- SEAVFC Jadi Panggung Talenta Muda, Liza Maria Yakin Anak Indonesia Mampu Bersaing di ASEAN
- Indonesia Tuan Rumah SEAVFC 2027, Ajang Anak ASEAN Suarakan Kreativitas Lewat Video
- Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan
- Tak Kunjung Selesai, HGU Perkebunan Karanganyar Munculkan Polemik Warga
- Pemkab Barito Utara Hadirkan Gerakan Pangan Murah, Bantu Masyarakat Dapatkan Sembako Terjangkau
- Pemkab Barito Utara Restocking Benih Ikan di Dam Trinsing, Bupati Ajak Jaga Kelestarian Perairan
- PT. Perkebunan Karanganyar Lepas 80 Hektare ke Masyarakat
- Selamatkan Kekayaan Negara, TNI AL Sita 1,9 Ton Pasir Timah Siap Selundup ke Malaysia
- Ketua DK PWI Atal Depari : UKW Jadi Benteng Profesionalisme Wartawan
- Perkuat Komitmen Pelayanan Nasabah, BRI Life Hadirkan Wajah Baru Kantor Layanan di Denpasar
Indonesia Tuan Rumah SEAVFC 2027, Ajang Anak ASEAN Suarakan Kreativitas Lewat Video
.jpg)
Keterangan Gambar : Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Festival Video Anak ASEAN 2027.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Peringatan Hari Anak Indonesia 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat ruang kreativitas anak-anak melalui pemanfaatan teknologi digital secara positif. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah penyelenggaraan Southeast Asia Video Festival for Children (SEAVFC) atau Festival Video Anak ASEAN yang selama ini menjadi wadah bagi anak-anak mengekspresikan ide, kreativitas, sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia melalui karya audiovisual.
Momentum tersebut semakin bermakna setelah Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah SEAVFC 2027, sebuah festival tahunan yang mempertemukan karya-karya terbaik anak-anak dari negara-negara ASEAN sekaligus mendorong lahirnya generasi kreatif yang siap bersaing di tingkat global.
.jpg)
Baca Lainnya :
Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Ahmad Mahendra, menyampaikan dukungannya terhadap penguatan kreativitas anak melalui media audiovisual sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus pembinaan talenta generasi muda.
Menurutnya, pengembangan kreativitas sejak usia dini merupakan investasi penting untuk mencetak generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia melalui karya kreatif yang memiliki daya saing internasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Kementerian Kebudayaan dalam sosialisasi, workshop, pendampingan, hingga proses kurasi karya peserta yang melibatkan sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, dan pelaku industri kreatif di berbagai daerah.
Praktisi penyiaran televisi sekaligus pemerhati program anak, Liza Maria, mengatakan Hari Anak Indonesia harus menjadi momentum memperluas ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat melalui pendidikan nonformal.
Menurutnya, di era digital anak-anak perlu dibekali kemampuan menulis cerita, membuat video, fotografi, editing, hingga storytelling agar mampu bersaing di masa depan.
"Anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga kreator yang mampu menghasilkan karya positif dan membanggakan Indonesia. Festival ini memberi ruang bagi mereka untuk menyuarakan ide, harapan, dan kreativitas melalui media video," ujar Liza.
SEAVFC sendiri merupakan festival video anak yang digagas Anak TV Foundation Filipina sejak 2017 bertepatan dengan peringatan 50 tahun ASEAN. Festival ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah kolaborasi antarnegara ASEAN untuk mempererat persahabatan, memperkuat identitas budaya, serta mendorong lahirnya generasi muda kreatif melalui media audiovisual.
Mengusung tema "Hear My Voice", SEAVFC 2027 akan mengajak anak-anak menyampaikan suara, harapan, kepedulian, dan pandangan mereka terhadap kehidupan melalui karya video.
Liza Maria yang juga menjabat Asisten Board Indonesia menegaskan bahwa tema tersebut bertujuan mendorong anak-anak agar berani menyampaikan pendapat, sekaligus mengajak orang tua, guru, dan masyarakat untuk lebih mendengar suara anak sebagai bagian dari proses tumbuh kembang mereka.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, proses penjurian melibatkan profesional dari dunia perfilman, penyiaran, pendidikan, dan industri kreatif. Di Indonesia, proses kurasi dipimpin oleh Niniek L. Karim bersama dewan juri yang terdiri dari Liza Maria, sutradara Sidi Saleh, serta Sekretaris Jenderal Badan Perfilman Indonesia periode 2024–2026, Judith J. Dipodiputro.
Indonesia juga terus menorehkan prestasi dalam ajang tersebut. Pada SEAVFC 2024 di Malaysia, Indonesia meraih Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 13–17 Tahun melalui film "Tayan Tutu Anakku Satu" produksi Indonesiana TV. Prestasi berlanjut pada SEAVFC 2025 di Thailand ketika film "Cipak Cipuk" karya Studio Amara Kupang meraih Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 8–12 Tahun.
Antusiasme peserta juga terus meningkat. Setelah menerima lebih dari 200 karya pada 2024 dan sekitar 100 karya pada 2025, panitia menargetkan sedikitnya 300 hingga 400 karya video dari seluruh Indonesia pada penyelenggaraan SEAVFC 2027.
Melalui festival ini, Indonesia berharap dapat membangun ekosistem yang melahirkan generasi kreatif di bidang videografi, animasi, penyutradaraan, penulisan naskah, penyuntingan video, hingga produksi konten digital sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045.(AS/MP).


.jpg)













