Breaking News
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
Rahmat Santoso: Tetap Konsisten Siapapun Pelaku Pembalakan Harus Ditindak Tegas

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Terhadap para pelaku yang disinyalir adalah oknum orang dalam Perhutani ada dugaan terlibat aksi pembalakan harus ditindak tegas, ini dilakukan untuk menimbulkan efek jera terhadap orang orang yang dengan sengaja melakukan menebang pohon di kawasan tegakan Perhutani. Hal ini disampaikan oleh Rahmat Santoso Wakil Bupati Blitar ketika menerima para pengunjuk rasa dari Yayasan Karya Cipta Abiyasa (YKCA) yang diterima secara perwakilan pada Kamis (07/07/22) di kantor KPH Blitar jalan Sdc. Supriadi. "Saya, bersama Kapolres, Kajari sudah melangkah membuat komitmen sesuai permintaan YKCA.Saya mohon pengertiannya semua itu perlu berproses dan itu tidak bisa langsung jadi baik. Semua harus bertahap. Bahkan di DPRD juga sudah pernah hearing to,"ungkap Rahmat Santoso. Selanjutnya Rahmat Santoso yang juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) pihaknya juga menyampaikan, info ada pembalakan liar. Bahkan dari Bareskrim sendiri juga sudah turun ke lapangan melakukan pengecekan.Ternyata pembalakan liar itu gak ada seperti dalam laporan. " Ya mungkin ada satu dua pohon yang hilang. Tapi hasil dari Bareskrim ternyata gak seperti yang dilaporkan," jlentrehnya Sementara itu Agus Budi Sulistio Ketua Umum YKCA minta agar penegakan hukum harus berjalan baik, karena aksi kejahatan lingkungan atau hutan semakin hari semakin meningkat. Ini terbukti dengan banyaknya kerusakan. Bahkan di hari terahir YKCA mendapati adanya bekas tonggak potongan kayu hasil ilegal loging yang diduga kuat melibatkan oknum perusahaan Perum Perhutani berada di KPH Sumberpucung, dan KPH Blitar. Pihak YKCA berharap kepada Kapolri untuk diberikan tindakan hukum yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku. "Kami berharap, para pelaku kejahatan lingkungan harus ditindak tegas sesuai undang undang yang berlaku. Silahkan masyarakat menanam dibawah tegakan dengan baik, tanpa merusak hutan," pungkasnya.(za/mp)

.jpg)


.jpg)












