Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM Perluas Akses Modal dan Pasar di Kalimantan Selatan

By Achmad Sholeh(Alek) 26 Okt 2026, 14:56:51 WIB UMKM
Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM Perluas Akses Modal dan Pasar di Kalimantan Selatan

Keterangan Gambar : Jambore Kumitra 2026


MEGAPOLITANPOS.COM, Banjarmasin– Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggelar Jambore Kumitra 2026 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperluas akses pembiayaan, kemitraan usaha, pasar, serta pendampingan bagi pengusaha UMKM.

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza mengatakan, Jambore Kumitra menjadi langkah konkret pemerintah untuk menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Kurangi seremonial dan perbanyak program yang menyentuh langsung masyarakat,” ujar Helvi saat membuka kegiatan tersebut.

Baca Lainnya :

Ia berharap program ini dapat mendorong kemajuan UMKM di Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelum membuka acara, Helvi juga menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan. Ia berharap kondisi lingkungan segera pulih dan para pelaku UMKM yang terdampak dapat kembali menjalankan usahanya.

Menurut Helvi, pemberdayaan UMKM membutuhkan pendekatan terintegrasi, mulai dari pelatihan kewirausahaan, akses pembiayaan, perluasan pasar, pendampingan berkelanjutan, hingga transformasi digital.

Melalui Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM menghadirkan layanan terpadu yang mencakup pembiayaan usaha, kemitraan dan akses pasar, pendampingan, serta pemberdayaan dan edukasi. Kegiatan ini juga mengintegrasikan layanan digital melalui sosialisasi dan implementasi Sahabat UMKM.

Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM (SIDT-UMKM) Kementerian UMKM, hingga akhir 2025 tercatat sebanyak **518.542 unit UMKM di Kalimantan Selatan**, bertambah 8.776 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 51.686 pengusaha UMKM berada di Kota Banjarmasin.

Besarnya potensi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya memperluas akses layanan dan memperkuat ekosistem usaha agar UMKM mampu berkembang dan meningkatkan daya saing.

Kementerian UMKM juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kota Banjarmasin, pemerintah kabupaten/kota, APRINDO, PHRI, lembaga keuangan, asosiasi, PLUT UMKM Banjarbaru, Rumah Layanan Kemasan Kalimantan Selatan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Helvi menegaskan, keberhasilan Jambore Kumitra tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan pelaku usaha setelah acara berakhir.

Menurutnya, manfaat tersebut harus terlihat dari terbukanya akses pembiayaan dan pendampingan, tindak lanjut peluang kemitraan, serta meningkatnya pembelian produk UMKM oleh masyarakat.

“Setiap komitmen dan peluang yang lahir dari Jambore ini akan terus kami kawal,” kata Helvi.

Melalui kolaborasi tersebut, Kementerian UMKM berharap semakin banyak pengusaha UMKM di Kalimantan Selatan memperoleh solusi sesuai kebutuhan usahanya dan mampu berkembang secara berkelanjutan.(AS/MP).




  • Jambore Kumitra 2026, Kementerian UMKM Perluas Akses Modal dan Pasar di Kalimantan Selatan

    🕔14:56:51, 26 Okt 2026
  • Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan

    🕔13:24:07, 23 Okt 2026
  • Pastikan Pengelolaan Dana Akuntabel, LPDB Koperasi Perkuat sistem Keuangan

    🕔01:49:47, 23 Okt 2026
  • Catat Kinerja Positif Pada Semester 1-2026, JAPFA Perkuat Fondasi Pertumbuhan melalui Inovasi dan Efisiensi

    🕔19:45:53, 22 Okt 2026
  • Kementerian UMKM Percepat Pemulihan UMKM di Kepulauan Nias melalui Tiga Program Terintegrasi

    🕔21:31:46, 21 Okt 2026