- Wahana Edukasi Wisata Eco Park Joko Pangon 3,8 M Agkat Ekonomi Pelaku UMKM Kota Blitar.
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
- Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya.
- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
Menkop Budi Arie Setiadi: Koperasi Butuh Lompatan Besar untuk Berkembang dan Maju

Keterangan Gambar : Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi pada acara 100 CORPORATE PRO COOPERATIVES AWARD 2024, di Auditorium Kementerian Koperasi, Kamis, 12 Desember 2024.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi mengapresiasi perusahaan perusahaan yang mendukung perkembangan Koperasi di Indonesia. Menurutnya Koperasi dimasa sekarang membutuhkan banyak lompatan( terobosan) untuk berkembang dan maju.
Karena itu peran serta seluruh elemen masyarakat dan seluruh stakeholder sangat dibutuhkan untuk kemajuan koperasi di Indonesia.
Demikian dikatakan Menkop Budi Arie Setiadi dalam sambutannya pada acara 100 CORPORATE PRO COOPERATIVES AWARD 2024, di Auditorium Kementerian Koperasi, Kamis, 12 Desember 2024.
Baca Lainnya :
- Kemenkop dan KSP Bahas Penguatan KDKMP Sebagai Simpul Distribusi Barang Bersubsidi
- Menkop Tekankan Percepatan Reforma Agraria Berbasis Koperasi
- Menkop Ferry Tegaskan Koperasi Jadi Tiang Utama Ekonomi Daerah
- Kemenkop Kembali Tegaskan Isu Anggaran Rp103 Miliar Untuk Podcast Tidak Tepat
- Menkop Buka Kebumen Travel Mart dan Dorong IWAKK Walet Emas Jadi Koperasi

" Karena koperasi ini adalah ekonomi kerakyatan, konstitusi dan Pancasila kita jelas mengatur tentang semangat Kehidupan bermasyarakat yang adil di mana sila ke 4 adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan alat utamanya atau kendaraan utamanya adalah koperasi,' ujar Menkop Budi Arie.
Menkop Budi Arie menambahkan, Koperasi bukan untuk meniadakan, mengerdilkan atau membuat yang besar menjadi kecil, tetapi yang besar yang kecil harus tetap menjadi besar supaya dia berkontribusi bagi negara dan masyarakat.
" Kita ingin perekonomian atau ekonomi yang juga adil dengan melibatkan banyak masyarakat terlibat di dalamnya. Karena masyarakat Indonesia ini masih banyak yang tertinggal sehingga kita perlu membantu mereka," katanya.

Intisari koperasi lanjut Menkop, adalah tolong menolong dan gotong royong. Dan ini sesuai dengan prinsip prinsip dan dasar dasar negara ini didirikan. "Karena itulah saya juga berharap peran serta dari seluruh lapisan masyarakat, khususnya perusahaan, perusahaan atau korporasi bisa bahu membahu dengan Kementerian Koperasi dan seluruh insan koperasi di Indonesia untuk sama sama mengembangkan, menumbuhkan dan juga memajukan koperasi di seluruh Indonesia," imbuhnya.
Selanjutnya menkop Budi Arie berharap agar acara 100 CORPORATE PRO COOPERATIVES AWARD 2024 dapat terus dilanjutkan dan terus ditingkatkan agar lebih bagus lagi.
" Kita berharap momen acara 100 CORPORATE PRO COOPERATIVES AWARD ini bisa terus dilanjutkan sebagai sebuah tradisi yang baik dari tahun ke tahun dan nantinya dibikin yang lebih bagus lagi. Karena buat kami bukan soal apa yang harus dilakukan, tetapi apa manfaat dan dampaknya bagi masyarakat," pungkas Menkop Budi Arie Setiadi.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Majalah Peluang, sekaligus penyelenggara acara , Irsyad Muchtar dalam sambutannya mengatakan, Penyelenggaraan 100 CORPORATE PRO COOPERATIVES AWARD 2024 oleh Majalah Peluang ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada korporasi yang selama ini telah menjalin kerja sama dengan koperasi.
“Acara ini merupakan yang pertama dan satu-satunya yang digelar untuk memberikan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan yang mendukung pengembangan usaha koperasi,” ujar Irsyad Muchtar,
Penilaian Korporasi Pro Koperasi dilakukan dengan menggunakan metodologi ilmiah oleh Dewan Juri kompeten yang terdiri dari praktisi koperasi, asosiasi koperasi, akademisi, praktisi komunikasi, dan jurnalis.
Terdapat enam variabel penilaian yakni Kemitraan Strategis, Pemberdayaan Ekonomi, Pengembangan Kapasitas, Inovasi dalam Kemitraan, Dampak Sosial, Keberlanjutan dan Skalabilitas. Masing-masing variabel menggunakan indikator-indikator terkait.
Irsyad menambahkan, event ini akan digelar setiap tahun ke depannya. ”Kami akan mengadakan penilaian ini setiap tahun dan berharap dapat menginspirasi korporasi agar kemitraannya dengan koperasi semakin kuat,” pungkasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)




.jpg)
.jpg)







