- Hindari Potensi Konflik, Menteri Nusron Imbau Kepala Daerah dan Masyarakat Se-NTB Gotong Royong Mutakhirkan Data Pertanahan
- Hadiri Pengukuhan MUI NTB, Menteri Nusron Tekankan Prinsip Kebermanfaatan dalam Pengabdian
- Ahmad Nawawi Resmi Maju Calon Ketua Umum PB Mathla, ul Anwar 2026–2031
- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
- Audiensi PRSI di BRIN, Awali Penguatan Kolaborasi Strategis
- Halal Bihalal PKS Majalengka Dihadiri Bupati dan DPR RI, Seruan Langkung Sae Menguat
- Implementasi Robotika untuk Negeri di Padang, Siswa MAN 1 Tunjukkan Prestasi Gemilang
- LPDB Dorong Koperasi Lebih Berdaya, 15 Inkubator Terpilih Siap Dampingi Koperasi Naik Kelas
- Kantah Kab Tangerang Laksanakan Pembayaran Uang Ganti Rugi
- Ikuti Arahan WFH di Hari Jumat, Kementerian ATR/BPN Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan Optimal
RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Bakal Jadi Rujukan 7 Penyakit Besar Setara RS Besar di Indonesia

Keterangan Gambar : Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr. Endah Woro Utami melalui Kasi Humas, Mustiko.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Satu lagi hal yang pantas dibanggakan dengan berbagai terobosan peningkatan pelayanan kesehatan bakal menjadi rujukan jenis penyakit besar dilakukan oleh RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dalam rencana ke depan ada tujuh program pengembangan pelayanan. Hal ini terungkap oleh pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ketika memenuhi undangan dengar pendapat komisi I DPRD Kabupaten Blitar dengan Ormas Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI), di ruang rapat DPRD Kabupaten Blitar pada Senin (18/09/2023).
Ketua Komisi I Muharam Sulistiono sejalan dengan terpaan santer isu miring untuk yang disampaikan oleh LSM GPI agar diklarifikasi pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi memberikan tanggapan menyusul tudingan Ormas GPI soal pelayanan dan pengelolaan rumah sakit yang saat ini sudah menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah (BLUD. Red).
Pernyataan atas penjelasan tersebut dilakukan Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dr. Endah Woro Utami melalui Kasi Humas, Mustiko. Dia menjelaskan secara mendalam tentang sistem pengelolaan management RSUD Ngudu Waluyo Wlingi terus berbenah guna memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dan nantinya bakal ada 7 rujukan penyakit besar.
Baca Lainnya :
- H. Iing Misbahuddin Sebut Halal Bihalal PKS Wadah Satukan Visi Bangun Majalengka
- Halal Bihalal PKS Majalengka Dihadiri Bupati dan DPR RI, Seruan Langkung Sae Menguat
- Laksanakan Monev KKD Komisi IV DPRD Tekankan Evaluasi Kelayakan Mitra Komisi
- Bagas Mendesak Pemkab Blitar Tegas Sikapi Kepastian Hukum PSHT Masuk IPSI Pusat
- Dinkes Absen dalam Audiensi, DPRD Majalengka Tegaskan Pentingnya Akuntabilitas Pengelolaan IPAL
"Sebenarnya rumah sakit Wlingi sudah banyak memiliki dokter spesialis dan sub spesialis. Bahkan tadi sudah saya sampaikan bahwa kita nanti akan merujuk 7 penyakit besar seperti pusat kanker, pusat jantung, pusat DM (diabetes melitus), KIA (kesehatan ibu dan anak) dan stroke. Jadi bagi orang sakit kanker yang sebelum ini dirujuk ke Malang, nantinya bisa ke Wlingi. Saat ini kita sedang menyiapkan sarana prasarana dan SDM nya," ungkap Mustiko.
Pihaknya juga mengklaim bahwa Kemenkes menetapkan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sebagai rumah sakit rujukan 7 penyakit besar seperti yang disebutnya tadi atau selevel RS Saiful Anwar Malang.
"Jadi nanti kalau mau kemo gak perlu ke Malang tapi cukup di Wlingi," kata dia.
Soal pembatasan pengunjung yang dikeluhkan masyarakat seperti disampaikan Ormas GPI, Mustiko berdalih bahwa hal itu dilakukan demi kenyamanan pasien.

"Kami sebetulnya tidak membatasi, kita ada jam kunjung. Hari biasa jam 1 siang sampai jam 5 sore. Tapi misalnya pagi ada yang mau berkunjung bisa menghubungi satpam. Sekali lagi pasien itu butuh ketenangan dan kenyamanan supaya proses penyembuhan lebih cepat. Misalnya yang sakit anak-anak, bisa dijaga maksimal 2 orang (ibu dan bapaknya)," terang Mustiko.
Lanjutnya, bila ada keluarga pasien yang datang dari jauh misalnya Jakarta, maka mereka pun tetap bisa berkunjung meskipun jam besuk sudah tutup.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Muharam Sulistiono mengatakan, pelayanan RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dapat ditingkatkan lagi meskipun menurutnya sudah cukup baik.
"Sebetulnya sudah baik kalau saya lihat. Tapi kalau memang kurang baik ya harus ditingkatkan lagi," tutur Muharam.(za/mp)

















