Breaking News
- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
- Bupati Shalahuddin, APBD-P 2026 Harus Jadi Ruang Evaluasi Substantif
- Pemkab Barito Utara Petakan Pemerataan Sarana Pendidikan dan Kesehatan
- Bupati Shalahuddin Siapkan Penguatan Sektor Pariwisata Barito Utara
- Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan PAD untuk Kurangi Ketergantungan Dana Transfer
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Kapolda PMJ Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta
- Tutup Rakor Karhutla di Teweh Selatan, Bupati Shalahuddin Tekankan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat
Pemkot dan Polres Tangsel Raih Rekor Muri

MEGAPOLITANPOS.COM, Ciputat-Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Polres dan Pemuda Indonesia Center (PIC) meraih penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI). Acara tersebut berlangsung di Ruang Blandongan, Puspemkot Tangsel, Ciputat, Sabtu, (18/12). Penghargaan MURI ini tentang rekor esai mengenai bela negara. Sebanyak 3.000 hasil karya literasi berupa esai hasil karya pemuda se-Indonesia dalam rangka menyambut HUT Bela Negara, berhasil meraih MURI. Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, penghargaan ini merupakan pembuktian bahwa pemuda memiliki peran besar dalam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Jadi ini digagas oleh anak-anak muda juga. Yang hadir di sini katakanlah mereka yang terbaik dari seluruh tulisan yang ada," ujar Benyamin usai menerima penghargaan rekor MURI. Benyamin pun mengapresiasi gerakan pemuda ini, terutama yang sudah membangkitkan bangsa akan literasi. "Saya kira ini sebuah gerakan membangun kesadaran di tengah-tengah krisis pandemi. Ini sangat penting sekali untuk membangkitkan nasionalisme untuk para pemuda kita," terangnya. Menurutnya, kesadaran dan semangat bela negara ini harus tetap ditanamkan bagi generasi muda yang mulai mengalami krisis persatuan. Mengingat, kini kembali banyak kejadian dan tindakan anak muda yang justru saling bertengkar. "Apa lagi masih ada intoleransi, tawuran dan lain-lain. Memang ini sedang menemukan momentumnya untuk bergairah dan bangkit untuk di Tangsel, melalui berbagai macam kegiatan” kata Benyamin. (Dra)


.jpg)




.jpg)



.jpg)




