Breaking News
- 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu Dimusnahkan
- Chandra Terpilih Secara Aklamasi, Lurah Cipondoh Makmur Segera Membuat SK Ketua RW 11
- SIAL Interfood 2026 Kembali Digelar di JIExpo Kemayoran, Perkuat Posisi Indonesia di Industri Pangan Global
- Komisi III DPRD Bongkar Krisis Sampah Majalengka, DLH Disorot
- Kebun Binatang Bandung Segera Punya Pengelola Baru, Pemkot Targetkan Hasil 29 Mei
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Patroli Malam Kodim 0506/Tgr Hadirkan Rasa Aman di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
- Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
- Bahas Transformasi Organisasi dan Tata Kerja, Kementerian ATR/BPN Rumuskan Cara Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan
Program Kotaku Jajanan Kuliner UMKM Mangkrak Diduga Dananya Lenyap

MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang- Diduga Pembangunan yang menghabiskan dana 650 Juta, hibah Provinsi Banten dari Program Kotaku dikenal sebagai Pasar Jajan (Foodcourt) di Kelurahan Periuk Jaya seakan mangkrak., Senin (06/12/2021) Seperti diketahui, bangunan yang di biaya PUPR Pusat senilai 650 juta lebih itu, dikatakan Sekel Periuk Jaya tidak memenuhi unsur gambar yang tertera. Pihak BKM yang menjadi penanggung jawab pun, kini akan dipertanyakan Pemerintah setempat. Pasalnya, sejak November 2021, para pekerja bangunan tidak terlihat melanjutkan pembangunan tersebut. ” Kalau di lihat bangunan emang bagus tapi bentuknya tidak seperti itu kaya Kos kosan, ” terang Muhdi Sekel Periuk Jaya saat ditemui awak media, pada Rabu (1/12/2021). Menurut Muhdi, pihaknya akan segera memanggil Ketua BKM Kelurahan terkait pengerjaan lanjutan. Dalam pemanggilannya, Lurah Periuk Jaya menginginkan kepastian laporan terkait anggaran proyek Jajanan Kuliner UMKM. ” Terkait angaran sudah abis atau belum, saya belum mengetahui, soalnya BKM juga tidak pernah memberikan laporan, ” tutup Muhdi. Sampai berita ini di tayangkan, belum ada kutipan resmi dari pihak penanggung jawab Proyek tersebut. (Red/KJK)















