RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Bakal Jadi Rujukan 7 Penyakit Besar Setara RS Besar di Indonesia

By Sigit 19 Sep 2023, 09:56:57 WIB Jawa Timur
RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Bakal Jadi Rujukan 7 Penyakit Besar Setara RS Besar di Indonesia

Keterangan Gambar : Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr. Endah Woro Utami melalui Kasi Humas, Mustiko.


MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Satu lagi hal yang pantas dibanggakan dengan berbagai terobosan peningkatan pelayanan kesehatan bakal menjadi rujukan jenis penyakit besar dilakukan oleh RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dalam rencana ke depan ada tujuh program pengembangan pelayanan. Hal ini terungkap oleh pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ketika memenuhi undangan dengar pendapat komisi I DPRD Kabupaten Blitar dengan Ormas Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), di ruang rapat DPRD Kabupaten Blitar pada Senin (18/09/2023).

Ketua Komisi I Muharam Sulistiono sejalan dengan terpaan santer isu miring untuk yang disampaikan oleh LSM GPI agar diklarifikasi pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memberikan tanggapan menyusul tudingan Ormas GPI soal pelayanan dan pengelolaan rumah sakit yang saat ini sudah menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah (BLUD. Red).

Pernyataan atas penjelasan tersebut dilakukan Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr. Endah Woro Utami melalui Kasi Humas, Mustiko. Dia menjelaskan secara mendalam tentang sistem pengelolaan management RSUD Ngudu Waluyo Wlingi terus berbenah guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan nantinya bakal ada 7 rujukan penyakit besar.

Baca Lainnya :

"Sebenarnya rumah sakit Wlingi sudah banyak memiliki dokter spesialis dan sub spesialis. Bahkan tadi sudah saya sampaikan bahwa kita nanti akan merujuk 7 penyakit besar seperti pusat kanker, pusat jantung, pusat DM (diabetes melitus), KIA (kesehatan ibu dan anak) dan stroke. Jadi bagi orang sakit kanker yang sebelum ini dirujuk ke Malang, nantinya bisa ke Wlingi. Saat ini kita sedang menyiapkan sarana prasarana dan SDM nya," ungkap Mustiko.

Pihaknya juga mengklaim bahwa Kemenkes menetapkan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sebagai rumah sakit rujukan 7 penyakit besar seperti yang disebutnya tadi atau selevel RS Saiful Anwar Malang.

"Jadi nanti kalau mau kemo gak perlu ke Malang tapi cukup di Wlingi," kata dia.

Soal pembatasan pengunjung yang dikeluhkan masyarakat seperti disampaikan Ormas GPI, Mustiko berdalih bahwa hal itu dilakukan demi kenyamanan pasien.


"Kami sebetulnya tidak membatasi, kita ada jam kunjung. Hari biasa jam 1 siang sampai jam 5 sore. Tapi misalnya pagi ada yang mau berkunjung bisa menghubungi satpam. Sekali lagi pasien itu butuh ketenangan dan kenyamanan supaya proses penyembuhan lebih cepat. Misalnya yang sakit anak-anak, bisa dijaga maksimal 2 orang (ibu dan bapaknya)," terang Mustiko.

Lanjutnya, bila ada keluarga pasien yang datang dari jauh misalnya Jakarta, maka mereka pun tetap bisa berkunjung meskipun jam besuk sudah tutup.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Muharam Sulistiono mengatakan, pelayanan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dapat ditingkatkan lagi meskipun menurutnya sudah cukup baik.

"Sebetulnya sudah baik kalau saya lihat. Tapi kalau memang kurang baik ya harus ditingkatkan lagi," tutur Muharam.(za/mp)




  • Bagas Mendesak Pemkab Blitar Tegas Sikapi Kepastian Hukum PSHT Masuk IPSI Pusat

    🕔23:56:27, 10 Apr 2026
  • Ketua SMSI : Pimpinan Daerahl Hanya Sibuk Pencitraan Daripada Bangun Kota Blitar

    🕔14:48:02, 09 Apr 2026
  • Laksanakan Monev KKD Komisi IV DPRD Tekankan Evaluasi Kelayakan Mitra Komisi

    🕔23:59:40, 09 Apr 2026
  • Tinjau Korban Angin Puting Beliung Mas Ibbin Salurkan Sembako di Kelurahan Sukorejo dan Turi.

    🕔18:00:37, 05 Apr 2026
  • Pasca Libur Idul Fitri 2026, Pelayanan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Tetap Optimal

    🕔09:00:26, 31 Mar 2026