Breaking News
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Tokoh Masyarakat Lahei Minta Keselamatan Warga Jadi Prioritas dalam Persoalan Jalan Hauling
- Dandim 0510/Tigaraksa Dukung Ketahanan Pangan, Panen Padi Sawah dan Pemberian Bantuan Sarana Pertanian
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
Program Kotaku Jajanan Kuliner UMKM Mangkrak Diduga Dananya Lenyap

MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang- Diduga Pembangunan yang menghabiskan dana 650 Juta, hibah Provinsi Banten dari Program Kotaku dikenal sebagai Pasar Jajan (Foodcourt) di Kelurahan Periuk Jaya seakan mangkrak., Senin (06/12/2021) Seperti diketahui, bangunan yang di biaya PUPR Pusat senilai 650 juta lebih itu, dikatakan Sekel Periuk Jaya tidak memenuhi unsur gambar yang tertera. Pihak BKM yang menjadi penanggung jawab pun, kini akan dipertanyakan Pemerintah setempat. Pasalnya, sejak November 2021, para pekerja bangunan tidak terlihat melanjutkan pembangunan tersebut. ” Kalau di lihat bangunan emang bagus tapi bentuknya tidak seperti itu kaya Kos kosan, ” terang Muhdi Sekel Periuk Jaya saat ditemui awak media, pada Rabu (1/12/2021). Menurut Muhdi, pihaknya akan segera memanggil Ketua BKM Kelurahan terkait pengerjaan lanjutan. Dalam pemanggilannya, Lurah Periuk Jaya menginginkan kepastian laporan terkait anggaran proyek Jajanan Kuliner UMKM. ” Terkait angaran sudah abis atau belum, saya belum mengetahui, soalnya BKM juga tidak pernah memberikan laporan, ” tutup Muhdi. Sampai berita ini di tayangkan, belum ada kutipan resmi dari pihak penanggung jawab Proyek tersebut. (Red/KJK)

.jpg)

.jpg)











