- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
- Sidak Proyek Joko Pangon Ini Catatan Komisi III DPRD Kota Blitar.
- Mengenal Nomor Sertipikat dan Makna yang Terkandung di Dalamnya.
- KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel
- Sri Rahayu Resmi Pimpin PDAM, Eman Soroti Pelayanan Air dan Kekompakan
- BNN RI dan Australian Federal Police Perkuat Kemitraan Brantas Jaringan Narkotika
- 638 Prajurit Satgas BGC TNI Konga 39-H MONUSCO Diberangkatkan Tugas Misi PBB ke Kongo
Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.

Keterangan Gambar : membuka Sosialisasi Organisasi Seni Budaya Keagamaan di Kota Tangerang yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas seni budaya keagamaan di Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (23/9/2026).
MEGAPOLITANPOS.COM, TANGERANG - Kekayaan seni dan budaya keagamaan bukan sekadar warisan masa lalu. Di tengah perubahan zaman, warisan tersebut perlu terus dirawat, dikembangkan, dan diperkenalkan dengan cara yang relevan dan dekat dengan generasi muda.
Hal itu disampaikan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat membuka Sosialisasi Organisasi Seni Budaya Keagamaan di Kota Tangerang yang diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai organisasi dan komunitas seni budaya keagamaan, yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat atau Kesra, Sekretariat Daerah Kota Tangerang, di Patio, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (23/09/2026).
Sachrudin mengatakan, keberlangsungan seni dan budaya membutuhkan kolaborasi seniman, budayawan, tokoh agama, komunitas, pemerintah, dan generasi muda sebagai penerus.
Baca Lainnya :
- Sachrudin: Perkuat Pelayanan agar Pelaku Usaha Makin Betah.
- Tak Cuma Warisan, Sachrudin: Seni Budaya Keagamaan Harus Berjaya Lintas Generasi.
- Hasil Sinergi, Maryono: Wujudkan Pemerataan & Infrastruktur Kian Dekat Warga .
- Waspada Bencana Hidrometeorologi, Sachrudin Minta Aparat Wilayah Lebih Sigap.
- Maulid Nabi Jadi Momentum Sinergi Ulama dan Umaro, Sachrudin: Bangun Kota dengan Kepedulian.
“Bagaimana seni budaya di Kota Tangerang ini bisa tumbuh dan berkembang, punya daya tarik sendiri, bukan hanya dikenal masyarakat Kota Tangerang, tetapi juga daerah lain bahkan mancanegara. Yang paling penting, bagaimana kita menghadirkan seni budaya ini kepada generasi penerus, para generasi muda,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, budaya tidak berhenti pada pertunjukan, tetapi mencakup nilai, tradisi, kebiasaan, dan identitas masyarakat yang diwariskan antargenerasi.
Sebagai kota multikultural dan multietnis, Kota Tangerang memiliki kekayaan seni dan tradisi, mulai dari palang pintu, lenong, wayang kulit, barongsai, gambang kromong, tari cokek, debus, hingga hadroh, marawis, gambus dan berbagai seni budaya keagamaan lainnya.
Oleh karena itu, perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai ruang baru untuk membuat kekayaan budaya tersebut semakin dekat dan dikenal generasi muda. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Tangerang pun mendorong pelaku seni dan budaya memanfaatkan ruang digital, termasuk lewat Aplikasi Tangerang LIVE melalui fitur E-Plesiran, untuk memperkenalkan karya, kegiatan, komunitas, dan potensi budaya lokal.
“Hari ini, kami sosialisasikan kepada para seniman dan budayawan di Kota Tangerang untuk terus mengembangkan seni dan budaya yang ada agar tetap relevan dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Di antaranya melalui pemanfaatan teknologi digital yang ada di aplikasi Tangerang LIVE,” tuturnya.
Sachrudin, menuturkan, seni budaya keagamaan juga dapat menjadi media untuk menanamkan nilai kebaikan, persaudaraan, toleransi, dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Ia berharap, sosialisasi tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi berlanjut menjadi karya dan kolaborasi nyata yang membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan meneruskan budaya daerah.
“Harapannya tentu kegiatan ini tidak berhenti pada sosialisasi saja, tetapi bagaimana kita bersama-sama mengembangkan seni budaya yang ada di Kota Tangerang, sehingga tetap hidup, dikenal, dan bisa diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya.(Tus)

.jpg)

.jpg)



.jpg)




