- Kantah Kabupaten Tangerang Raih Predikat Informatif Capaian Nilai 98,50 .
- Wujud Sinergi TNI dan Warga Jaga Keamanan Lewat Patroli Malam.
- Kakanwil Kemenag Banten Dukung Simamat, Perkuat Transformasi Digital.
- Inovasi Produk Makanan dan Minuman Mendunia, SIAL 2026 Hadirkan 10 Finalis Terbaik
- DPRD Provinsi Maluku Desak Penertiban DAS Waitomu, Wajo: Konstruksi Harus Dibongkar
- Empat OPD Pemprov Maluku Dievaluasi, Komisi II DPRD Provinsi Catat Perkembangan Positif
- Solichin Tegaskan Legalitas Lahan Harus Tuntas Sebelum TPU Muslim Dibangun
- Dandim 0808/Blitar Terima Kunker Mentan RI di Udanawu, TNI Siap Dukung Kemandirian Pangan.
- PP Polri Beri Dukungan Moral kepada Kapolri Suyudi Ario Seto dalam Penegakan Hukum Oknum Polisi
- Tenaga Ahli Komisi II MPR Bersama Pengusaha Bela Bangsa Sambangi PT STM: Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Berbasis Data demi Kemakmuran Bangsa
Melalui Program Kumitra, Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Rantai Pasok

Keterangan Gambar : Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem rantai pasok nasional
MEGAPOLITANPOS.COM, Sukabumi, Jawa Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem rantai pasok nasional melalui program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra).
Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyatakan, Kumitra merupakan langkah strategis untuk memperluas peluang usaha, memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, dan membantu mereka naik kelas agar dapat terintegrasi dalam rantai pasok formal, baik di tingkat nasional maupun global.
“Selama ini hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama usaha mikro sulit berkembang adalah karena mereka dibiarkan berjuang sendirian tanpa jaminan pasar yang pasti,” ujar Menteri Maman di Sukabumi, Kamis (9/10).
Baca Lainnya :
- SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 500 Merek dari 16 Negara
- Kementerian UMKM dan PNM Segera Salurkan Pembiayaan Perempuan Prasejahtera Berbunga 8 Persen
- Kementerian UMKM Salurkan Bantuan Alat Produksi untuk Pulihkan Usaha Pascabencana di Aceh
- Kementerian UMKM Buka Peluang UKM Pertambangan Masuk Rantai Pasok Global
- Maman Abdurrahman Pastikan Bunga PNM Mekaar 8 Persen Berlaku Permanen
Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, sejak 2022 hingga 2024 telah tercatat 2.546 kesepakatan kemitraan antara usaha besar dan UMKM dengan nilai mencapai Rp15,9 triliun. Kemitraan tersebut melibatkan 725 usaha besar dan 1.505 pelaku UMKM di berbagai sektor.
“Padahal, kita memiliki lebih dari 64 juta UMKM di seluruh Indonesia. Artinya, ruang kemitraan yang bisa kita dorong masih sangat luas untuk diperkuat,” katanya.
Selain melalui program Kumitra yang memperkuat ekosistem rantai pasok, Pemerintah juga berorientasi pada pemberdayaan kelompok rentan, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.
“Sebagian besar pengusaha mikro adalah ibu rumah tangga. Selain itu, ada amanah dari Presiden Prabowo agar kita juga harus memberi perhatian khusus kepada saudara-saudara penyandang disabilitas,” ujarnya.
Menurut Menteri Maman, membangun ekosistem pemberdayaan pengusaha mikro yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para mitra strategis seperti Bank BJB, Alfamart, Indomaret, Pegadaian dan Pegadaian Syariah, Jamkrindo, Askrindo, Bandung Kunafe, dan Baznas yang telah berkomitmen mendukung ekosistem kemitraan ini.
“Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa sektor publik dan swasta dapat berjalan beriringan. Para mitra tidak hanya berperan sebagai offtaker produk pengusaha mikro, tetapi juga membuka akses pembiayaan, pendampingan, dan jaringan pasar yang berkelanjutan,” ujar Maman.
Melalui sinergi tersebut, lanjutnya, pengusaha mikro diharapkan mampu menghasilkan produk berkualitas, memperoleh pasar yang pasti, serta mengakses modal yang memadai untuk memperluas usaha.
“Dengan demikian, pengusaha mikro tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi nasional,” katanya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Choiri Fauzi, yang turut hadir dalam acara tersebut, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas kementerian sebagaimana diamanatkan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita harus bersinergi dalam upaya pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui penguatan UMKM dan pemberdayaan perempuan. Program Kumitra merupakan wujud nyata kolaborasi yang diinisiasi Kementerian UMKM untuk memberikan solusi konkret,” ujarnya.
Sebagai penutup acara, Menteri Maman bersama Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi melepas ekspor perdana opak singkong produksi PT Gemilang Agro Inovasi yang merupakan kreasi penyandang disabilitas di Sukabumi ke Brunei Darussalam sebanyak 28.800 pack dengan nilai sekitar 18 ribu dolar AS.
Pelepasan ekspor ini turut disaksikan oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, jajaran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Sosial, serta pejabat Kementerian UMKM.
Melalui langkah tersebut, Kementerian UMKM menunjukkan bahwa program kemitraan tidak berhenti pada pemberdayaan di tingkat lokal, tetapi juga mampu membuka jalan bagi produk-produk UMKM Indonesia menembus pasar internasional.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).



.jpg)



.jpg)








