- Punya Riwayat GERD atau Maag? Ini Checklist Sebelum Minum Apa Pun
- Musrenbang Teweh Baru Digelar, Hj Nety Herawati Tekankan Pembangunan Tepat Sasaran
- PWI Majalengka Rayakan HPN 2026, Pers Didorong Terus Jadi Garda Terdepan Demokrasi
- Musrenbang Teweh Baru, DPRD Siap Kawal Prioritas Pembangunan 2027
- Ketua DPRD Barito Utara Tekankan Sinkronisasi Program dalam Musrenbang Gunung Timang
- Ramadhan 1447 H, Zakat Fitrah Majalengka Rp. 40 Ribu
- H Tajeri Soroti Maraknya Narkoba di Kalteng, Ajak Semua Elemen Bergerak Bersama
- Penyalahgunaan Narkoba di Kalteng Meningkat, DPRD Barut Soroti Sulitnya Tangkap Bandar
- Bahas Implementasi Perpres 4/2026 tentang Pengendalian Alih Fungsi Lahan Sawah, Menteri Nusron Paparkan _Roadmap_ Penetapan LSD di 2026
- Dari Kampus ke Desa, 304 Taruna/i STPN Ambil Peran Menguatkan Data Tanah Masyarakat di Jawa Tengah
Penyalahgunaan Narkoba di Kalteng Meningkat, DPRD Barut Soroti Sulitnya Tangkap Bandar

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Anggota DPRD Barito Utara (Barut), H. Alhadi, menyoroti peningkatan penyalahgunaan narkoba di Kalimantan Tengah (Kalteng)
Hal ini disampaikan saat menghadiri audiensi antara Pemerintah Kabupaten Barito Utara dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalteng yang dihadiri oleh Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, Wakil Bupati Felix Sonadie, Sekretaris Daerah Drs. Muhlis, Kepala BNNP Kalteng Brigjen Pol Mada Roostanto, serta unsur Forkopimda lainnya, di Gedung Balai Antang Muara Teweh, Rabu (11/02/2026).
Adapun Audiensi ini bertujuan memperkuat sinergi pencegahan dan pemberantasan narkoba di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Barito Utara
Al Hadi mengungkapkan keprihatinannya atas tren peningkatan penyalahgunaan narkoba di Kalteng yang semakin memprihatinkan.
Ia mempertanyakan mengapa bandar narkoba sulit ditangkap,
Kita semua sepakat kata Al Hadi bahwa pengguna adalah korban, tetapi akar masalah utamanya adalah bandar yang harus diberantas, tapi kenapa bandar nya sulit ditangkap.
"Apakah mereka semacam punya kekuatan dewa seperti dalam drama korea ?," ucapnya menekankan
H. Alhadi menambahkan bahwa penangkapan satu bandar narkoba dapat memutus beberapa mata rantai peredaran, sehingga dapat menyelamatkan banyak orang.
Ia juga menyampaikan bahwa saat reses di beberapa desa, masyarakat sangat khawatir dengan dua hal yaitu narkoba dan judi online.
"Kita berharap generasi kita tidak terpapar dua hal ini, sebab Indonesia bukan menyongsong Indonesia emas malah menyongsong Indonesia cemas," tegasnya mengakhiri.
Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Made Roostanto, mengakui bahwa perkembangan penyalahgunaan narkoba di Kalteng dari tahun ke tahun menunjukkan tren peningkatan. Kegiatan ini diharapkan menjadi penguat komitmen bersama dalam mewujudkan daerah yang bersih dan bebas dari narkoba.
( A)


.jpg)










