- DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
- PWI Jaya Kembali Gelar UKW, Wartawan Dituntut Profesional dan Berintegritas
- Bank Mandiri Digugat karena Cairkan Kredit Rp200 Juta dengan Jaminan Aset Milik Orang Lain
- Sineas Indonesia Bongkar Formula Film Drama yang Masih Diminati Penonton
- Menkop Buka Kebumen Travel Mart dan Dorong IWAKK Walet Emas Jadi Koperasi
- Banpres Rp1,2 Triliun untuk UMKM Terdampak Bencana Sumatera Disalurkan Bertahap
- AiMOGA Mornine Raih Tiga Sertifikasi Uni Eropa, Siap Ekspansi ke Pasar Global
- BIMA Apresiasi DPR dan Botok, Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset Maksimal 15 Desember 2026
- Peran Penting Kemitraan dengan BRI Talun Dorong UMKM Usaha Fasiatin Naik Kelas dan Berkembang
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
Motor Anak Wartawan Diembat Maling, Polisi Diminta Ungkap Pelaku Pencurian

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Aksi pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di wilayah Karawaci semakin menggila. Kini, motor honda beat warna hitam B 3710 CTU milik anak seorang wartawan GN (47) menjadi sasaran pelaku Curanmor. Jum'at (12/7/2023)
Diketahui, milik tersebut sehari-hari pakai anak GN untuk bekerja. Namun naas, saat sepulang kerja motor tersebut yang biasa diparkir di lokasi kos-kosan milik Sdr Yusuf pada pukul 17:30 , di Jalan Sinar Hati Vl A, Kelurahan Sukajadi, RT 04 RW 02, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, tiba-tiba pada pukul 21:00 lenyap diduga diembat maling.
Saat ditemui media ini, NSI (20) anak Gn menceritakan, sepulang kerja dirinya biasa memarkirkan kendaraanya di kos-kosan bersama milik warga yang kos dilokasi tersebut.
Baca Lainnya :
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
- Jalan Sangego Selatan Kota Tangerang Diperbaiki, Pemkot Mulai Terapkan Contraflow
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
Usai memarkirkan kendaraanya pada pukul 17:30 ia naik ke lantai 3 kosanya, tak berselang lama yakni pada pukul 21:00 dia turun kebawah hendak ke loundri, tapi alangkah kagetnya saat melihat motornya sudah tidak berada ditempat.
"Pulang kerja saya parkir ditempat biasa kos kosan, saya naik keatas kamar kos nggak lama saya turun motor saya sudah nggak ada hilang," kata Syifa.
Atas kejadian tersebut dia mengabarkan ke orang tuanya Gn via sambungan WhatsApp, dan menyarankan untuk segera melaporkan ke Polsek Karawaci.
"Segera lapor ya ke Polsek, Bapak sudah koordinasi sama Bhabinkamtibmas Pak Febri dan Petugas piket jaga malam," kata Gn ke putrinya.
Gn sangat menyesalkan kejadian tersebut, ia menilai aksi pencurian motor yang kian masif di wilayah Karawaci sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Ia meminta polisi untuk mengungkap jaringan curanmor yang ada di wilayah Karawaci dan sekitarnya.
"Saya minta polisi mengungkap kejadian curanmor yang menimpa anak saya, saya juga berterima kasih kepada anggota Polsek Karawaci yang menerima laporan anak saya dan langsung melakukan olah TKP," ujarnya.
Gn berharap Polisi khususnya Satreskrim Polsek Karawaci bisa mengungkap para pelaku pencurian di wilayah Karawaci yang aksinya sudah sangat meresahkan warga.
"Semoga Bapak-bapak Polisi khususnya Polsek Karawaci, Polres Metro Tangerang Kota bisa mengungkap kejadian Curanmor yang menimpa anak saya," tandasnya.
Ia juga meminta agar warga Karawaci berhati-hati dalam memarkir kendaraanya dengan memakai konci Ganda. Dan pemilik kontrakan memasang CCTV agar jika ada kejadian pelaku mudah di identifikasi.
"Saya minta para pemikik kos-kosan memasang CCTV, apalagi kos-kosan sebesar milik Pak Yusuf ini. Masa nggak ada sefti keamananya," tukasnya.
Ketua RT 04, RW 02, Kelurahan Sujadi, Agoes saat ditemui mengatakan, dengan adanya kejadian ini dirinya siap menghimbau pemilik kos kosan untuk memasang CCTV dan jika perlu akan mencari petugas keamanan untuk menjaga lingkungan.
"Nanti akan saya tegur pemilik kontrakanya, biar dia pasang CCTV untuk memudahkan identifikasi pelaku kejahatan jika terjadi hal yang sama, bukan hanya kosan pak Yusuf tapi juga yang lainya," tutupnya. ** (Jhn)








.jpg)







