- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
Paska Kebakaran Gedung DPRD, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Ajak Masyarakat Mawas Diri Tak Mudah Diprovokasi

Keterangan Gambar : Supriyadi Ketua DPRD Kabupaten Blitar
MEGAPOLITAMPOS.COM, Blitar - Paska aksi rusuh pendemo beraksi membakar Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Blitar di Kanigoro, Ketua DPRD Kabupaten Blitar Supriyadi,mengaku prihatin atas tindakan brutal pendemo yang anarkis membakar gedung dewan.
Hal ini disampaikan Supriadi kepada awak media saat melihat dari dekat lokasi kantoe DPRD yang terbakar akibat amok massa bersama Kapolres Blitar Arif Fazlurrahman dengan Bupati Blitar Drs Rijanto MM pada Senin malam ( 01/09/25 ).
Melalui pesannya Supriadi sangat berharap kesadaran masyarakat Kabupaten Blitar untuk bisa memilah dan memilih cara yang tepat sebagai bentuk menyampaikan pendapat di muka umum, karena sesuai aturan demo menyampaikan aspirasi dilindungi undang - undang.
Baca Lainnya :
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
"Semua itu ada mekanismenya, kalau demo yang kemarin itu namanya bukan demo, namun sudah mengarah ke tindakan brutal, bisa disebut makar karena merusak fasilitas umum milik negara," Ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPRD Supriyadi menyampaikan apresiasinya kepada Kapolres Blitar atas kesigapan dalam menangani situasi bahkan aparat juga telah berhasil mengamankan 143 terduga pelaku pembakaran di wilayah hukum polres Blitar Raya.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolres yang telah berkomitmen untuk mengungkap dan menindak tegas para pelaku perusakan. Kami berharap masyarakat turut membantu dengan memberikan informasi bila mengetahui ciri-ciri pelaku,” ungkapnya.
Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman menegaskan bahwa aksi yang terjadi bukanlah bentuk demonstrasi, melainkan tindakan anarkis yang sengaja diciptakan untuk memicu kerusuhan. Ia mengajak masyarakat agar tidak ragu melapor jika memiliki informasi.
“Kami mohon kerja sama warga. Jika mengetahui atau melihat pelaku, segera laporkan ke Polres Blitar agar bisa segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Bupati Blitar Rijanto juga mengapresiasi langkah cepat Kapolres sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan bersama.
“Kami berterima kasih karena Kapolres turun langsung bertemu masyarakat. Mari kita saling menjaga lingkungan agar Kabupaten Blitar tetap aman, damai, dan kondusif,” jelas Rijanto.
Dengan kolaborasi aparat, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan situasi pasca-perusakan Gedung DPRD Kabupaten Blitar dapat segera kembali normal, serta tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menciptakan kegaduhan.
Diharapkan paska kejadian pembakaran masyarakat menyadari, tidak gampang di provokasi oleh orang - orang yang tidak bertanggung jawab.
Kapolres Blitar juga menyerukan kepada lembaga masyarakat komponen dan individu masyarakat turut berperan aktif menjaga kondusifitas wilayah masing mulai dari tingkatan yang paling rendah, yakni keluarga. (adv/za/mp)















