- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
- DPMPTSP Barito Utara Perkuat Pengawasan Investasi, Pastikan Kepatuhan Pelaku Usaha
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
Menteri Maman Sebut Bisnis Waralaba Bisa Mendorong Usaha Mikro dan Kecil Naik Kelas

Keterangan Gambar : Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat menghadiri Indonesia Franchise Week 2025 di Indonesia Convention Exhibition, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/10
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperluas pola kemitraan usaha melalui sistem franchise (waralaba) sebagai strategi efektif untuk mendorong pengusaha mikro dan kecil agar naik kelas.
“Banyak usaha mikro dan kecil yang sebenarnya sudah memiliki produk bagus, tetapi membutuhkan dorongan untuk naik kelas. Bisnis franchise ini bisa menjadi jembatan yang efektif agar mereka bisa berkembang dan tumbuh lebih besar,” ujar Menteri UMKM Maman Abdurrahman saat menghadiri Indonesia Franchise Week 2025 di Indonesia Convention Exhibition, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/10).
Menteri Maman menjelaskan, waralaba merupakan salah satu bentuk kemitraan bisnis yang terbukti mampu menciptakan peluang usaha baru. Melalui model ini, UMKM yang telah memiliki produk unggulan dapat memperluas jangkauan usahanya secara lebih cepat, efisien, dan terukur.
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 500 Merek dari 16 Negara
- Kementerian UMKM dan PNM Segera Salurkan Pembiayaan Perempuan Prasejahtera Berbunga 8 Persen
- Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh
- Kementerian UMKM Buka Peluang UKM Pertambangan Masuk Rantai Pasok Global
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa penerapan sistem waralaba harus dibangun di atas fondasi usaha yang kuat. Ia menyoroti masih adanya pengusaha yang tergesa-gesa masuk ke pola waralaba sebelum siap secara manajerial maupun dari sisi kualitas produk.
“Kuncinya adalah penguatan fundamental usaha. Jangan sampai usaha belum siap tapi sudah masuk sistem franchise. Akibatnya bukan berkembang, malah justru rontok. Jadi yang utama adalah memperkuat kualitas produk dan manajemen usahanya terlebih dahulu,” tegas Menteri Maman.
Selain menyoroti pentingnya kemitraan, Menteri Maman juga menegaskan komitmen Kementerian UMKM dalam meningkatkan rasio kewirausahaan nasional. Saat ini, rasio kewirausahaan Indonesia masih berada di angka 3,1 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 3,6 persen pada tahun 2029.
“Kita mau dorong terus agar rasio kewirausahaan naik, salah satunya melalui pola kemitraan dan franchise seperti ini,” ujarnya.
Data menunjukkan, bisnis waralaba mencatat pertumbuhan positif hingga 5 persen pada tahun 2024. Pertumbuhan ini diharapkan dapat berkontribusi signifikan terhadap peningkatan rasio kewirausahaan nasional yang masih tergolong rendah.
Menurut Menteri Maman, kemitraan berbasis waralaba dapat menjadi salah satu strategi dalam memperkuat struktur ekonomi nasional berbasis UMKM.
“Kalau semakin banyak usaha mikro dan kecil yang tumbuh melalui sistem franchise, maka pertumbuhan wirausaha kita akan semakin cepat dan ekonomi rakyat semakin kokoh,” ujarnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)

.jpg)




.jpg)





