Breaking News
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
- Sambut HUT RI ke-81, Wali Kota Depok Sebar Ribuan Bendera Merah Putih
- Bukan Sekadar Sponsor, Bank Jakarta Bangun Kemitraan Strategis dengan Persija
- Yayasan Kreshna dan RS Husada Jakarta Resmi Bentuk Club Stroke di Usia ke-102 Tahun
- Bupati Lepas Kontingen Barito Utara Ikuti Jambore Nasional XII 2026 Cibubur, Jakarta
- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
Konflik di Desa Wadas Mencoreng Prestasi Kapolri

MEGAPOLITANPOS.COM: Opini Warga-Konflik antara aparat gabungan TNI dan Polri dengan warga di Desa Wadas , Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah menjadi sorotan publik nasional. Selasa (8/2/2022), banyak beredar video di media sosial ratusan petugas dengan senjata lengkap datang ke Desa Wadas mengejar warga hingga ke hutan dengan anjing pelacak. Dari video tersebut, sejumlah warga ditangkap dan di pukuli oleh oknum Polisi karena menolak pembangunan proyek bendungan Bener membutuhkan pasokan batuan andesit sebagai material konstruksi. Oleh pemerintah, kebutuhan batu ini diambil dari Desa Wadas yang di anggap merusak oleh warga desa merusak sumber mata air yang jadi penghidupan warga turun - temurun. Tindakan Polda Jateng & Polres Purworejo dalam penindakan dan penanganan masyarakat tidak sesuai dengan konsep 'PRESISI' sebagaimana arahan Kapolri Sigit Prabowo. Itu masyarakat kecil bukan musuh atau teroris, penanganan terlalu berlebihan mengejar sampai ke hutan dengan anjing pelacak seperti penjahat, mereka menyuarakan dan membela sumber kehidupannya. Warga merasa terganggu di rampas hak hidupnya kalau dengan menggunakan cara-cara seperti itu. Harus dengan mediasi damai dan dialog serta musyawarah semua bisa di selesaikan sesuai sila pancasila Perlu adanya penindakan tegas terhadap Kapolda Jateng kapolres Purworejo. meminta kapolri untuk memeriksa dan menindaklanjuti kejadian itu, pasti ada prosesur penanganan yang tidak sesiai dengan yang biasa disebut tegas dan terukur, ini bukan penanganan tegas dan terukur sudah kebablasan namanya. Mestinya kepolisian bisa lakukan upaya soft approac, membangun komunikasi yang lembut dengan upaya sosialisasinya dimassifkan. "Cara-cara kekerasan seperti itu mencoreng prestasi pak Sigit yang berupaya keras menjadikan polisi sebagai lembaga yang di percaya publik selama 1 tahun terakhir. Kami mendesak Kapolri memecat Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Purworejo yang telah membuat malu Kapolri dan mencoreng citra baik Polri di mata warga di tengah upaya keras Kapolri mereformasi kepolisian. Penulis: Eri Roffi Wakil Ketua Umum PP GPII

















