- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
- Ateng Sutisna Satukan Ribuan Bobotoh, Nobar Final Persib di Majalengka Meriah
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Perkuat Posisi Indonesia sebagai Hub Pangan dan Perdagangan Global
- Kapolres Majalengka Ajak Bobotoh Junjung Sportivitas Saat Nobar Persib vs Persebaya
- Munjirin Panen Padi Ciherang di Cakung, Urban Farming Bali Lestari Hasilkan 10 Ton Gabah
- PTPN I Ubah Aset Jadi Mesin Pertumbuhan, Cafe dan Gerai Produk Hilir Segera Hadir
- PWHI Kota Tangerang Minta Dugaan Intimidasi terhadap Jurnalis Diproses Sesuai Hukum
Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu 21 Maret
Idul Fitri 1447 Hijriah

Keterangan Gambar : Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat membacakan hasil sidang isbat yang menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.(Ist)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama RI (Kemenag) menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu (21/3/2026). Penetapan tersebut disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar sesuai pelaksanaan sidang isbat di Auditorium H M Rasjidi, Gedung Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3/2026) malam.
"Disepakati 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2025," kata Nasaruddin Umar.
Adapun penetapan didasarkan pada posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia. Diungkap hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh MABIMS untuk penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
- Ateng Sutisna Satukan Ribuan Bobotoh, Nobar Final Persib di Majalengka Meriah
Hal tersebut disampaikan anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama (Kemenag) Cecep Nurwendaya dalam seminar sidang isbat di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Dijelaskan Cecep, berdasarkan perhitungan astronomi (hisab), ketinggian hilal di Indonesia berada pada rentang 0,91 derajat hingga 3,13 derajat. Sementara itu, elongasi atau jarak sudut antara bulan dan matahari berada di kisaran 4,54 derajat hingga 6,10 derajat.
Merujuk kriteria MABIMS, awal bulan hijriah ditetapkan jika hilal memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan elongasi mencapai 6,4 derajat.
"Kalau kurva tadi digabungkan, di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak memenuhi kriteria awal bulan kamariah MABIMS," beber Cecep.
Dengan kondisi tersebut, secara hisab astronomi, 1 Syawal 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.(***)


.jpg)
.jpg)







1.jpg)





