Breaking News
- Dunia Pers Berduka: Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia di Jakarta
- Pelaku Pembunuhan Wanita di Serpong Utara Dibekuk Resmob PMJ Kurang dari 24 Jam
- Pramono Anung Tekankan Sinergi dan Ekspansi BUMD demi Jakarta Global City
- Dorong Peran BUMD DKI sebagai Pilar Ekonomi, Pemprov DKI Jakarta Gelar BUMD Leaders Forum
- Pemkab Barito Utara Komitmen Dukung Cegah Karhutla, Sekda Muhlis Hadiri Apel Siaga Karhutla 2026
- Polda Metro Bongkar 6 Lokasi Praktik Pengoplosan Gas Subsidi Beromzet hingga Miliaran Rupiah
- Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Baru
- Kodim Tangerang Gelar Patroli Dialogis, Ajak Warga Bersatu Cegah Kriminalitas
- Koramil 01/Tgr Bersama Warga, Patroli Malam Ciptakan Keamanan Wilayah
- Kemanunggalan TNI dan Warga di Balik Pembangunan Jembatan Garuda Tangerang
Rahmat Santoso: Tetap Konsisten Siapapun Pelaku Pembalakan Harus Ditindak Tegas

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Terhadap para pelaku yang disinyalir adalah oknum orang dalam Perhutani ada dugaan terlibat aksi pembalakan harus ditindak tegas, ini dilakukan untuk menimbulkan efek jera terhadap orang orang yang dengan sengaja melakukan menebang pohon di kawasan tegakan Perhutani. Hal ini disampaikan oleh Rahmat Santoso Wakil Bupati Blitar ketika menerima para pengunjuk rasa dari Yayasan Karya Cipta Abiyasa (YKCA) yang diterima secara perwakilan pada Kamis (07/07/22) di kantor KPH Blitar jalan Sdc. Supriadi. "Saya, bersama Kapolres, Kajari sudah melangkah membuat komitmen sesuai permintaan YKCA.Saya mohon pengertiannya semua itu perlu berproses dan itu tidak bisa langsung jadi baik. Semua harus bertahap. Bahkan di DPRD juga sudah pernah hearing to,"ungkap Rahmat Santoso. Selanjutnya Rahmat Santoso yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) pihaknya juga menyampaikan, info ada pembalakan liar. Bahkan dari Bareskrim sendiri juga sudah turun ke lapangan melakukan pengecekan.Ternyata pembalakan liar itu gak ada seperti dalam laporan. " Ya mungkin ada satu dua pohon yang hilang. Tapi hasil dari Bareskrim ternyata gak seperti yang dilaporkan," jlentrehnya Sementara itu Agus Budi Sulistio Ketua Umum YKCA minta agar penegakan hukum harus berjalan baik, karena aksi kejahatan lingkungan atau hutan semakin hari semakin meningkat. Ini terbukti dengan banyaknya kerusakan. Bahkan di hari terahir YKCA mendapati adanya bekas tonggak potongan kayu hasil ilegal loging yang diduga kuat melibatkan oknum perusahaan Perum Perhutani berada di KPH Sumberpucung, dan KPH Blitar. Pihak YKCA berharap kepada Kapolri untuk diberikan tindakan hukum yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. "Kami berharap, para pelaku kejahatan lingkungan harus ditindak tegas sesuai undang undang yang berlaku. Silahkan masyarakat menanam dibawah tegakan dengan baik, tanpa merusak hutan," pungkasnya.(za/mp)

.jpg)















