangan koperasi BMT NU Ngasem ini sangat cepat dan mampu menjadi contoh bagi koperasi lainnya.
"Perkembangan koperasi Ngasem sangat progresif sekali dan saya melihat ada suatu pembeda yang begitu jelas (dengan koperasi lainnya) dalam melaksanakan RAT," kata Ahmad Zabadi.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)

.jpg)
.jpg)



.jpg)







