Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026

By Achmad Sholeh(Alek) 04 Nov 2026, 13:34:52 WIB UMKM
Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026

Keterangan Gambar : SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 yang resmi dibuka di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/11/2026).


MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta– Kinerja ekspor makanan Indonesia terus menunjukkan tren positif. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat nilai ekspor makanan nasional mencapai US$4,49 miliar atau tumbuh 13,47 persen pada periode Januari-Agustus 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut menjadi salah satu momentum penting bagi penguatan industri makanan dan minuman (F&B) nasional melalui penyelenggaraan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 yang resmi dibuka di Hall B dan C, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (4/11/2026).


Baca Lainnya :




Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan pertumbuhan ekspor tersebut menunjukkan bahwa produk makanan Indonesia semakin mampu bersaing di pasar internasional.

"Potensi ini menunjukkan bahwa produk makanan Indonesia semakin mampu bersaing di pasar global," kata Fajarini saat membuka pameran tersebut.

Menurutnya, capaian ekspor ditopang kekayaan sumber daya alam, keragaman produk, serta kreativitas pelaku usaha nasional. Namun, peningkatan daya saing masih membutuhkan penguatan kualitas, inovasi, branding, serta kemampuan memenuhi standar dan kebutuhan konsumen internasional.

Kemendag, lanjut Fajarini, berkomitmen memperluas akses pasar, memperkuat promosi ekspor, serta memfasilitasi pelaku usaha agar mampu menjangkau pasar-pasar baru.

Ia menilai pameran internasional seperti SIAL Food & Drinks memiliki peran strategis dalam mempertemukan produsen dan eksportir Indonesia dengan calon pembeli, importir, serta distributor dari berbagai negara.

"Tugas kami tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga mendorong agar pertemuan bisnis dapat bertransformasi menjadi kemitraan konkret dan komitmen ekspor," ujarnya.

Fajarini juga mengajak pelaku usaha nasional memanfaatkan pameran tersebut untuk membangun jaringan bisnis dan menindaklanjuti peluang kerja sama.

"Keberhasilan pameran bukan semata-mata dihitung dari jumlah stan atau jumlah peserta, tetapi dari seberapa besar pertemuan bisnis yang dapat diwujudkan menjadi transaksi nyata," tegasnya.

Hadirkan 500 Merek dari 13 Negara

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 berlangsung pada 4-6 November 2026 dan merupakan bagian dari jaringan global SIAL Network, ekosistem pameran business-to-business (B2B) sektor makanan dan minuman yang telah hadir sejak 1964.

Pameran ini menempati area seluas 18.000 meter persegi dan menghadirkan lebih dari 500 merek peserta dari 13 negara dan teritori, yakni Amerika Serikat, Arab Saudi, China, India, Italia, Korea Selatan, Malaysia, Mesir, Prancis, Taiwan, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Vietnam.

Didukung Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian UMKM, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat koneksi perdagangan pangan internasional sekaligus membuka peluang investasi di sektor F&B Indonesia.

Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, Henri Tan, mengatakan fokus utama penyelenggaraan tahun ini adalah menghadirkan pertemuan bisnis yang efektif dan memberikan dampak nyata bagi para peserta.

Melalui pameran tersebut, pihaknya ingin menghubungkan pemasok dan produsen secara langsung dengan pengambil keputusan serta pembeli potensial dari berbagai negara.

"Kami berkomitmen menyediakan platform perdagangan yang tepat untuk membangun kemitraan jangka panjang dan mendukung kemajuan industri F&B di Indonesia," ujar Henri.

Hadirkan Kompetisi Koki dan Barista Internasional

Tidak hanya menjadi ajang promosi produk, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 juga menghadirkan sejumlah program unggulan.

Di antaranya SIAL Innovation, penghargaan internasional bagi produk-produk inovatif; SIAL Culinary Masters Asia, kompetisi memasak tingkat internasional yang diluncurkan pertama kali di Indonesia sebelum berlanjut ke Vietnam dan Malaysia; serta Indonesia Barista Championship 2026/2027 untuk menguji kompetensi para profesional di industri kopi.

Beragam produk dan teknologi yang ditampilkan mencakup bahan baku, mesin pengolahan dan pengemasan, makanan dan minuman kemasan, produk roti dan kue, kopi, teh, kakao, hingga peralatan dapur.

SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 juga diselenggarakan bersamaan dengan Indonesia Food Transport & Logistics Expo 2026. Kolaborasi ini mempertemukan pelaku industri F&B dengan penyedia jasa transportasi, penyimpanan, dan sistem rantai pendingin atau cold chain.

Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha menemukan solusi distribusi yang lebih efektif, sekaligus memperkuat rantai pasok industri makanan dan minuman dari hulu hingga hilir.

Pendaftaran pengunjung profesional atau trade visitors dibuka secara gratis melalui situs resmi sialfooddrinksindonesia.com.

Dengan pertumbuhan ekspor makanan yang mencapai US$4,49 miliar, penyelenggaraan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 diharapkan dapat memperluas peluang transaksi, meningkatkan daya saing produk nasional, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan makanan dan minuman dunia.(AS/MP).




  • Ekspor Makanan RI Tembus US$4,49 Miliar, 500 Merek dari 13 Negara Ramaikan SIAL 2026

    🕔13:34:52, 04 Nov 2026
  • Kementerian UMKM Buka Peluang UKM Pertambangan Masuk Rantai Pasok Global

    🕔09:58:24, 03 Nov 2026
  • Maman Abdurrahman Pastikan Bunga PNM Mekaar 8 Persen Berlaku Permanen

    🕔02:00:36, 03 Nov 2026
  • Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi

    🕔09:16:07, 01 Nov 2026
  • Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana

    🕔21:39:10, 30 Okt 2026