- Ramadhan Guncang Kesadaran! Ade Duryawan: Puasa Lawan Nafsu, Hancurkan Keserakahan
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna I, Bupati Sampaikan Pengantar Lima Raperda Strategis
- Menuju 2027 Pemkab dan DPRD Barito Utara Perkuat Sinergi Perencanaan Pembangunan
- Momen Silaturahmi dan Santunan Yatim, Karnain Asyhar Sampaikan Apresiasi untuk Kekeluargaan Urang Bangka
- DPRD Kota Bogor Apresiasi BIIFest: ICMI Berhasil Gabungkan Syiar Agama dan Penguatan Ekonomi
- Hadiri Milad PUI ke-108 di Majalengka, Kapolri Ingatkan Risiko Global dan Pentingnya Stabilitas Nasional
- Bendahara DPC PKB Majalengka Sampaikan Ucapan Marhaban Ya Ramadhan 1447 H
- Refleksi 1 Tahun Pemerintahan Rijanto-Beky Sebagai Koreksi Capaian Pelaksanaan Visi - Misi
- Jalankan Amanat Presiden, Bupati Pimpin Bersih Lingkungan Blitar Asri Bersama Masyarakat
- Ketua Umum PB. Formula Mendukung Keputusan Ketua MUI Bidang Fatwa, Jangan Beli Produk AS yang Tidak Halal
Ramadhan Guncang Kesadaran! Ade Duryawan: Puasa Lawan Nafsu, Hancurkan Keserakahan

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Ade Duryawan, M.Pd,
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ramadhan bukan sekadar datang dan pergi sebagai rutinitas tahunan. Bagi Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Ade Duryawan, M.Pd, bulan suci ini adalah momentum dahsyat untuk mengguncang kesadaran, meruntuhkan keserakahan, dan membakar ego yang selama ini membelenggu manusia.
Dalam refleksi bertajuk "Menuju Makan Sejati", Ade yang juga Pembina Majlis Sabda Langit Arrahman menyebut puasa sebagai "kawah Candradimuka" pembentuk manusia berkarakter kuat dan berintegritas. Ia menegaskan, Ramadhan adalah ruang pembakaran hawa nafsu sekaligus ladang pembentukan kepedulian sosial.
"Puasa bukan cuma menahan lapar dan dahaga. Ini latihan perang melawan diri sendiri. Yang ditaklukkan bukan makanan, tapi nafsu," tegasnya lantang.
Baca Lainnya :
- Ramadhan Guncang Kesadaran! Ade Duryawan: Puasa Lawan Nafsu, Hancurkan Keserakahan
- Hadiri Milad PUI ke-108 di Majalengka, Kapolri Ingatkan Risiko Global dan Pentingnya Stabilitas Nasional
- Bendahara DPC PKB Majalengka Sampaikan Ucapan Marhaban Ya Ramadhan 1447 H
- Kabar Siltap Cair, Harapan dan Skeptisisme Menguat
- Gempa Magnitudo 2,0 Guncang Selatan Majalengka, Warga Majalengka Rasakan Getaran Saat Tarawih
Ade mengutip budayawan Emha Ainun Najib yang menyebut puasa sebagai perjalanan "menuju makan sejati". Ia menjelaskan, yang dituju bukan sekadar berbuka saat azan magrib, melainkan kemampuan menahan diri dari kerakusan - baik dalam urusan perut, harta, maupun kekuasaan.
Menurutnya, menahan tidak makan itu mudah. Yang sulit adalah menahan nafsu untuk selalu merasa kurang dan ingin lebih.
"Puasa mengajarkan kita berhenti sebelum rakus. Mengambil secukupnya, bukan sebanyak-banyaknya. Ini tamparan keras bagi budaya serakah dan konsumtif," ujarnya.
Ade bahkan menegaskan, nilai puasa harus menembus ruang-ruang kekuasaan. Ramadhan, katanya, adalah ujian moral bagi para pemimpin.
"Kalau puasa dijalankan dengan sungguh-sungguh, tidak akan lahir pemimpin yang rakus jabatan, menumpuk kekayaan, atau memonopoli kekuasaan. Puasa adalah benteng dari ketidakadilan dan penindasan," tandasnya.
Ia menilai, Ramadhan sejatinya adalah kritik terbuka terhadap mentalitas ingin menguasai segalanya - tanpa peduli hak orang lain. Momentum ini harus menjadi titik balik untuk kembali pada fitrah: hidup adil, sederhana, dan berpihak pada yang lemah.
"Semoga Ramadhan kali ini tidak berhenti di seremoni. Biarlah ia meledakkan kesadaran kita, menghancurkan keserakahan, dan mengantarkan kita benar-benar menuju 'makan sejati'," pungkasnya penuh penekanan. ** (Agit)
















