- Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, 181 Meter Merah Putih Berkibar di Muka Indonesia
- HUT ke-41 Dufan Ancol Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Nikmati Wahana Gratis
- Dilepas ke 11 Negara, 4.021 Alumni LKP Siap Bersaing di Dunia Kerja Global
- PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum kepada Presiden, Persoalkan Pembatalan Lahan di Batam
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
- Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Kirim Bantuan Korban Gempa Bumi NTT melalui PELNI
- MBK Buka 24 Jam Aturan Ruwet Pelaku Usaha Terancam Gulung Tikar
- DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Bank Mandiri Digugat karena Cairkan Kredit Rp200 Juta dengan Jaminan Aset Milik Orang Lain
Hadiri Milad PUI ke-108 di Majalengka, Kapolri Ingatkan Risiko Global dan Pentingnya Stabilitas Nasional

Keterangan Gambar : Kapolri Jendral Polisi, Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri Milad PUI ke-108 di Ponpes Asromo Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Kapolri Jendral Polisi, Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa dinamika geopolitik dunia saat ini menunjukkan peningkatan eskalasi konflik yang semakin kompleks, mulai dari perang dagang hingga konflik bersenjata antarnegara.
Hal itu disampaikan saat menghadiri Milad ke-108 Persatuan Ummat Islam di Pondok Pesantren Asromo, Desa Pasirayu, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Senin (23/02/2026).
Menurutnya, berbagai ketegangan internasional seperti kebijakan Amerika Serikat terhadap Venezuela dan Iran, serta konflik di Gaza, Palestina, menjadi gambaran perubahan tatanan global yang tidak lagi hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga pada aspek ekonomi dan informasi.
Baca Lainnya :
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Kapolres Majalengka Nyatakan Perang Total, Bandar Narkoba Diburu
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
Mengacu pada laporan risiko global (Global Risk Report), dalam dua tahun ke depan dunia diperkirakan menghadapi ancaman serius seperti konfrontasi geoekonomi, misinformasi dan disinformasi akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI), serta meningkatnya polarisasi sosial dan politik.
"Perkembangan teknologi harus diantisipasi dengan penguatan literasi digital agar tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan fitnah dan hoaks," ujarnya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, Indonesia ditegaskan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif. Sebagai negara non-blok, Indonesia tidak berpihak pada kekuatan besar mana pun, namun tetap aktif mendorong perdamaian dunia melalui penguatan diplomasi dan ketahanan ekonomi nasional.
Di akhir sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak terhadap institusi Polri dalam menjalankan tugas di bawah kepemimpinan Presiden RI, serta menegaskan komitmen Polri untuk terus hadir melayani masyarakat. ** (Agit)







.jpg)



.jpg)




