- Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan.
- Kementerian ATR/BPN Gelar Rapat Lanjutan Bersama BRAN untuk Perjelas Pembagian Tugas dan Fungsi terkait Reforma Agraria.
- Koramil 04/Cikupa Ngaji Bareng Dan Bagikan Sembako Dengan MUI Kec Cikupa.
- Tingkatkan Keamanan Melalui Patroli Malam, Babinsa Ajak Warga Peduli Lingkungan.
- Mendag Budi Santoso Serahkan UKM Pangan Award 2026, Buka Peluang Masuk Ritel Modern
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- Kementerian UMKM Perkuat Pemulihan UMKM Aceh melalui Akses Pasar Digital dan Dukungan Pengembangan Usaha
- PERINTIS 10 Hari Mulai Diterapkan, Kantah Kabupaten Tangerang Hadirkan Layanan Peralihan Hak yang Lebih Cepat dan Mudah.
Luar Biasa Karya Seni Batik \" PUSPA DAHANA\" Sabet Penghargaan Inotek Award 2025

Keterangan Gambar : Luar Biasa Karya Seni Batik " PUSPA DAHANA" Sabet Penghargaan Inotek Award 2025
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Sebuah prestasi membanggakan kembali di raih Pemerintah Kota Blitar raih penghargaan kategori Budaya dan Kependudukan melalui karya inovatif Batik Puspa Dahana pada ajang Inovasi Daerah dan Inovasi Teknologi Award (Inotek Award) tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak kepada Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum, Sekretariat Daerah Kota Blitar, Kusno pada acara penganugerahan Inotek Award 2025 di Hotel Mercure Surabaya, Kamis (13/11/25).
Batik Puspa Dahana merupakan hasil kreativitas Eka Sulistyana, pegiat Kampoeng Cyber Kota Blitar. Karya berjudul “Puspa Dahana: Inovasi Motif Batik untuk Pemajuan Kebudayaan dan Ekonomi Baru Kota Blitar” ini diajukan oleh Pemerintah Kota Blitar melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperinda) pada kompetisi Inotek Award 2025 Provinsi Jawa Timur.
Baca Lainnya :
- Realisasi Pengadaan Majalengka Baru 25 Persen, Ribuan Paket Belum Terealisasi
- Mulyani Dukung Deteksi Dini Kanker Serviks, Apresiasi Gerakan Perempuan Sadar Sehat di Pasir Kuda
- Anggaran BPJS Kesehatan Disorot DPRD Kota Bogor
- Hadiri Talk show Perlindungan Anak, Ketua DPRD Kota Bogor Dorong Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
- Pengeroyokan Brutal di Majalengka, 4 Orang Diamankan, 3 Diburu
“Inovasi ini pada dasarnya mendorong keterlibatan masyarakat, lembaga pendidikan, hingga pelaku usaha untuk ikut mengembangkan dan mensupport berbagai kegiatan kolaboratif yang kami jalankan,” jelas Eka.
Melalui penghargaan ini, Kota Blitar dinilai berhasil memadukan inovasi, kearifan lokal, dan pemberdayaan ekonomi kreatif melalui pengembangan motif batik khas daerah yang berakar pada nilai budaya setempat. Inovasi batik ini tidak hanya memperkaya khasanah kebudayaan daerah, tetapi mampu mendongkrak roda perekonomian daerah.

Inotek Award Provinsi Jawa Timur juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dalam lima kategori, yakni inovasi daerah, inovasi teknologi berbasis website/mobile apps, inovasi agribisnis dan energi terbarukan, inovasi sosial dan kependudukan, serta inovasi milenial.
Pemerintah Kota Blitar terus berkomitmen mendorong inovasi yang berpihak kepada masyarakat. Capaian ini menjadi motivasi bagi warga Kota Blitar untuk berkarya dan menciptakan inovasi yang berakar pada budaya lokal dan berdampak nyata bagi pembangunan daerah.
Batik Puspa Dahana adalah motif batik khas Kota Blitar yang memiliki filosofi mendalam, berasal dari kajian Candi Gedog dan folklor Joko Pangon. Motif ini menjadi salah satu identitas budaya Kota Blitar dan telah meraih penghargaan Inotek Award 2025. Penerapannya meluas pada produk pakaian tradisional seperti udeng dan busana lain, dengan motif-motifnya memiliki makna simbolis yang kaya.
Asal-usul dan pengembangan
Asal-usul: Motif ini merupakan hasil dari penelitian mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Program Wiradesa di Kelurahan Gedog.
Sumber inspirasi: Menggabungkan kajian akademis dari ekskavasi Situs Candi Gedog (termasuk fragmen siras cakra atau api) dan folklor Joko Pangon.
Nama: Diambil dari motif api (puspa dahana) yang menjadi dasar motifnya.
Filosofi dan makna motif
Api Sulut Lima: Melambangkan penyucian, nafsu, atau Pancasila.
Lung Patra dan Suluran: Simbol elemen tanaman yang menjadi unsur kelangsungan hidup manusia.
Damar Kambang, Ombak Banyu, dan Lambang Tanah: Menggambarkan roh manusia sebelum masuk raga, anasir air, dan bumi.
Woh Wutah (beras tumpah): Melambangkan kesejahteraan.
Sekar Tanjung: Melambangkan kesantunan dan kelembutan hati atau kesederhanaan.
Penerapan dan identitas
Identitas Kota Blitar: Menjadi salah satu batik khas Blitar bersama batik Koi dan batik Turi.
Produk turunan: Diterapkan pada produk seperti udeng (Udeng Joko Pangon), surjan, dan kebaya.
Pakaian tradisional: Diharapkan menjadi bagian dari pakaian tradisional identitas Kota Blitar, Penghargaan dan pengakuan. (Adv/za/mp)

.jpg)


.jpg)




.jpg)






