- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- Layanan Kesehatan Gratis untuk Nasabah, Pemkab Barito Utara Gandeng BPD Kalteng
- DPRD Dukung Pembenahan BUMD, Tajeri Soroti Pelayanan BBM
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
- Tiga Prajurit TNI Misi Perdamaian PBB Gugur Terkena Dampak Serangan Israel di Lebanon
- DPR RI Komisi XII : Harga BBM Masih Aman, Evaluasi Tetap Berjalan
- Polri: Buron Interpol Asal Inggris Steven Lyons Ditangkap di Bali
PWI Pusat Minta Polisi Segera Tangkap Para Pelaku Penganiayaan Wartawan

Keterangan Gambar : Korban Pengeroyokan Hanafi menunjukkan luka Akibat penganiayaan oleh para pelaku
Megapolitanpos.com, Jakarta- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat mengutuk keras aksi penganiayaan wartawan oleh belasan orang di Kalimantan Barat(Kalbar).
Selain itu PWI meminta menegaskan dan meminta kepada pihak Kepolisian Kalbar untuk menangkap dan memproses terduga para pelaku yang berasal dari Debt collector lembaga pembiayaan Mandiri Tunas Finance.
" PWI Pusat mengutuk keras aksi penganiayaan tersebut dan meminta polisi menangkap segera pelakunya. Ini aksi yang mengarah ke upaya pembunuhan terhadap korban(Hanafi)." ujar Ocktap Riady, Ketua Bidang Advokasi/Pembelaan Wartawan PWI Pusat, diJakarta, Jumat (17/2/2023).
Baca Lainnya :
- Menuju 500 Tahun Jakarta, PWI Jaya Siapkan Anugerah Jurnalistik M.H. Thamrin ke-52
- Surani : Truck Banpres Semangat dan Harapan Baru KDMP Desa Tambarekjo Berjaya
- Polres Mojokerto disorot Terkait Dugaan Kriminalisasi Wartawan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Ditegaskannya, PWI tidak mentolerir kekerasan apalagi terhadap anggotanya.Dan pihaknya berharap agar Kepolisian segera menangkap para pelaku.
"Saya rasa Kapolda Kalteng pasti bisa menangkap pelakunya dalam tempo paling lama satu minggu. Ini penghinaan juga terhadap profesi wartawan,tangkap segera! Polisi harus bertindak cepat," ujar Ocktap.
Ocktap juga menilai, upaya laporan pelaku yang melaporkan Hanafi ke polisi dengan tuduhan Hanafi juga melakukan pemukulan adalah upaya akal akalan untuk berlindung dari kejahatan yang telah pelaku lakukan.
"Polisi jangan mau dibodohi para pelaku. Debt collector itu harus diberantas habis," ujar Ocktap geram.
Sebelumnya Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lamandau, Hanafi menjadi korban penganiayaan oleh orang tidak dikenal (OTK) atau debt collector yang diduga dari lembaga pembiayaan Mandiri Tunas Finance.
Poto: Para Pelaku yang mendatangi rumah korban.
Hanafi yang merupakan mantan Ketua PWI Kabupaten Lamandau Priode 2016-2019 ini mengaku didatangi oleh pelaku yang berjumlah 11 orang pada Minggu (5/2/2023), pukul 20.30, di halaman rumah Ulun Bung Haji, Jl.Cilik Riwut Km III RT 19, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar).
Selain menganiaya Hanafi, mobil milik korban hendak dirampas secara paksa pada malam hari itu hingga terjadi penganiayaan secara fisik dan baju yang dikenakan Hanafi pun robek-robek.
"Penganiayaan dilakukan dengan mengeroyok hingga pelipis kiri saya robek dan jari tangan saya juga mengalami luka," ungkap Hanafi seraya menunjukan luka-lukanya, Kamis (16/2/2023).
Waktu peristiwa perampasan dan pengeroyokan, gerombolan debt collector itu sempat mendatangi rumah Hanafi dan berupaya mengambil mobil serta menghalanginya untuk melapor ke polisi.
"Waktu saya mau naik mobil untuk melapor ke polisi, mereka menarik paksa supaya keluar dari mobil dan melakukan pemukulan beramai-ramai," tutur Hanafi.
Setelah itu, lanjutnya, mobil ingin dirampas secara paksa dengan menggunakan kunci serep, namun tidak berhasil. Akhirnya dia berhasil meloloskan diri sambil membawa mobil dan melapor ke Polres Kobar.
Hanafi mengatakan bahwa ia hanya minta keadilan dari aparat penegak hukum Polresta Kotawaringin Barat dan berharap laporannya dapat diterima dan ditindaklanjuti bukan hanya sekedar dijadikan pengaduan masyarakat semata.
"Kepada Kapolres Kalbar, mohon agar laporan saya dapat ditindaklanjuti," kata Hanafi.
Hanafi tidak ingin kejadian yang sama menimpa masyarakat lainnya, terlebih melakukan penagihan dengan cara arogan dan kekerasan serta mengatasnamakan Ormas tertentu.
Menurut informasi yang didapat, oknum pemuda yang melakukan pengroyokan tersebut diduga berasal dari Ormas Gepak Kotawaringin Barat dan mereka juga melaporkan Hanafi ke ke kepolisian atas tindakan yang sama.(ASl/Red/MP).


.jpg)





.jpg)








