Menteri Maman Tekankan Pentingnya Kolaborasi Antar Stakeholder dalam Pengembangan UMKM

By Achmad Sholeh(Alek) 16 Apr 2025, 23:38:18 WIB UMKM
Menteri Maman Tekankan Pentingnya Kolaborasi Antar Stakeholder dalam Pengembangan UMKM

Keterangan Gambar : Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Maman Abdurahman


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Menteri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Maman Abdurahman menekankan pentingnya membangun semangat kolaborasi antar stakeholder agar sektor UMKM bisa tumbuh dan berkembang.

"Mengurus UMKM adalah kerja gotong royong, mulai dari aspek regulasi, pembiayaan, dan lainnya. Untuk itu sebagai stakeholder UMKM, kita harus memiliki spirit kolaborasi untuk mendukung UMKM berkembang," ujar Menteri UMKM saat menjadi pembicara Indonesia Guarantee Summit 2025 di Jakarta, Rabu (16/4).

Dalam acara yang digagas oleh Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) ini, Menteri Maman menyebut industri penjaminan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. 

Baca Lainnya :

"Industri penjaminan memiliki peran yang sangat strategis dalam menjembatani kesenjangan antara UMKM yang memiliki potensi, namun terkendala oleh masalah agunan dengan lembaga keuangan yang memiliki kehati-hatian dalam menyalurkan kredit," ujar Menteri Maman.

Pada forum ini Menteri Maman menyinggung target pemerintah dalam pengembangan UMKM yaitu perluasan akses pembiayaan, transformasi digital UMKM, dan peningkatan daya saing UMKM.

Menurut Menteri Maman berdasarkan data Statistik Sistem Keuangan Indonesia (SSKI) Bank Indonesia per Januari 2025, capaian rasio kredit UMKM terhadap kredit perbankan tahun 2024 hanya mencapai 19,52 persen dari total nilai kredit perbankan Rp7.946 triliun. 

Padahal, Menteri Maman melanjutkan, berdasarkan kajian Ernts dan Young Indonesia, kebutuhan kredit UMKM secara nasional sebesar Rp4.300 triliun pada tahun 2026. Namun saat ini yang terakomodasi baru hanya sekitar Rp1.900 triliun, sehingga terdapat financial gap sebesar Rp2.400 triliun.

Menurut Menteri Maman, masih besarnya financial gap UMKM, menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan rasio kredit UMKM.

"Pemerintah terus mendorong lembaga keuangan dan perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada UMKM dengan skema yang lebih mudah dan terjangkau. Selain itu, kami juga mengembangkan alternatif pembiayaan lainnya seperti fintech lending dan crowdfunding yang dapat menjadi solusi bagi UMKM," ujar Menteri Maman.

Acara yang mengusung tema Peran Perusahaan Penjaminan dalam Pemberdayaan UMKM untuk Mewujudkan Asta Cita, turut dihadiri Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Siti Azizah, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun di Otoritas Jasa Keuangan Ogi Prastomiyono, dan Ketua Asippindo Ivan Soeparno.(Reporter: Achmad Sholeh Alek) 




  • Kolaborasi BNI dan IAS, Layanan Pendampingan Bandara Kini dalam Genggaman

    🕔14:34:18, 02 Okt 2026
  • Hari Batik Nasional, BNI Dorong Perajin dan UMKM Batik Naik Kelas hingga Pasar Global

    🕔12:03:21, 02 Okt 2026
  • Kementerian UMKM Perluas Akses Pembiayaan Non-KUR melalui SHAT

    🕔22:52:34, 30 Sep 2026
  • SMESCO Luncurkan SIAP 2026, Dorong UMKM Naik Kelas dan Tembus Pasar Global

    🕔20:57:15, 30 Sep 2026
  • Aksi 30 September, Ojol Tolak Turbo Maxim dan Tegaskan Ingin Tetap Jadi Mitra

    🕔20:19:44, 30 Sep 2026