- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Koramil 01/Teluknaga Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau Panjang.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI
- Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana
Menteri UMKM Luncurkan Rise To IPO sebagai Solusi Pembiayaan Usaha Menengah

Keterangan Gambar : Menteri Maman saat memberi sambutan dalam acara peluncuran program RISE To IPO
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meluncurkan Program RISE To IPO sebagai solusi pembiayaan alternatif bagi usaha menengah.
“Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pengusaha menengah di Indonesia hari ini bukan hanya soal permodalan, tetapi juga akses terhadap skema pendanaan jangka panjang yang sesuai kebutuhan dan berkelanjutan. Sementara di sisi lain, pasar modal Indonesia terus berkembang sebagai sumber pendanaan alternatif yang potensial,” ujar Menteri Maman saat memberi sambutan dalam acara peluncuran program RISE To IPO: Empowering Medium Enterprises to IPO di Jakarta, Rabu (9/7).
Untuk itu, Menteri Maman melanjutkan, Program RISE To IPO hadir sebagai jawaban konkret atas kebutuhan atas pembiayaan alternatif tersebut.
Baca Lainnya :
- IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli, Dorong Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pascabencana
- Ratusan UMKM Aceh Ikuti Workshop Pemulihan Usaha, Akses Modal hingga Pemasaran Diperkuat
- Wamen UMKM Helvi Moraza Ungkap 3 Kunci UMKM Indonesia Tembus Pasar Global
- Kementerian UMKM Dorong Pengusaha Perkuat Fundamental Sebelum Menembus Pasar Ekspor
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
"Program ini adalah jembatan transformasi yang mendorong pengusaha menengah untuk naik kelas, dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka, yang lebih tertata, transparan, dan kompetitif," ujarnya.

Menteri Maman menyebutkan, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia(BEI). hingga 2024, sudah terdapat 42 perusahaan skala menengah yang tercatat di papan akselerasi, dengan mayoritas berasal dari sektor consumer goods, teknologi, dan properti.
"Usaha menengah ini kami harapkan dapat menjadi jangkar bagi jutaan usaha mikro dan kecil di seluruh Indonesia. Karena setiap usaha menengah yang kuat dan berdaya saing dapat menjadi off taker sekaligus aggregator bagi usaha mikro dan usaha kecil dalam skema kemitraan rantai pasok, sehingga dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia," katanya.
Hal ini, kata Menteri Maman, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pada pentingnya hilirisasi dan penguatan sektor produktif.
Maka dengan menjadi perusahaan publik, tidak hanya akan memperkuat bisnis usaha menengah, tapi juga memberikan kesempatan bagi usaha mikro dan kecil untuk berkembang dan meningkatkan kapasitas usahanya.
"Inilah esensi dari ekonomi kerakyatan yang menjadi pilar utama dalam Asta Cita Presiden Prabowo," katanya.
Menteri Maman juga mengingatkan pentingnya melakukan kurasi dan evaluasi bagi pengusaha menengah yang masuk dalam program RISE To IPO.
Menurutnya hal itu jangan sekadar berpatokan pada aspek jumlah, tapi juga pada aspek kualifikasi, kualitas, serta fundamental perusahaan.
"Saya berpesan agar jumlah jangan menjadi masalah, yang penting fundamentalnya kuat dan bisa dijadikan champions untuk didorong sebagai contoh ke publik Indonesia bahwa usaha kecil dan menengah bisa punya kapasitas untuk go public," ujarnya.
Program RISE To IPO
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menjelaskan ada tiga tujuan utama dalam program “RISE To IPO: Empowering Medium Enterprises to IPO” yaitu meningkatkan awareness dan literasi tentang pasar modal, memberikan strategi pendampingan teknis dan konkret, dan membuka kesempatan bagi peserta yang lolos kurasi untuk mengikuti program IDX Incubator.
"Memberikan strategi pendampingan teknis dan konkret ini juga meliputi aspek legal, keuangan, dan tata kelola perusahaan dalam proses menuju go public," katanya.
RISE adalah akronim dari Reach atau usaha menengah potensial, Inspire bagi mereka untuk berani go public, Support dalam proses transformasi bisnis, dan Elevate ke level perusahaan terbuka yang kompetitif.
Program RISE To IPO ini, kata Bagus, disusun dengan beberapa tahapan secara komprehensif, yang mengedepankan edukasi, seleksi yang terukur, serta pendampingan yang bersifat praktis dan implementatif.
"Hari ini, para peserta program RISE To IPO akan mengikuti seminar go public yang dikemas dalam bentuk talkshow edukatif bersama Bursa Efek Indonesia, BNI Sekuritas, serta PT Data Sinergitama Jaya Tbk, sebagai perusahaan yang telah berhasil mencatatkan sahamnya di bursa sebagai sumber pembelajaran," katanya.
Tahapan selanjutnya, kata Bagus, para peserta program akan mengikuti intensive coaching clinic pada September 2025, yaitu pendampingan mendalam secara individual maupun kelompok kecil, membahas aspek hukum, keuangan, dan strategi untuk IPO.
"Setelah melewati titik tahapan tersebut para peserta yang terpilih akan ditawarkan untuk masuk ke program IDX Incubator 2026, sebagai fase pembinaan lanjutan menuju IPO yang sesungguhnya," katanya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek)








.jpg)







