Breaking News
- PRSI Perluas Edukasi Robotika melalui Kunjungan ke SDN 01 Menteng
- Dekranasda Barito Utara Perkuat Pembinaan IKM Lewat Perlindungan Hak Cipta Batik
- BPK RI Lakukan Pemeriksaan Terinci, Pemkab Barito Utara Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Keuangan
- Pemkab Barito Utara Sambut Pemeriksaan Terinci BPK RI atas Laporan Keuangan
- Semarak Hari Jadi ke-186 Majalengka, Ribuan Warga Ikuti Jalan Santai di Jatitujuh
- Camat Palasah Tegaskan Prioritas Pembangunan Saat Buka Musrenbang RKPD 2027
- Menaker: Integritas dan Profesionalisme Kunci Layanan Publik Berkualitas
- Ade Duryawan Serap Aspirasi Masyarakat Palasah Lewat Musrenbang Kecamatan
- Dede Fauji Resmi Dilantik Jadi Kaur Keuangan Desa Sangkanhurip
- Tampilkan Tokoh Wayang Bima dan Gatut Kaca Satlantas Sosialisasi Operasi Keselamatan Semeru 2026 .
Konflik di Desa Wadas Mencoreng Prestasi Kapolri

MEGAPOLITANPOS.COM: Opini Warga-Konflik antara aparat gabungan TNI dan Polri dengan warga di Desa Wadas , Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah menjadi sorotan publik nasional. Selasa (8/2/2022), banyak beredar video di media sosial ratusan petugas dengan senjata lengkap datang ke Desa Wadas mengejar warga hingga ke hutan dengan anjing pelacak. Dari video tersebut, sejumlah warga ditangkap dan di pukuli oleh oknum Polisi karena menolak pembangunan proyek bendungan Bener membutuhkan pasokan batuan andesit sebagai material konstruksi. Oleh pemerintah, kebutuhan batu ini diambil dari Desa Wadas yang di anggap merusak oleh warga desa merusak sumber mata air yang jadi penghidupan warga turun - temurun. Tindakan Polda Jateng & Polres Purworejo dalam penindakan dan penanganan masyarakat tidak sesuai dengan konsep 'PRESISI' sebagaimana arahan Kapolri Sigit Prabowo. Itu masyarakat kecil bukan musuh atau teroris, penanganan terlalu berlebihan mengejar sampai ke hutan dengan anjing pelacak seperti penjahat, mereka menyuarakan dan membela sumber kehidupannya. Warga merasa terganggu di rampas hak hidupnya kalau dengan menggunakan cara-cara seperti itu. Harus dengan mediasi damai dan dialog serta musyawarah semua bisa di selesaikan sesuai sila pancasila Perlu adanya penindakan tegas terhadap Kapolda Jateng kapolres Purworejo. meminta kapolri untuk memeriksa dan menindaklanjuti kejadian itu, pasti ada prosesur penanganan yang tidak sesiai dengan yang biasa disebut tegas dan terukur, ini bukan penanganan tegas dan terukur sudah kebablasan namanya. Mestinya kepolisian bisa lakukan upaya soft approac, membangun komunikasi yang lembut dengan upaya sosialisasinya dimassifkan. "Cara-cara kekerasan seperti itu mencoreng prestasi pak Sigit yang berupaya keras menjadikan polisi sebagai lembaga yang di percaya publik selama 1 tahun terakhir. Kami mendesak Kapolri memecat Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Purworejo yang telah membuat malu Kapolri dan mencoreng citra baik Polri di mata warga di tengah upaya keras Kapolri mereformasi kepolisian. Penulis: Eri Roffi Wakil Ketua Umum PP GPII











.jpg)





