- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
- Ateng Sutisna Satukan Ribuan Bobotoh, Nobar Final Persib di Majalengka Meriah
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Pangan dan Perdagangan Global
- Kapolres Majalengka Ajak Bobotoh Junjung Sportivitas Saat Nobar Persib vs Persebaya
- Munjirin Panen Padi Ciherang di Cakung, Urban Farming Bali Lestari Hasilkan 10 Ton Gabah
- PTPN I Ubah Aset Jadi Mesin Pertumbuhan, Cafe dan Gerai Produk Hilir Segera Hadir
- PWHI Kota Tangerang Minta Dugaan Intimidasi terhadap Jurnalis Diproses Sesuai Hukum
PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara

MEGAPOLITANPOS.COM - Gorontalo - Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, memanfaatkan ajang Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan Tahun 2026 untuk menyerap berbagai inovasi pertanian yang dinilai berpotensi diterapkan di daerahnya.
Saat mengunjungi kawasan Gelar Teknologi (Geltek) di GORR David-Tony, Limboto, Sabtu (20/06/2026), Felix bersama jajaran Dinas Pertanian serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Barito Utara meninjau sejumlah teknologi pertanian modern yang dipamerkan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
- Ateng Sutisna Satukan Ribuan Bobotoh, Nobar Final Persib di Majalengka Meriah
Beragam inovasi yang ditampilkan mencakup mekanisasi pertanian, sistem irigasi efisien, teknologi budidaya modern, hingga digitalisasi sektor agribisnis yang menjadi bagian dari upaya transformasi pertanian nasional.
Felix menilai perkembangan teknologi pertanian harus mampu menjawab tantangan peningkatan produksi pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.
“Gelar Teknologi pada PENAS XVII ini harus menjadi wadah kemajuan pertanian Indonesia sekaligus ruang pembelajaran yang nyata bagi petani dan nelayan kita,” kata Felix.
Ia menegaskan bahwa teknologi yang diperkenalkan dalam pameran tidak boleh berhenti pada tahap demonstrasi semata, melainkan harus dapat diadopsi dan diterapkan sesuai kebutuhan daerah.
“Teknologi ini harus bisa diterapkan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, partisipasi Barito Utara dalam PENAS XVII menjadi kesempatan penting untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan perikanan.
Melalui kolaborasi yang terbangun dalam ajang nasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap dapat mempercepat modernisasi sektor pertanian daerah sehingga lebih maju, mandiri, dan memiliki daya saing tinggi dalam mendukung ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
(Dd)
sumber: humasbarut


.jpg)
.jpg)







1.jpg)





