- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
- MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli di Indonesia Tetap Digelar
- DPRD Barito Utara Hadiri Pemakaman H Nadalsyah Koyem, Patih Herman Sampaikan Duka Mendalam
- HUT Humas Polri ke-75, Kapolres Majalengka Tegaskan Wartawan Saudara
Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
.jpg)
Keterangan Gambar : Menkop Ferry Juliantono
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan kalangan pemuda untuk berperan aktif mendampingi serta mengawal perkembangan koperasi di Indonesia. Keterlibatan cendekiawan dan generasi muda dinilai penting untuk memperkuat tata kelola, memperluas akses pasar, serta menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan usaha masyarakat.
Menurut Ferry, koperasi bukan sekadar wadah kegiatan ekonomi, melainkan perwujudan semangat *ta'awun* atau saling menolong yang sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945. Koperasi juga menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat dan memperkuat kedaulatan pangan nasional.
Baca Lainnya :
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat sistem Keuangan
- Koperasi Desa Merah Putih Di Wilayah Kodim 0808/Blitar Tim Mabes TNI Siap Tinjau Lapang.
- Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 di Surabaya, Resmi Dibuka
- Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
“Saya mengajak ICMI berkontribusi secara nyata. Semangat ta'awun bukan sekadar teori, melainkan kerja nyata membangun kesejahteraan bersama. Koperasi adalah jalannya,” kata Ferry dalam acara National Leadership Camp ICMI 2026 bertema *Spirit Ta’awun dan Ekonomi Kerakyatan*, di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Ferry menjelaskan, perekonomian nasional harus dibangun berdasarkan asas kekeluargaan dan semangat usaha bersama yang dikelola dari, oleh, dan untuk rakyat.
Dalam sistem koperasi, anggota memiliki peran penting mulai dari menghimpun modal, memilih pengurus, mengawasi pengelolaan, hingga menikmati hasil usaha secara adil.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan koperasi dalam pengembangan ekonomi syariah. Menurutnya, sektor busana muslim, makanan halal, pariwisata, dan keuangan syariah perlu didukung melalui penguatan koperasi agar kualitas produk meningkat, pemasaran semakin luas, dan pendapatan anggota bertambah.
“Koperasi syariah, UMKM, pesantren, dan pasar tradisional adalah akar ekonomi rakyat. Perbankan syariah, pasar modal, serta dana sosial melengkapi dukungan. Semuanya harus saling menguatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ferry menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu instrumen strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat.
KDKMP diharapkan mampu memangkas rantai pasok yang panjang sekaligus menekan biaya distribusi yang selama ini turut membebani harga barang di tingkat konsumen.
Karena itu, peran kalangan akademisi dan cendekiawan dibutuhkan untuk memberikan pendampingan berbasis riset, meningkatkan kapasitas pengelolaan koperasi, serta membantu membuka jejaring pemasaran.
“Peran kalangan cendekiawan dapat mempertemukan pengetahuan dengan kebutuhan usaha melalui riset dan pendampingan. Jejaring pasar juga perlu membantu koperasi bersaing,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Syahganda Nainggolan menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda, cendekiawan, dan komunitas seperti ICMI dalam mendukung pemberdayaan ekonomi rakyat.
Menurutnya, ilmu pengetahuan, jaringan, dan kemampuan komunikasi yang dimiliki kalangan tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan memperjuangkan kepentingan bersama.
“Sampaikan apa yang benar, bantu yang lemah didengar, pastikan kebijakan dipahami dan dirasakan manfaatnya di lapangan,” ajaknya.
Syahganda menambahkan, koperasi harus mampu menjawab kebutuhan konkret masyarakat, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, penampungan hasil produksi, hingga penyediaan akses permodalan yang adil.
Ia meyakini, koperasi yang tumbuh sehat dan dikelola secara profesional dapat menjadi kekuatan penting dalam membangun kemandirian ekonomi sekaligus mewujudkan keadilan sosial.
“Koperasi benar-benar tumbuh dan dikelola dengan baik, Indonesia tidak hanya akan berdiri tegak secara ekonomi, melainkan juga mewujudkan keadilan yang menjadi cita-cita bangsa sejak awal kemerdekaan,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala BRIN sekaligus Ketua Umum ICMI Arif Satria, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono, serta Direktur Eksekutif-Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Dadang Muljawan.(AS/MP).















